Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

INDRAGIRI HILIR — Kepemimpinan Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan dalam menghadirkan Polri hingga ke wilayah pesisir kembali dibuktikan melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau 2026. Di Kabupaten Indragiri Hilir, misi tersebut dikawal langsung Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., hingga menembus Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, wilayah pesisir yang menghadapi tantangan geografis sekaligus persoalan abrasi.

Ekspedisi yang berlangsung 15 Agustus 2026 itu bukan sekadar perjalanan membawa personel dan bantuan. Di Kuala Selat, Merah Putih hadir bersama misi kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat dan pemulihan lingkungan.

Sebelum rombongan tiba di Kuala Selat, AKBP Donny lebih dahulu memastikan kesiapan pasukan. Sebanyak 150 personel dikerahkan melalui apel pergeseran di Mako Polres Inhil pada Kamis (13/8/2026).

Personel tersebut terdiri dari unsur Brimob Polda Riau, Polres Inhil, Bhabinkamtibmas, Polwan, Satintelkam, Satreskrim, Satlantas, Dokkes, Humas, TIK, Provost, Tim Raga hingga insan pers.

Dengan tiga speedboat, SB Sea Wolf 01 sebagai kapal pimpinan, SB Papadaan 01 dan SB Papadaan 05, tim bergerak dari Tembilahan menuju Kuala Selat.

Bagi AKBP Donny, medan yang sulit bukan alasan bagi Polri untuk menjaga jarak dengan masyarakat.

“Ekspedisi Merah Putih bukan sekadar perjalanan menuju suatu wilayah, tetapi merupakan bagian dari semangat pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tegas Donny.

Pesan itu menjadi garis besar kepemimpinannya: Polri harus hadir, bahkan ketika akses menuju masyarakat tidak mudah.

Herry Heryawan: Negara Harus Hadir hingga Pesisir

Setibanya di Kuala Selat pada Sabtu (15/8/2026), semangat tersebut menemukan bentuk konkretnya.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan hadir bersama Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wamen PPA/TPPO Veronica Tan, Bupati Indragiri Hilir Herman, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, sosiolog Robertus Robet, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat dan warga.

Kuala Selat menjadi salah satu titik strategis ekspedisi karena sekitar 1.700 hektare kebun masyarakat dilaporkan terdampak abrasi pada 2021.

Di tengah persoalan tersebut, Kapolda Riau menegaskan bahwa kehadiran negara tidak boleh berhenti di pusat pemerintahan.

“Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi,” kata Herry.

Menurutnya, abrasi bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika garis pantai terkikis, yang ikut terancam adalah ruang hidup, kebun masyarakat, mata pencaharian dan masa depan generasi berikutnya.

“Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya,” tegasnya.

AKBP Donny: 150 Personel Disiapkan, Misi Harus Tuntas

Kepemimpinan AKBP Donny terlihat sejak tahap persiapan. Ia tidak hanya mengerahkan personel, tetapi memberikan penekanan agar seluruh anggota memahami tujuan ekspedisi.

Keselamatan perjalanan, kesehatan, kedisiplinan, kekompakan dan komunikasi menjadi perhatian utama. Namun, satu hal yang tidak kalah penting adalah pendekatan kepada masyarakat.

Personel diminta mengedepankan sikap humanis, menghormati adat istiadat dan kearifan lokal serta menjadikan kehadiran Polri sebagai bentuk pelayanan.

“Jadikan kehadiran kita sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polri kepada masyarakat. Jaga nama baik institusi dan laksanakan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Donny.

Arahan tersebut memperlihatkan bahwa ekspedisi tidak dirancang sebagai kegiatan seremonial. Ada target sosial yang harus dicapai: membangun komunikasi, memberikan pelayanan dan memastikan masyarakat di kawasan pesisir merasakan kehadiran negara.

Bantuan untuk Warga, Mangrove untuk Masa Depan

Di Kuala Selat, misi Ekspedisi Merah Putih Presisi diwujudkan melalui sejumlah aksi konkret. Rombongan menyerahkan bantuan sembako, bantuan ketinting serta matching grants kepada 13 kelompok masyarakat dampingan PPIU M4CR Riau.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen menjaga pesisir Riau dan penanaman mangrove.

Inilah yang membuat ekspedisi tersebut memiliki dimensi lebih luas. Bantuan sosial menjawab kebutuhan masyarakat hari ini, sementara rehabilitasi mangrove diarahkan untuk melindungi ruang hidup masyarakat dalam jangka panjang.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bahkan menyatakan komitmen mendorong rehabilitasi mangrove seluas 500 hektare, dengan harapan dapat diperluas hingga 1.000 hektare di kawasan terdampak abrasi. Menurut Jumhur, pemulihan lingkungan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman.

