Hoky Dorong Transformasi Digital: Dari Smart City hingga Gerakan Nasional Industri Game

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA–YOGYAKARTA — Kiprah Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky) dalam mendorong penguatan ekosistem teknologi nasional kembali mencuri perhatian. Ketua Umum DPP APTIKNAS sekaligus Ketua Umum DPP APKOMINDO tersebut menegaskan bahwa transformasi digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi, tetapi membutuhkan kolaborasi, kepastian hukum, penguatan talenta, perlindungan kekayaan intelektual, investasi, serta keberanian membangun industri nasional.

Dua momentum besar yang dihadirinya pada Agustus 2026 memperlihatkan konsistensi sikap tersebut. Pertama, dalam Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Hoky mendorong agar konsep kota cerdas tidak berhenti pada digitalisasi pelayanan publik. Kedua, dalam Indonesia Game Experience (IGEX) 2026 di Yogyakarta, ia membawa gagasan agar industri game Indonesia berkembang dari sekadar sektor hiburan menjadi bagian penting dari ekonomi digital, industri kreatif, budaya, teknologi, dan peluang kerja masa depan.

Pada pembukaan IISMEX 2026, Selasa (11/8/2026), yang dibuka Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono, berbagai sektor strategis dipertemukan dalam satu ekosistem. IISMEX digelar bersamaan dengan Indo Water 2026 Expo & Forum, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, serta Indo Firex.

Rangkaian pameran tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, industri teknologi, akademisi, asosiasi, hingga mitra internasional untuk mencari solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan Indonesia.

Menko AHY menekankan bahwa ketahanan air atau water security merupakan agenda strategis nasional yang berkaitan erat dengan ketahanan pangan, energi, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan.

Menurut AHY, pemerintah tidak mungkin menghadapi seluruh tantangan pembangunan seorang diri. Sinergi pemerintah pusat dan daerah dengan akademisi, dunia usaha, serta industri menjadi kunci untuk menghasilkan solusi yang benar-benar dapat diterapkan. Pandangan tersebut mendapat respons kuat dari Hoky.

Menurutnya, gagasan tentang kota cerdas harus ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Smart city bukan semata-mata persoalan aplikasi, jaringan internet, pusat data, atau digitalisasi pelayanan publik, melainkan bagaimana teknologi digunakan untuk mengelola seluruh sumber daya kota secara efektif, efisien, aman, terintegrasi, dan berkelanjutan.

«“Smart city pada akhirnya bukan hanya tentang teknologi digital. Bagaimana kita mengelola air, energi, lingkungan, keamanan, mobilitas, dan pelayanan publik secara terintegrasi juga merupakan bagian dari smart city,” tegas Hoky.»

Ia menilai penyelenggaraan berbagai pameran secara bersamaan menjadi momentum penting untuk mempertemukan kebutuhan pemerintah dengan kemampuan industri.

Dengan luas area sekitar 20.000 meter persegi dan melibatkan lebih dari 700 peserta pameran dari 23 negara, forum tersebut dinilai menunjukkan besarnya potensi serta perhatian dunia terhadap perkembangan infrastruktur, teknologi, energi, lingkungan, keamanan, dan kota cerdas di Indonesia.

Bagi Hoky, tantangannya bukan sekadar bagaimana teknologi ditampilkan dalam ruang pameran, melainkan bagaimana teknologi tersebut dibawa keluar menjadi solusi nyata.

Ia mendorong agar pertemuan antara pemerintah dan industri dilanjutkan dalam bentuk kerja sama, investasi, riset bersama, transfer teknologi, hingga implementasi di berbagai daerah.

“Bagi APTIKNAS, kegiatan seperti ini bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang bertemunya pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, dan pelaku teknologi untuk mencari solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya.

Dari Jakarta Game Show Menuju Gerakan Nasional

Semangat yang sama kemudian dibawa Hoky ke Yogyakarta ketika membuka dan mengikuti rangkaian IGEX 2026 di Sleman City Hall, Kamis (13/8/2026).

Di hadapan pelaku industri, pemerintah, akademisi, komunitas, kreator, dan ekosistem teknologi, Hoky mengingatkan bahwa perjalanan industri game Indonesia memiliki sejarah panjang.

Gerakan tersebut bermula dari Jakarta Game Show pada 2011, berkembang menjadi Jakarta Game Expo, hingga kemudian bertransformasi menjadi Indonesia Game Experience atau IGEX.

