Soegiharto Santoso (Hoky): “Ajang Inovasi BRICS 2026, Dorong Talenta Indonesia Tembus Panggung Dunia”

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta — Komitmen kuat untuk mendorong inovator nasional menembus pasar global kembali ditegaskan oleh Ketua Umum DPP APKOMINDO dan Ketua Umum DPP APTIKNAS, Soegiharto Santoso atau yang akrab disapa Hoky, dalam momentum strategis BRICS Industrial Innovation Contest 2026 – Indonesia Overseas Qualifier yang akan digelar pada 7 Mei 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta. Dukungan penuh ini disampaikan sebagai bagian dari langkah konkret memperkuat ekosistem inovasi nasional di tengah persaingan global berbasis teknologi, sekaligus membuka akses bagi talenta Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional melalui kolaborasi lintas negara dalam kerangka BRICS.

Sebagai sosok pemimpin organisasi yang dikenal humanis, tegas, religius, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan bangsa, Hoky kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak utama dalam membangun sinergi antara dunia usaha, inovator, dan jejaring global. Kepemimpinannya tidak hanya dirasakan oleh jajaran internal organisasi, tetapi juga oleh masyarakat luas yang kerap menantikan kehadirannya dalam berbagai forum strategis.

Dukungan APKOMINDO dan APTIKNAS terhadap ajang ini bukan sekadar simbolis, melainkan mencerminkan komitmen jangka panjang dalam membangun daya saing industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia. Hoky menegaskan bahwa di era revolusi industri baru, keberhasilan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh besarnya sumber daya semata, melainkan oleh kecepatan beradaptasi, inovasi, serta kemampuan membangun kolaborasi global.

“Kami melihat BRICS Industrial Innovation Contest ini sebagai gerbang strategis bagi inovator Indonesia untuk naik kelas ke panggung dunia. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang pembuktian bahwa anak bangsa mampu bersaing secara global dengan integritas, kreativitas, dan kolaborasi,” tegas Hoky.

Sebagai pemimpin yang disegani dan dipatuhi oleh bawahannya, Hoky dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Ia tidak hanya fokus pada capaian organisasi, tetapi juga pada pembangunan karakter dan integritas sumber daya manusia di dalamnya. Dalam setiap arahannya, ia selalu menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi wadah untuk mengabdi. Kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab moral untuk membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Hoky dalam salah satu pernyataannya yang sarat makna.

Ajang BRICS Industrial Innovation Contest 2026 sendiri merupakan bagian dari inisiatif negara-negara BRICS dalam memperkuat kolaborasi global di bidang inovasi industri. Dengan mengusung semangat percepatan revolusi industri baru, kegiatan ini menjadi peluang emas bagi inovator Indonesia untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan karya-karya unggulan ke pasar global.

Hoky juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini, termasuk dukungan dari Teddy Sugianto serta kolaborasi strategis dengan Angga Pramana Jaya. Menurutnya, sinergi lintas organisasi seperti ini merupakan kunci dalam membangun kekuatan kolektif bangsa di tengah dinamika global.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri di era ini. Kolaborasi adalah kunci. Ketika berbagai elemen bersatu dengan visi yang sama, maka kita akan mampu menciptakan lompatan besar bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pemimpin organisasi, Hoky juga dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Dalam berbagai kesempatan, ia aktif mendorong program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi. Nilai-nilai religius yang ia pegang teguh menjadi landasan dalam setiap langkah dan keputusannya.

Bagi Hoky, inovasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong para inovator untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial.

“Inovasi yang sejati adalah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Jangan hanya berpikir tentang profit, tetapi pikirkan juga dampak sosialnya. Di situlah letak nilai keberkahan dalam setiap karya,” pesannya dengan penuh ketegasan.

Kompetisi ini terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari universitas, lembaga riset, perusahaan, hingga komunitas startup. Dengan fokus pada sektor strategis seperti Artificial Intelligence, Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics, ajang ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi unggulan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan berbagai manfaat strategis, mulai dari akses pendanaan, jejaring global, hingga kesempatan untuk melaju ke babak final internasional di Xiamen, Tiongkok. Hal ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain potensial dalam ekosistem inovasi global.

Dalam konteks ini, peran APKOMINDO dan APTIKNAS menjadi sangat krusial. Di bawah kepemimpinan Hoky, kedua organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah bagi pelaku industri, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi digital nasional.

Hoky menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong seluruh anggota dan pelaku industri TIK untuk memanfaatkan momentum ini secara maksimal. Ia percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama dalam industri teknologi global, asalkan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan baik.

“Ini adalah momentum kita. Jangan ragu untuk melangkah. Dunia sedang membuka pintunya, dan kita harus siap masuk dengan percaya diri, membawa karya terbaik anak bangsa,” ujarnya penuh semangat.

Sebagai penutup, Hoky kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam setiap langkah, baik dalam kompetisi maupun dalam kehidupan profesional.

“Integritas adalah fondasi utama. Tanpa itu, keberhasilan tidak akan memiliki makna. Jadilah inovator yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter. Karena pada akhirnya, yang akan dikenang bukan hanya karya kita, tetapi juga nilai yang kita bawa,” tutupnya.

Dengan kepemimpinan yang kuat, humanis, dan berintegritas, Soegiharto Santoso terus menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Dukungan yang ia berikan terhadap BRICS Industrial Innovation Contest 2026 bukan hanya langkah strategis, tetapi juga wujud nyata dari dedikasi seorang pemimpin yang selalu hadir untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Kolaborasi Dispenal dan ITL Trisakti Diseminasi Informasi
DR. FACHRUL RAZI: AMERIKA SUDAH MENEMUKAN POTENSI MIGAS DAN EMAS DI INDONESIA TERMASUK DI ACEH SEJAK TAHUN 1960
Hak Jawab, Somasi, dan Akuntabilitas Publik: Bedah Yuridis atas Sengketa Pemberitaan Martin Manoluk, Putri Arum dan Agung Nugroho
Menakar Keadilan di Bumi Lancang Kuning: Surat Audiensi Evi Friska dan Kritik Keras Wilson Lalengke Terhadap Polri
Terbongkarnya Dugaan Pencurian Kabel PT Telkom, Berawal dari Temuan Tim PPWI di Lampung Timur
Membuka Tabir ‘Ijazah Jokowi’: Wilson Lalengke Titip Buku Refleksi untuk Mantan Presiden Joko Widodo
Pesan Kejujuran Buku “Ijazah Jokowi” Karya Wilson Lalengke Terus Bergulir ke Tokoh Nasional dan Internasional
Sampah Menggunung di Cengkareng Barat, Warga Pertanyakan Koordinasi Pengurus Lingkungan dan Respons Penanganan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:11 WITA

Kolaborasi Dispenal dan ITL Trisakti Diseminasi Informasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:08 WITA

DR. FACHRUL RAZI: AMERIKA SUDAH MENEMUKAN POTENSI MIGAS DAN EMAS DI INDONESIA TERMASUK DI ACEH SEJAK TAHUN 1960

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:04 WITA

Hak Jawab, Somasi, dan Akuntabilitas Publik: Bedah Yuridis atas Sengketa Pemberitaan Martin Manoluk, Putri Arum dan Agung Nugroho

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:59 WITA

Menakar Keadilan di Bumi Lancang Kuning: Surat Audiensi Evi Friska dan Kritik Keras Wilson Lalengke Terhadap Polri

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:54 WITA

Terbongkarnya Dugaan Pencurian Kabel PT Telkom, Berawal dari Temuan Tim PPWI di Lampung Timur

Berita Terbaru