Pembibitan, penanaman dan pemeliharaan akan menjadi bagian dari proses berkelanjutan selama tiga tahun. Program tersebut juga diharapkan membuka peluang green jobs bagi masyarakat sekitar.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai tindak lanjut dari gerakan Ekspedisi Merah Putih yang dilakukan Kapolda Riau di wilayah Indragiri Hilir.

Menembus Medan Berat demi Masyarakat

Kuala Selat bukan wilayah yang mudah dijangkau. Dari Mako Polsek Kateman menuju kawasan terdampak abrasi dibutuhkan perjalanan sekitar 25 kilometer atau sekitar 45 hingga 60 menit menggunakan speedboat.

Kondisi perairan sangat dipengaruhi pasang-surut. Di kawasan pantai, lumpur bahkan dapat mencapai lutut hingga paha. Medan seperti itu membuat ekspedisi membutuhkan kesiapan personel, sarana transportasi dan koordinasi yang matang.

Di sinilah peran AKBP Donny menjadi penting sebagai pengendali jajaran Polres Inhil di wilayah yang menjadi salah satu pintu pelaksanaan ekspedisi.

Ia memastikan personel tidak hanya berangkat, tetapi memahami misi yang dibawa: menghadirkan pelayanan kepolisian, membangun kedekatan dengan masyarakat dan mendukung agenda kemanusiaan serta lingkungan.

Dari Merah Putih hingga Green Policing

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau 2026 menjadi gambaran bagaimana semangat kebangsaan dapat dikembangkan menjadi aksi nyata.

Merah Putih tidak hanya dikibarkan sebagai simbol kemerdekaan. Ia diterjemahkan menjadi kehadiran negara di kawasan pesisir, bantuan bagi masyarakat, pemberdayaan kelompok lokal serta perlindungan lingkungan.

Penanaman mangrove sekaligus menjadi implementasi semangat Green Policing yang dikembangkan Polda Riau.

Bagi masyarakat Kuala Selat, persoalan abrasi bukan isu yang jauh. Abrasi menyentuh langsung kebun, penghidupan dan masa depan keluarga mereka. Karena itu, pemulihan pesisir memiliki arti jauh lebih besar daripada sekadar menanam pohon.

Kepemimpinan yang Mengubah Medan Menjadi Pengabdian

Di bawah kepemimpinan Irjen Herry Heryawan, Polda Riau membawa pesan bahwa Polri harus mampu menjangkau masyarakat hingga kawasan pesisir dan wilayah dengan akses terbatas.

Di lapangan, pesan tersebut diterjemahkan Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto dengan mengerahkan kekuatan personel, menyiapkan logistik, memastikan keselamatan dan membangun pendekatan humanis kepada masyarakat.

Sinergi keduanya memperlihatkan satu pola kepemimpinan: Kapolda menentukan arah besar, Kapolres memastikan arah tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat.

Kuala Selat menjadi bukti bahwa jarak, pasang-surut dan lumpur bukan penghalang bagi negara untuk hadir.

Dari Tembilahan menuju pesisir Kateman, dari speedboat hingga kawasan abrasi, Ekspedisi Merah Putih Presisi membawa pesan yang kuat: kemerdekaan harus dirasakan sampai ke sudut terluar, bukan hanya dirayakan di pusat kota.

Dan di Kuala Selat, kepemimpinan Irjen Herry Heryawan bersama AKBP Donny Eko Listianto menegaskan bahwa Polri tidak datang sekadar untuk melihat persoalan, tetapi turun langsung membawa kepedulian, membuka ruang solusi dan ikut menjaga masa depan masyarakat pesisir.

Merah Putih berkibar, masyarakat bergerak, pesisir dipulihkan, negara hadir hingga ke batas terluar negeri.

Berita Terkait

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 
AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak
AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen
Merah Putih Menggema, AKBP Hidayat Perdana Perkuat Nasionalisme di Kuansing
Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global
Satu Pekan Penuh Aksi Nyata, AKBP Hidayat Perdana Tunjukkan Kepemimpinan Tegas, Bijaksana dan Humanis di Kuansing
Sepekan Penuh Aksi! AKBP Donny Eko Listianto Turun Ke Garis Depan, Jaga Rakyat, Lindungi Alam Inhil
Penculikan Aktivis Kesehatan Lebak, Tim Hukum FERADI WPI Adukan Penanganan Kasus ke DPR RI, Kompolnas dan Propam Mabes Polri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:53 WITA

AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WITA

Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:02 WITA

AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global

Berita Terbaru