KUANTAN SINGINGI — Kepemimpinan yang kuat tidak cukup hanya terlihat dari ketegasan dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin juga dituntut mampu membaca situasi, memahami kebutuhan masyarakat, menjaga lingkungan, membangun sinergi serta menghadirkan rasa aman yang benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat.
Karakter kepemimpinan semacam itulah yang tengah ditunjukkan Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H.
Dalam satu pekan, jajaran Polres Kuansing bergerak di berbagai lini strategis. Dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, patroli menjaga keamanan malam hari, penguatan pos kamling, kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, pengawasan keamanan pangan, hingga Gerakan Pangan Murah.
Rangkaian aksi tersebut memperlihatkan bahwa AKBP Hidayat Perdana tidak membangun kepemimpinan hanya dari balik meja. Ia mendorong institusinya hadir, bergerak dan bekerja menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Ketegasan terhadap potensi pelanggaran hukum berjalan beriringan dengan pendekatan humanis. Kesiapsiagaan menjaga keamanan dipadukan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Semangat tersebut terangkum dalam prinsip “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.”
Bagi AKBP Hidayat Perdana, menjaga Kuansing bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban. Lebih jauh, menjaga Kuansing berarti menjaga masyarakat, melindungi alam, memperkuat ketahanan sosial dan memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan rakyat.
Tegas menghadapi ancaman karhutla
Ancaman kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu perhatian serius Kapolres Kuansing.
Rabu (5/8/2026), AKBP Hidayat Perdana memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di halaman Mapolres Kuansing. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Kuansing, BPBD, Masyarakat Peduli Api serta berbagai stakeholder terkait. Bagi Kapolres, apel bukan sekadar seremoni. Kegiatan tersebut menjadi momentum memastikan seluruh kekuatan benar-benar siap menghadapi potensi bencana.
“Apel ini adalah tanda kita siap bergerak. Pencegahan adalah kunci utama. Jauh lebih baik kita mencegah daripada sibuk memadamkan api ketika sudah meluas,” tegasnya.
Data hingga Agustus yang mencatat 52 titik panas dan 10,53 hektare lahan terbakar menjadi peringatan keras agar seluruh pihak tidak lengah.
AKBP Hidayat Perdana juga memberikan pesan tegas kepada seluruh elemen masyarakat maupun perusahaan.
Siapa pun yang sengaja melakukan pembakaran lahan akan ditindak sesuai ketentuan hukum. Namun ketegasan tersebut tidak berhenti pada ancaman penindakan. Kapolres juga mendorong penguatan pencegahan melalui edukasi, sosialisasi dan deteksi dini.
Jajaran Polsek Cerenti, Pangean dan wilayah lainnya bergerak menyampaikan larangan pembakaran lahan, menyebarkan maklumat serta melakukan pemantauan terhadap kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran.
Pola tersebut menunjukkan kepiawaian AKBP Hidayat Perdana dalam menempatkan penegakan hukum dan pencegahan pada satu garis kebijakan.
Menembus malam demi memastikan warga merasa aman
Persoalan keamanan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Melalui arahan Kapolres, Tim Raga Polres Kuansing meningkatkan patroli malam di sejumlah titik rawan. Kehadiran personel diarahkan untuk mencegah berbagai gangguan kamtibmas, termasuk balap liar, penggunaan knalpot brong serta potensi kejahatan C3 di kawasan pusat keramaian Teluk Kuantan.
Bagi Kapolres, patroli bukan sekadar rutinitas.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan efek pencegahan sekaligus membangun rasa aman.
“Kehadiran kami di jalanan adalah untuk memberikan jaminan rasa aman bagi warga. Kami tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungannya sendiri,” ujarnya.
Konsep keamanan yang dibangun juga tidak hanya bertumpu pada kekuatan personel kepolisian.
Pos Kamling kembali menjadi bagian penting dari strategi menjaga keamanan lingkungan. Pengecekan dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Cerenti, Pangean, Benai, Singingi hingga Kuantan Tengah.
“Pos ronda yang hidup adalah salah satu benteng terkuat kita. Mari bersinergi, saling peduli dan segera melapor apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan,” pesan AKBP Hidayat Perdana.
Pesan tersebut memperlihatkan bagaimana Kapolres berupaya menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis kepolisian.