Menurut Hoky, perubahan nama dan cakupan tersebut bukan sekadar perubahan identitas acara. Transformasi itu menunjukkan bahwa industri game Indonesia telah bergerak dari sebuah kegiatan berbasis Jakarta menuju gerakan yang memiliki orientasi nasional.

«“Transformasi ini menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan hanya milik Jakarta, tetapi merupakan bagian dari gerakan nasional yang mencakup seluruh Indonesia,” kata Hoky.»

Ia menegaskan, IGEX tidak boleh dipandang sebatas festival permainan atau hiburan. Di dalamnya terdapat teknologi, kreativitas, desain, musik, animasi, budaya, pendidikan, kecerdasan buatan, peluang usaha, hingga lapangan pekerjaan.

Karena itu, pengembangan industri game nasional harus dilakukan secara serius dan terarah.

Hoky menyebut sedikitnya lima fondasi yang perlu diperkuat, yakni talenta digital berkualitas, ekosistem kolaborasi, investasi dan akses pasar global, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta tata kelola digital yang aman dan berintegritas.

Menurutnya, kemajuan teknologi tanpa perlindungan hukum dapat menciptakan ketidakpastian. Sebaliknya, regulasi tanpa inovasi juga dapat membuat Indonesia tertinggal.

«“Teknologi mendorong kemajuan, hukum menjaga kepercayaan, kolaborasi memperkuat bangsa, dan inovasi menciptakan masa depan,” tegasnya.»

Tidak Cukup Mengejar Jumlah Pengunjung

Hoky juga mengingatkan agar keberhasilan IGEX tidak hanya diukur berdasarkan jumlah pengunjung.

Pada IGEX 2025 di lima kota, kegiatan tersebut tercatat dihadiri lebih dari 350.000 pengunjung, melibatkan lebih dari 10.000 peserta kompetisi esports dan lebih dari 2.000 praktisi, akademisi, regulator, serta pelaku industri melalui TechSummit Forum.

Namun, capaian kuantitatif tersebut menurut Hoky harus ditingkatkan menjadi dampak ekonomi dan industri yang konkret.

Pada IGEX 2026, sejumlah agenda diarahkan untuk mempertemukan pelaku industri dengan pasar dan mitra potensial melalui Gaming Hardware Expo, AI & Digital Technology Showcase, Creator Hub, business matching, networking forum, kompetisi, serta kegiatan edukasi.

“Kita ingin keberhasilan IGEX diukur bukan hanya dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari lahirnya kolaborasi baru, meningkatnya investasi, berkembangnya industri kreatif nasional, serta terbukanya lebih banyak peluang kerja bagi talenta digital Indonesia,” jelasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan arah yang ingin dibangun Hoky: menjadikan kegiatan teknologi dan industri kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar agenda seremonial.

Memperkuat Ekosistem dari Aceh hingga Papua

Sebagai Ketua Umum APTIKNAS, Hoky memiliki basis jaringan organisasi yang menurutnya dapat menjadi modal untuk mempercepat pemerataan transformasi digital.

APTIKNAS memiliki jaringan 31 DPD dari Aceh hingga Papua, sementara APKOMINDO telah berdiri sejak 1991 dan kini memasuki usia 35 tahun.

Kekuatan jaringan tersebut dinilai dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan industri teknologi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, pendidikan, komunitas, dan talenta digital di berbagai wilayah.

Hoky juga menyoroti perkembangan Artificial Intelligence, cloud computing, cybersecurity, big data, hingga extended reality yang semakin mengubah pola kerja dan kehidupan masyarakat.

Industri game berada di titik temu berbagai teknologi tersebut sekaligus menjadi ruang ekspresi budaya dan kreativitas.

Karena itu, ia mendorong agar karya digital berbasis budaya Indonesia tidak hanya menjadi konsumsi domestik, tetapi mampu menembus pasar internasional.

Dukungan terhadap gagasan tersebut disampaikan Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc.

Feri menilai pengembangan game berbasis budaya dapat menjadi salah satu instrumen untuk membawa budaya Nusantara semakin dikenal di tingkat global.

Di sisi lain, pengalaman Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M., Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, menunjukkan bahwa talenta Indonesia memiliki peluang untuk berkolaborasi dengan profesional kelas dunia.

Semangat tersebut semakin memperkuat pesan IGEX bahwa teknologi, kreativitas, budaya, pendidikan, dan industri tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri.

