AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SIAK — Komitmen Polres Siak dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan terus diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan. Di bawah kepemimpinan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, jajaran Polsek Tualang yang dipimpin Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., tidak sekadar memberikan imbauan, tetapi turun langsung memastikan lahan produktif benar-benar dimanfaatkan, tanaman dirawat, hingga siap memasuki masa panen.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang Agustus 2026 memperlihatkan pola pendampingan yang konsisten. Mulai dari memastikan lahan perusahaan kembali bersih setelah panen, mempersiapkan penanaman jagung berikutnya, melakukan penyiraman saat hujan belum turun, memonitor pertumbuhan tanaman, hingga membangun sinergi dengan kelompok tani, pondok pesantren, perusahaan dan personel Pemadam Kebakaran.

Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun hanya melalui program di atas kertas. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan personel, membangun komunikasi lintas sektor dan memastikan setiap lahan produktif memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di Kecamatan Tualang, salah satu fokus pendampingan diarahkan pada pengembangan tanaman jagung pipil. Setelah areal PT PAS selesai dipanen, personel Polsek Tualang melalui Bhabinkamtibmas Kampung Tualang Timur, Aiptu Yakohar, melakukan pengecekan pembersihan lahan.

Lahan yang telah dibersihkan tersebut dipastikan siap kembali dimanfaatkan untuk penanaman jagung. Pola pemanfaatan berkelanjutan ini menjadi penting karena keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membuka lahan, tetapi juga bagaimana lahan tersebut terus produktif dari satu musim ke musim berikutnya.

Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono menegaskan bahwa jajaran Polsek Tualang akan terus melakukan monitoring terhadap lahan pertanian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Kami terus melakukan pengecekan dan monitoring terhadap lahan pertanian sebagai bentuk dukungan Polsek Tualang terhadap program swasembada pangan. Setelah panen, lahan kembali dibersihkan dan dipersiapkan untuk penanaman jagung.”

Menurut Teguh, keberlanjutan menjadi kunci. Ketika lahan selesai dipanen, pekerjaan belum berakhir. Justru tahap berikutnya harus segera dipersiapkan agar produktivitas tidak terputus.

Semangat serupa terlihat di lahan ketahanan pangan Pondok Pesantren Abu Huroiroh, Kampung Perawang Barat. Ketika tanaman jagung pipil masih berusia sekitar sembilan hari dan hujan belum turun selama kurang lebih satu bulan, Polsek Tualang bersama personel Damkar Kecamatan Tualang mengambil langkah cepat melakukan penyiraman.

Bhabinkamtibmas Kampung Perawang Barat, Aipda Hendri Hidayat, S.H., turun langsung bersama petugas Damkar untuk memastikan tanaman memperoleh pasokan air yang cukup.

Pendampingan kemudian berlanjut. Saat usia tanaman mencapai 10 hari, pengecekan kembali dilakukan. Tanaman jagung di lahan sekitar satu hektare tersebut menunjukkan pertumbuhan yang baik dengan ketinggian mencapai sekitar 15 sentimeter.

Bagi Polsek Tualang, monitoring bukan sekadar melihat kondisi tanaman, tetapi memastikan seluruh tahapan perawatan berjalan. Kebutuhan pupuk, air dan perkembangan tanaman menjadi bagian yang terus diperhatikan bersama kelompok tani.

Ketika cuaca kembali menjadi tantangan, sinergi kembali diperkuat. Pada 23 Agustus 2026, Kanit Binmas Polsek Tualang AKP Hendra Budiman bersama Bhabinkamtibmas Aipda Hendri Hidayat dan personel Damkar kembali melakukan penyiraman tanaman jagung di lahan Kelompok Berkah Tani seluas sekitar satu hektare.

Langkah tersebut menunjukkan pendekatan kepolisian yang tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir dalam persoalan masyarakat yang berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup dan masa depan ekonomi daerah.

