Ketum Feradi WPI Donny Andretti, Tegaskan Komitmen Advokat Berintegritas Bantuan Hukum Pro Bono

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bandung, Jawa Barat — Semangat memperkuat solidaritas, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat kembali digaungkan oleh Organisasi Advokat FERADI WPI. Dewan Pimpinan Daerah FERADI WPI Jawa Barat di bawah kepemimpinan H. Adang Bahrowi S siap menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-II yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, bertempat di kawasan Aborigin Resto, Pakutandang, Ciparay, Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan besar tersebut diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat arah organisasi, menyatukan visi seluruh anggota, sekaligus mempertegas peran advokat dan paralegal FERADI WPI sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat.

Musda ke-II DPD FERADI WPI Jawa Barat disebut akan dihadiri berbagai perwakilan anggota dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Forum ini bukan hanya menjadi agenda organisasi biasa, melainkan juga ruang konsolidasi moral, intelektual, dan profesional bagi seluruh kader FERADI WPI yang selama ini aktif memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat.

Ketua DPD FERADI WPI Jawa Barat, H. Adang Bahrowi S menegaskan bahwa pelaksanaan Musda kali ini membawa semangat persatuan dan penguatan organisasi agar semakin dekat dengan masyarakat.

“Organisasi Advokat FERADI WPI DPD Jawa Barat akan menggelar acara Musyawarah Daerah ke-II yang akan dihadiri berbagai perwakilan anggota dari berbagai wilayah. Acara ini bertujuan membahas berbagai isu penting dalam dunia hukum serta memperkuat solidaritas antara anggota advokat, khususnya yang berdomisili di wilayah Jawa Barat,” ujar Adang Bahrowi.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh anggota FERADI WPI diundang untuk hadir tanpa dipungut biaya apapun. Menurutnya, kebersamaan dan rasa memiliki terhadap organisasi menjadi pondasi penting dalam membangun lembaga advokat yang kuat, humanis, dan berintegritas.

“Acara ini gratis dan tidak dipungut biaya. Kami ingin seluruh anggota hadir, bersilaturahmi, berdiskusi, dan memperkuat kebersamaan demi kemajuan FERADI WPI Jawa Barat,” tambahnya.

Sorotan utama dalam agenda Musda ke-II ini juga datang dari Ketua Umum FERADI WPI, Donny Andretti yang memberikan penegasan kuat mengenai arah perjuangan organisasi advokat tersebut di masa mendatang.

Dalam keterangannya, Donny Andretti menekankan bahwa FERADI WPI tidak hanya hadir sebagai organisasi profesi semata, tetapi juga sebagai rumah perjuangan bagi masyarakat kecil yang membutuhkan keadilan.

“Musda kali ini menjadi semangat baru untuk membawa FERADI WPI DPD Jawa Barat lebih banyak lagi dalam kegiatan pemberian bantuan hukum pro bono murni atau cuma-cuma bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Jawa Barat,” ujar Donny Andretti.

Lebih lanjut, Donny Andretti menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPD FERADI WPI Jawa Barat yang dinilai konsisten menjaga marwah organisasi dan aktif turun langsung membantu masyarakat di berbagai persoalan hukum.

Menurutnya, seorang advokat tidak boleh hanya mengejar popularitas maupun keuntungan semata, melainkan harus mampu menghadirkan rasa keadilan, kasih sayang, dan keberanian dalam membela kebenaran.

“Advokat harus menjadi pelindung masyarakat. Ketika ada rakyat kecil terzalimi, ketika ada ketidakadilan, ketika ada hak-hak masyarakat yang diinjak, maka advokat harus hadir di garis depan. Jangan pernah takut membela kebenaran,” tegas Donny.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas merupakan modal utama seorang penegak hukum. Dalam pesannya kepada seluruh anggota FERADI WPI, Donny meminta agar setiap advokat maupun paralegal menjaga etika profesi, menjunjung tinggi hukum, serta mengutamakan hati nurani dalam menjalankan tugas.

“Kami ingin membangun organisasi advokat yang bukan hanya cerdas secara hukum, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Ilmu hukum tanpa integritas akan kehilangan arah. Karena itu saya selalu mengingatkan seluruh anggota agar menjaga nama baik organisasi, menjaga kepercayaan masyarakat, dan tetap takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Pernyataan Donny Andretti tersebut mendapat perhatian luas dari berbagai anggota yang menilai FERADI WPI memiliki karakter berbeda dibanding organisasi advokat pada umumnya. Selain fokus pada peningkatan kemampuan hukum, FERADI WPI juga dikenal aktif mengembangkan pendidikan moral dan spiritual kepada para anggotanya.

Selama ini FERADI WPI dinilai konsisten memberikan ruang pembelajaran bagi advokat dan paralegal melalui berbagai kegiatan webinar rutin yang digelar setiap hari Senin. Materi yang diberikan pun cukup luas, mulai dari hukum pidana, hukum perdata, perpajakan, kenotariatan, litigasi, hingga praktik pendampingan hukum langsung di lapangan.

