DR. FACHRUL RAZI: AMERIKA SUDAH MENEMUKAN POTENSI MIGAS DAN EMAS DI INDONESIA TERMASUK DI ACEH SEJAK TAHUN 1960

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, 5 Juli 2026 – Tokoh politik nasional asal Aceh sekaligus Mantan Senator DPD RI periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi, M.I.P., mengungkapkan analisis geopolitik yang mendalam terkait rekam jejak penguasaan sumber daya alam (SDA) Indonesia oleh kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara di kanal Unpacking Indonesia Podcast, Dr. Fachrul Razi membeberkan bahwa Amerika Serikat telah memetakan kekayaan alam Indonesia—termasuk emas dan minyak bumi—sejak era 1960-an.

“Amerika itu sudah memotret potensi sumber daya alam Indonesia dari tahun 1960-an. Sumber daya minyak dan sumber daya emas. Aceh memiliki dua potensi besar itu,” ujar Fachrul Razi.

Menurut Fachrul, peta potensi SDA ini menjadi motor penggerak kepentingan geopolitik Amerika Serikat di Asia dan Pasific. Ia mencontohkan bagaimana eksplorasi besar-besaran mulai masuk ke Aceh pada era 1970-an melalui berdirinya PT Arun yang kemudian dilanjutkan oleh raksasa migas asing, Mobil Oil. Sementara di wilayah timur Indonesia, potensi emas raksasa mulai dikuasai melalui Freeport.

Lebih lanjut, Fachrul mengaitkan dinamika transisi politik nasional pada era 1960-an dengan kepentingan ekonomi global tersebut. Berdasarkan hasil kajiannya, jatuhnya Presiden Soekarno tidak lepas dari sikap tegas sang proklamator yang menolak utang luar negeri dan berusaha menjaga kedaulatan SDA Indonesia.

Pascaperalihan kekuasaan pada tahun 1966, peta hukum Indonesia mengalami pergeseran radikal. Pada tahun 1967, lahirlah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA).

“Dari sistem negara kesatuan (yang protektif), kita langsung jadi liberal. Asing masuk. PT Arun masuk, Freeport masuk, Chevron masuk. Semua perusahaan asing. Mengapa? Karena asing punya kepentingan terhadap potensi sumber daya alam kita,” urai mantan Senator dua periode tersebut.

Menutup analisisnya, Dr. Fachrul Razi menekankan bahwa tantangan kedaulatan ini terus membayangi setiap pemimpin Indonesia hingga hari ini. Isu kedaulatan bukan lagi sekadar masalah domestik kedaerahan seperti di Aceh atau Papua, melainkan ancaman menyeluruh terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia pun memberikan catatan kritis agar kepemimpinan nasional saat ini, di bawah Presiden Prabowo Subianto, senantiasa waspada dan hati-hati dalam menavigasi kebijakan ekonomi dan diplomasi global.

“Soeharto pun jatuhnya juga karena asing. Ini Prabowo juga harus hati-hati. Jangan sampai jatuh karena tidak mau kompromi dengan kepentingan asing. Ini adalah persoalan kedaulatan,” pungkasnya tegas. Demikian hasil wawancara Dr. Fachrul Razi dalam kanal online https://youtu.be/Kp5pndAeSkI?si=IADu7a8xKkZ7ZLyC .

Berita Terkait

Kolaborasi Dispenal dan ITL Trisakti Diseminasi Informasi
Hak Jawab, Somasi, dan Akuntabilitas Publik: Bedah Yuridis atas Sengketa Pemberitaan Martin Manoluk, Putri Arum dan Agung Nugroho
Menakar Keadilan di Bumi Lancang Kuning: Surat Audiensi Evi Friska dan Kritik Keras Wilson Lalengke Terhadap Polri
Terbongkarnya Dugaan Pencurian Kabel PT Telkom, Berawal dari Temuan Tim PPWI di Lampung Timur
Membuka Tabir ‘Ijazah Jokowi’: Wilson Lalengke Titip Buku Refleksi untuk Mantan Presiden Joko Widodo
Pesan Kejujuran Buku “Ijazah Jokowi” Karya Wilson Lalengke Terus Bergulir ke Tokoh Nasional dan Internasional
Sampah Menggunung di Cengkareng Barat, Warga Pertanyakan Koordinasi Pengurus Lingkungan dan Respons Penanganan
Soegiharto Santoso (Hoky): “Ajang Inovasi BRICS 2026, Dorong Talenta Indonesia Tembus Panggung Dunia”
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:11 WITA

Kolaborasi Dispenal dan ITL Trisakti Diseminasi Informasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:08 WITA

DR. FACHRUL RAZI: AMERIKA SUDAH MENEMUKAN POTENSI MIGAS DAN EMAS DI INDONESIA TERMASUK DI ACEH SEJAK TAHUN 1960

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:04 WITA

Hak Jawab, Somasi, dan Akuntabilitas Publik: Bedah Yuridis atas Sengketa Pemberitaan Martin Manoluk, Putri Arum dan Agung Nugroho

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:59 WITA

Menakar Keadilan di Bumi Lancang Kuning: Surat Audiensi Evi Friska dan Kritik Keras Wilson Lalengke Terhadap Polri

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:54 WITA

Terbongkarnya Dugaan Pencurian Kabel PT Telkom, Berawal dari Temuan Tim PPWI di Lampung Timur

Berita Terbaru