PONTIANAK | Kliknusa.id – Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak, Dr. Pontas Efendi, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Penyelesaian Perkara bagi aparatur peradilan se-wilayah hukum Pengadilan Tinggi Pontianak pada Selasa pagi, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis modernisasi sistem pembelajaran aparatur peradilan melalui penerapan metode blended learning berbasis teknologi digital menggunakan platform Badilum Learning Center (BLC).
pembukaan Bimtek tersebut menegaskan komitmen Pengadilan Tinggi Pontianak dalam mempercepat penyelesaian perkara sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur peradilan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran modern.
Kegiatan yang diselenggarakan dengan sistem blended learning itu diawali dengan pembelajaran mandiri dan kuis evaluasi melalui platform BLC, kemudian dilanjutkan dengan sesi pembelajaran daring melalui Zoom Meeting dan pembelajaran klasikal secara langsung.
Bimtek tersebut diikuti para hakim, panitera, pejabat teknis, dan aparatur peradilan dari berbagai satuan kerja di wilayah hukum PT Pontianak. Program ini menjadi bagian dari inovasi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum) Mahkamah Agung RI dalam meningkatkan kualitas kompetensi teknis aparatur peradilan di era digital.
Dalam sambutannya, Dr. Pontas Efendi menyampaikan apresiasi terhadap langkah modernisasi pembelajaran yang dilakukan Ditjen Badilum melalui platform BLC. Menurutnya, kehadiran sistem pembelajaran digital membuka ruang yang lebih luas bagi aparatur peradilan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Kita bersyukur Badilum telah membuka ruang belajar melalui BLC, dilanjutkan dengan pembelajaran melalui Zoom maupun klasikal. Tentunya hal ini memberikan keuntungan tersendiri karena menjadi jendela untuk menambah wawasan bagi hakim dan pejabat teknis lainnya,” ujar Dr. Pontas Efendi.
Lebih lanjut, Ketua PT Pontianak menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam mendukung terciptanya pelayanan peradilan yang profesional, cepat, dan berintegritas.
Menurutnya, tantangan dunia peradilan saat ini menuntut aparatur untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika hukum yang terus berkembang.
“Peradilan modern membutuhkan aparatur yang terus belajar, adaptif, dan memiliki wawasan luas. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pelayanan dan profesionalisme,” tegasnya.
Dr. Pontas Efendi juga mengapresiasi berbagai inovasi digital yang dikembangkan oleh Ditjen Badilum. Ia menilai aplikasi-aplikasi tersebut memiliki manfaat besar dalam mendukung pengembangan kompetensi aparatur peradilan sekaligus memperkuat pola karier tenaga teknis.
“Aplikasi-aplikasi yang dibuat Ditjen Badilum memiliki banyak kelebihan. Salah satunya BLC, yang tidak hanya dapat diikuti aparatur peradilan, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin mempelajari dunia peradilan dan hukum,” katanya.
Ia menilai keterbukaan akses pembelajaran melalui BLC menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi hukum masyarakat sekaligus memperkuat transparansi lembaga peradilan.
Selain membahas modernisasi pembelajaran, Ketua PT Pontianak juga menyoroti pentingnya integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan. Menurutnya, peningkatan kompetensi teknis harus berjalan seiring dengan penguatan moral dan etika profesi.
“Kemampuan teknis tanpa integritas tidak akan cukup. Hakim dan aparatur peradilan harus memiliki integritas yang kuat agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan tetap terjaga,” tegasnya.
Dalam arahannya, Dr. Pontas Efendi juga memberikan pesan bijak kepada seluruh peserta agar menjadikan proses pembelajaran sebagai bagian dari pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan terus tingkatkan kemampuan diri. Apa yang dipelajari hari ini harus memberi manfaat nyata dalam pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.
Ia berharap materi yang disampaikan dalam Bimtek tidak hanya memperluas pemahaman substansi hukum, tetapi juga memperkuat karakter dan integritas aparatur peradilan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memperluas wawasan, tidak hanya berkaitan dengan substansi hukum, tetapi juga mengenai integritas, dengan titik berat utama pada hakim,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PT Pontianak turut menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis dan Subdirektorat Pengembangan Ditjen Badilum atas dukungan dan materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan Bimtek ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai metode pembelajaran blended learning memberikan fleksibilitas sekaligus meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
Sejumlah peserta mengaku bahwa sistem pembelajaran berbasis digital melalui BLC membantu mereka mengakses materi dengan lebih mudah dan memungkinkan proses belajar dilakukan secara mandiri sebelum sesi tatap muka berlangsung.
Selain mempercepat transfer pengetahuan, metode tersebut juga dinilai mampu meningkatkan budaya belajar di lingkungan peradilan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan komitmen Pengadilan Tinggi Pontianak dalam mendukung reformasi peradilan melalui penguatan kualitas SDM, percepatan penyelesaian perkara, dan pemanfaatan teknologi digital.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari transformasi Mahkamah Agung menuju lembaga peradilan modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebagai penutup, Dr. Pontas Efendi kembali menegaskan pentingnya semangat belajar dan integritas sebagai fondasi utama aparatur peradilan dalam menjalankan tugas.
“Jadikan pembelajaran sebagai budaya kerja. Dengan wawasan yang luas dan integritas yang kuat, kita dapat menghadirkan pelayanan peradilan yang profesional, cepat, dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya Bimtek tersebut, diharapkan aparatur peradilan di wilayah hukum PT Pontianak semakin siap menghadapi tantangan penegakan hukum di era modern serta mampu memberikan pelayanan hukum yang lebih berkualitas kepada masyarakat.
Penulis: Sudirlam
Sumber: Tim Badilum dan Tim BLC

