Model pendidikan tersebut dianggap mampu menciptakan kader advokat yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik nyata dalam menangani persoalan masyarakat.

FERADI WPI bahkan turut mewadahi para paralegal dan asisten advokat agar memiliki kemampuan hukum yang memadai. Langkah ini dianggap penting karena kebutuhan pendampingan hukum masyarakat semakin meningkat, sementara akses terhadap bantuan hukum profesional masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

Dalam berbagai kesempatan, organisasi ini juga dikenal aktif mendorong program bantuan hukum cuma-cuma bagi masyarakat kurang mampu. Pendampingan terhadap korban ketidakadilan, sengketa tanah, persoalan pidana, hingga perlindungan konsumen menjadi bagian dari aktivitas yang kerap dilakukan para anggota FERADI WPI.

Ketua Umum Donny Andretti menegaskan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dipertahankan.

“Kita harus menjadi organisasi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai advokat hanya terlihat ketika ada keuntungan. Justru ketika masyarakat sedang susah, di situlah advokat harus hadir membantu,” katanya.

Ia juga memberikan pesan moral kepada generasi muda advokat agar tidak mudah terjebak dalam praktik-praktik yang merusak marwah profesi hukum.

“Jadilah advokat yang berani, jujur, dan berintegritas. Jangan menjual hukum demi kepentingan sesaat. Profesi ini adalah profesi mulia yang harus dijaga dengan kehormatan,” ujar Donny dengan nada tegas.

Sementara itu, pelaksanaan MUSDA II FERADI WPI Jawa Barat diperkirakan akan menjadi salah satu agenda organisasi terbesar tahun ini di lingkungan FERADI WPI. Selain membahas arah organisasi ke depan, forum tersebut juga akan menjadi wadah evaluasi program kerja serta penguatan struktur organisasi di tingkat daerah.

Para peserta Musda nantinya akan membahas berbagai tantangan dunia advokat di era modern, termasuk pentingnya peningkatan kualitas SDM hukum, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan hukum, hingga penguatan advokasi sosial bagi masyarakat kecil.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi antaranggota dari berbagai wilayah di Jawa Barat, sehingga tercipta soliditas organisasi yang semakin kuat dan harmonis.

Dengan semangat kebersamaan yang terus digaungkan, FERADI WPI Jawa Barat optimistis mampu menghadirkan organisasi advokat yang profesional, humanis, dan dekat dengan rakyat.

Di bawah kepemimpinan H. Adang Bahrowi S serta arahan Ketua Umum Donny Andretti, FERADI WPI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi organisasi advokat yang aktif memperjuangkan keadilan, menebar manfaat, serta membangun penegakan hukum yang bermartabat di Indonesia.

Musda ke-II ini pun diharapkan menjadi tonggak baru perjalanan FERADI WPI Jawa Barat dalam menghadirkan advokat yang bukan hanya profesional di ruang sidang, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan keberanian dalam membela masyarakat pencari keadilan.

Report: Sudirlam

Berita Terkait

FERADI WPI Desak Perlindungan Uun: LPSK Dituju, DPR RI Didorong Awasi Penanganan Perkara
Kasus UUN Disorot: Polda Banten Didesak Bongkar Dalang dan Buka Penyidikan
Kasus Uun Gelap, FERADI WPI Adukan ke Komisi III, LPSK, Kompolnas & Propam
FERADI WPI Kawal Penuh Perkara Fam Fuk Tjhong, Tegaskan LHP BK DPRD Lebak Tidak Menghentikan Penyidikan Polda Banten
Advokat Cecilia:Saya Akan Kooperatif Apabila Diminta Penyidik dan Tidak perlu takut
Laporan Oknum Jaksa Rakhmad Setiawan Terkatung-katung, Siti Khotijah: “Kenapa Terkesan Kebal Hukum? 
GWI Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Peredaran Obat Keras Daftar G di Pamulang
Tragedi di Intan Jaya: Penembakan Warga Sipil dan Gugatan Kemanusiaan atas Kebijakan Represif di Papua
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:12 WITA

FERADI WPI Desak Perlindungan Uun: LPSK Dituju, DPR RI Didorong Awasi Penanganan Perkara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Kasus UUN Disorot: Polda Banten Didesak Bongkar Dalang dan Buka Penyidikan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:37 WITA

Kasus Uun Gelap, FERADI WPI Adukan ke Komisi III, LPSK, Kompolnas & Propam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:22 WITA

FERADI WPI Kawal Penuh Perkara Fam Fuk Tjhong, Tegaskan LHP BK DPRD Lebak Tidak Menghentikan Penyidikan Polda Banten

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:43 WITA

Advokat Cecilia:Saya Akan Kooperatif Apabila Diminta Penyidik dan Tidak perlu takut

Berita Terbaru