Ketegasan hukum disandingkan dengan kelembutan hati
Di balik ketegasannya menjaga keamanan, AKBP Hidayat Perdana juga menunjukkan sisi humanis. Melalui program Jumat Barokah, jajaran Polsek Singingi menyalurkan bantuan infak personel kepada warga kurang mampu di Desa Sungai Kuning.
“Kehadiran Polri tidak cukup hanya saat ada masalah. Kami ingin hadir ketika warga sedang susah. Berbagi sedikit rezeki, semoga dapat meringankan beban mereka,” ungkap Kapolres.
Pesan tersebut menjadi gambaran bahwa bagi AKBP Hidayat Perdana, hubungan polisi dan masyarakat tidak boleh dibangun hanya berdasarkan kewenangan.
Kepercayaan masyarakat justru tumbuh ketika polisi mampu hadir dalam berbagai keadaan. Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, polisi hadir. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, polisi memberikan pelayanan. Dan ketika masyarakat mengalami kesulitan, polisi tidak menutup mata.
Peduli pangan, peduli kesehatan masyarakat
Kepedulian terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui perhatian terhadap aspek pangan dan kesehatan. Jajaran Polres Kuansing melakukan pemantauan terhadap keamanan makanan di dapur SPPG guna memastikan makanan yang disajikan memenuhi aspek kebersihan, kelayakan dan keamanan.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa tugas kepolisian dalam perspektif AKBP Hidayat Perdana tidak hanya berbicara tentang kriminalitas. Persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas juga menjadi bagian dari perhatian institusi.
Di sisi lain, Polres Kuansing menggandeng Bulog melalui Gerakan Pangan Murah dengan menyalurkan 3.000 kilogram beras SPHP kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan.
Kepemimpinan yang hadir, bukan sekadar memerintah
Jika seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditarik dalam satu benang merah, terlihat jelas karakter kepemimpinan AKBP Hidayat Perdana. Ia tidak sekadar memberikan instruksi, tetapi membangun pola kerja yang menuntut jajaran bergerak cepat, membaca persoalan dan hadir langsung di tengah masyarakat. Karhutla dihadapi dengan pencegahan sekaligus ketegasan hukum. Gangguan kamtibmas diantisipasi melalui patroli dan pemberdayaan masyarakat. Persoalan sosial dijawab dengan kepedulian.
Ketahanan pangan diperkuat melalui kolaborasi.
Semua itu memperlihatkan kepemimpinan yang berusaha menempatkan Polri sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat. Ketegasan, kebijaksanaan dan humanisme dalam satu kepemimpinan
Sosok AKBP Hidayat Perdana menunjukkan bahwa ketegasan dan humanisme bukanlah dua karakter yang saling bertentangan.
Keduanya justru dapat berjalan beriringan. Tegas ketika aturan dilanggar. Berani ketika masyarakat membutuhkan perlindungan.
Bijaksana ketika mengambil keputusan.
Dan humanis ketika berhadapan dengan masyarakat yang membutuhkan perhatian. Inilah wajah kepemimpinan yang ingin dibangun di Polres Kuansing. Kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil penindakan, tetapi juga pada terciptanya rasa aman, ketertiban, kepedulian sosial dan keberlanjutan lingkungan.
“Mari kita lanjutkan langkah bersama. Lindungi tuah alam kita, jaga marwah masyarakat kita. Polres Kuansing ada di sini, untuk rakyat dan bersama rakyat,” pesan AKBP Hidayat Perdana.
Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran arah pengabdiannya.
Sebab bagi masyarakat, keberhasilan kepolisian bukan semata-mata dihitung dari banyaknya kasus yang ditangani. Keberhasilan juga terlihat ketika warga dapat tidur dengan tenang, anak-anak dapat beraktivitas dengan aman, lingkungan terlindungi, masyarakat mendapatkan akses pangan yang layak dan warga merasa polisi berada di sisi mereka.
Dari hutan hingga jalanan, dari pos ronda hingga rumah warga, dari persoalan keamanan hingga kebutuhan pangan, AKBP Hidayat Perdana berupaya menghadirkan satu wajah kepemimpinan: tegas menjaga hukum, bijaksana mengambil langkah, dan humanis dalam mengayomi rakyat.
Di Kuantan Singingi, semangat itu terus dijaga: Melindungi tuah, menjaga marwah, mengabdi untuk rakyat.

