Di tempat lain, Bhabinkamtibmas Kampung Tualang Timur Aiptu Yakohar bersama karyawan PT AIP juga melakukan penyiraman tanaman jagung pipil di lahan sekitar dua hektare.

Keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ketahanan pangan. Dunia usaha memiliki sumber daya, lahan dan kemampuan operasional yang dapat disinergikan dengan program pemerintah. Karena itu, kolaborasi Polri dengan perusahaan menjadi salah satu kekuatan untuk memastikan lahan produktif tidak berhenti pada tahap penanaman.

Hal yang sama terlihat dalam monitoring tanaman jagung pipil di areal PT SIR, Kampung Maredan Barat. Pada 22 Agustus 2026, Bhabinkamtibmas Aipda Azwan Har melakukan pengecekan tanaman di lahan sekitar dua hektare.

Hasil monitoring menunjukkan pertumbuhan tanaman cukup merata dan buah jagung mulai terlihat di sejumlah bagian tanaman. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bahwa perawatan dan pendampingan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil.

Kepemimpinan yang Menggerakkan, Bukan Sekadar Mengarahkan

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan karakter kepemimpinan AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar yang menempatkan ketahanan pangan sebagai agenda yang membutuhkan pengawalan bersama.

Kapolres Siak tidak hanya membutuhkan personel yang mampu menjaga keamanan, tetapi juga personel yang memahami persoalan sosial-ekonomi masyarakat dan mampu menjadi penghubung antara pemerintah, masyarakat, kelompok tani serta dunia usaha.

Dalam konteks itu, Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono menjadi salah satu ujung tombak pelaksanaan kebijakan tersebut di lapangan. Melalui para Bhabinkamtibmas, program diterjemahkan menjadi tindakan konkret: mengecek lahan, membantu perawatan, memastikan tanaman mendapat air, memantau pertumbuhan dan membangun komunikasi dengan kelompok tani maupun pihak perusahaan.

AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyampaikan pesan agar seluruh jajaran tidak memandang program ketahanan pangan sebagai kegiatan seremonial.

“Ketahanan pangan harus kita kawal bersama dengan kerja nyata. Personel Polri harus hadir, melihat langsung kondisi di lapangan, membantu mencari solusi dan membangun sinergi dengan masyarakat, dunia usaha serta seluruh stakeholder. Setiap lahan produktif harus diupayakan memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kebutuhan pangan nasional.”

Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan membutuhkan konsistensi. Tanaman harus dijaga sejak bibit, dirawat selama masa pertumbuhan dan dikawal hingga panen. Karena itu, peran Bhabinkamtibmas menjadi sangat strategis sebagai penghubung langsung antara Polri dengan masyarakat.

Kapolres juga mengingatkan personel agar mengedepankan pendekatan humanis.

“Jadilah polisi yang hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pendampingan dan solusi. Bangun komunikasi yang baik dengan kelompok tani, pesantren, perusahaan dan pemerintah daerah. Jangan bekerja sendiri karena ketahanan pangan adalah pekerjaan bersama.”

Pesan Tegas dan Humanis Kapolsek Tualang

Sementara itu, Kompol Teguh Wiyono menekankan pentingnya kedisiplinan dalam merawat lahan dan tanaman.

“Menanam adalah awal, tetapi merawat sampai panen adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai lahan sudah ditanami kemudian tidak dirawat. Karena itu kami akan terus melakukan monitoring dan pendampingan bersama kelompok tani maupun pihak perusahaan.”

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat lahan pertanian sebagai aset strategis yang harus dikelola secara produktif.

“Kami mengajak masyarakat jangan takut mencoba dan mengembangkan pertanian. Manfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Polisi siap bersinergi dan mendampingi sesuai kewenangan kami. Jika ada kendala di lapangan, komunikasikan sehingga dapat dicari solusi bersama.”