AI, Siber, hingga Masa Depan Ekonomi Digital

Komitmen Hoky terhadap transformasi digital juga tercermin dari berbagai program APTIKNAS, mulai dari National Cybersecurity Connect (NCC), roadshow nasional “AI Driven Secure & Efficient” di sejumlah kota dengan dukungan BSSN RI, Warkop Digital, hingga pengembangan APTIKNAS Mall.

APTIKNAS juga telah mendirikan Koperasi APTIKNAS Maju Bersama serta terus mendorong penguatan regulasi keamanan dan ketahanan siber nasional.

Menurut Hoky, perkembangan AI dan teknologi digital harus diimbangi dengan keamanan, etika, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap pelaku industri.

Sebab, ekosistem digital yang sehat tidak hanya membutuhkan inovator, tetapi juga aturan main yang memberikan rasa aman bagi kreator, pengembang, investor, dan pengguna.

Dari Pameran Menuju Gerakan

Jika ditarik garis besar, pesan Hoky dalam IISMEX dan IGEX memiliki benang merah yang sama: Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi, tetapi harus berkembang menjadi bangsa yang mampu menciptakan, mengembangkan, melindungi, dan mengekspor teknologi serta karya kreatifnya sendiri.

Smart city membutuhkan industri teknologi yang kuat. Industri game membutuhkan talenta, infrastruktur, keamanan siber, perlindungan HKI, modal, dan akses pasar. Keduanya membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Hoky pun mengingatkan bahwa tidak ada satu kementerian, asosiasi, perusahaan, atau komunitas yang mampu membangun ekosistem digital nasional seorang diri.

«“Tidak ada satu kementerian, satu asosiasi, ataupun satu perusahaan yang mampu membangun ekosistem ini sendirian. Hanya melalui kolaborasi dan semangat gotong royong, cita-cita tersebut dapat kita wujudkan,” ujarnya.»

Ia berharap IGEX tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi platform berkelanjutan yang mempertemukan talenta, teknologi, investasi, budaya, komunitas, dan pasar.

Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran arah perjuangan Hoky di tengah percepatan transformasi digital Indonesia.

Bagi dirinya, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing bangsa, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat kemandirian industri, melindungi kreativitas, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat nyata.

«“Ketika sejarah transformasi digital Indonesia ditulis kelak, saya berharap kita dikenang bukan sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku yang ikut membangun masa depan bangsa,” pungkas Hoky.»

Berita Terkait

Ketua Umum APKOMINDO: HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Momentum Memperkuat Kedaulatan Digital, Inovasi Teknologi, dan Kepastian Hukum Menuju Indonesia Emas 2045
APKOMINDO dan APTIKNAS Siap Bersinergi Sukseskan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026, Mendorong Indonesia Menjadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital Dunia
Menghidupkan Kembali Roh Kebangsaan Melalui “Holopis Kuntul Baris”
Empat Tahun Berturut-turut Masuk Top 100 Indonesian Law Firms, Mustika Raja Law Office Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Dunia Usaha
APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung Pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia
Ketua Umum APKOMINDO: HUT Bhayangkara ke-80 Momentum Memperkuat Penegakan Hukum dan Keamanan Digital Menuju Indonesia Emas 2045
Dastrayani Bibra Terpilih Aklamasi dalam Musprovlub Muaythai Riau, Waketum PBMI Lantik Pengprov MI Riau periode 2026-2030
PPWI OKI Buka Posko Pengaduan Masyarakat, Ketua M. Abbas Umar: Suara Warga Harus Ditindaklanjuti
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:58 WITA

Hoky Dorong Transformasi Digital: Dari Smart City hingga Gerakan Nasional Industri Game

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:47 WITA

Ketua Umum APKOMINDO: HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Momentum Memperkuat Kedaulatan Digital, Inovasi Teknologi, dan Kepastian Hukum Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:56 WITA

APKOMINDO dan APTIKNAS Siap Bersinergi Sukseskan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026, Mendorong Indonesia Menjadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital Dunia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:22 WITA

Menghidupkan Kembali Roh Kebangsaan Melalui “Holopis Kuntul Baris”

Rabu, 1 Juli 2026 - 06:32 WITA

Empat Tahun Berturut-turut Masuk Top 100 Indonesian Law Firms, Mustika Raja Law Office Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Dunia Usaha

Berita Terbaru