Kepada dunia usaha, Teguh berharap dukungan terhadap ketahanan pangan tidak berhenti pada penyediaan lahan, tetapi dilanjutkan melalui perawatan, pemanfaatan teknologi, dukungan sarana produksi dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Dunia usaha memiliki peran penting. Mari kita bangun kolaborasi yang saling memberikan manfaat. Perusahaan dapat menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan dengan ikut menjaga produktivitas lahan dan membuka ruang pemberdayaan masyarakat.”

Asta Cita Harus Turun Menjadi Kerja Nyata

Program yang dijalankan Polres Siak dan Polsek Tualang tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya agenda memperkuat ketahanan nasional melalui kemandirian pangan.

Swasembada pangan pada akhirnya bukan hanya persoalan produksi jagung, padi atau komoditas lainnya. Di baliknya terdapat persoalan ketersediaan lahan, air, pupuk, bibit, tenaga kerja, teknologi, pemasaran dan kepastian keberlanjutan produksi. Karena itu, sinergi lintas sektoral menjadi mutlak.

Polri membutuhkan pemerintah daerah, dinas terkait, kelompok tani, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pesantren, termasuk unsur pemadam kebakaran yang dalam kondisi tertentu dapat membantu memenuhi kebutuhan air tanaman.

Bagi personel Polri, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar memberikan penekanan agar setiap anggota memiliki kepedulian terhadap program pemerintah tanpa mengabaikan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban.

“Jalankan tugas dengan ikhlas, profesional dan penuh tanggung jawab. Ketahanan pangan merupakan bagian dari kepentingan nasional. Personel harus mampu menjadi penggerak, penghubung dan pemberi rasa aman bagi masyarakat yang sedang berusaha meningkatkan produktivitasnya.”

Sementara Kompol Teguh Wiyono menambahkan bahwa keberhasilan program tidak boleh diukur hanya dari banyaknya kegiatan, tetapi dari hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan bukan berapa kali kita turun ke lapangan, tetapi seberapa jauh pendampingan itu mampu membuat tanaman tumbuh, lahan produktif dan masyarakat mendapatkan manfaat. Kita ingin program ini berkelanjutan sampai panen dan memberikan hasil nyata.”

Rangkaian kegiatan Polsek Tualang tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian dapat mengambil peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui pendekatan yang sederhana namun konkret.

Dari lahan perusahaan hingga lahan kelompok tani, dari pesantren hingga masyarakat, semua dapat menjadi bagian dari gerakan pangan nasional.

Di bawah kepemimpinan AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dan pelaksanaan lapangan yang dikawal Kompol Teguh Wiyono, Polres Siak menunjukkan bahwa menjaga ketahanan pangan tidak selalu harus dilakukan dengan langkah besar. Mengawasi satu lahan, menyiram satu hamparan jagung, mendampingi satu kelompok tani dan memastikan satu tanaman tumbuh hingga panen adalah bagian dari kerja besar menuju swasembada pangan.

ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Polri hadir untuk mengawal, masyarakat bergerak, dunia usaha berkontribusi, dan seluruh stakeholder bersinergi agar Asta Cita tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi benar-benar tumbuh menjadi hasil yang dapat dipanen dan dirasakan masyarakat.

Berita Terkait

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 
Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih
AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen
Merah Putih Menggema, AKBP Hidayat Perdana Perkuat Nasionalisme di Kuansing
Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global
Satu Pekan Penuh Aksi Nyata, AKBP Hidayat Perdana Tunjukkan Kepemimpinan Tegas, Bijaksana dan Humanis di Kuansing
Sepekan Penuh Aksi! AKBP Donny Eko Listianto Turun Ke Garis Depan, Jaga Rakyat, Lindungi Alam Inhil
Penculikan Aktivis Kesehatan Lebak, Tim Hukum FERADI WPI Adukan Penanganan Kasus ke DPR RI, Kompolnas dan Propam Mabes Polri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:53 WITA

AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WITA

Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:02 WITA

AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global

Berita Terbaru