Donny Andretti Tegaskan FERADI WPI Sidoarjo Harus Jadi Garda Hukum Bermartabat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Surabaya – Sidoarjo kembali menjadi sorotan dalam dinamika penguatan organisasi advokat dan paralegal nasional. Momentum pelantikan Dewan Pimpinan Cabang FERADI WPI Sidoarjo tidak hanya menjadi seremoni kelembagaan semata, namun menjelma sebagai titik tolak lahirnya kekuatan baru dalam perjuangan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berpihak kepada masyarakat pencari keadilan.

Di balik kuatnya arah organisasi tersebut, nama Ketua Umum FERADI WPI, Donny Andretti, tampil sebagai figur sentral yang menegaskan komitmen organisasi untuk menghadirkan wajah hukum yang tegas, humanis, dan bermartabat di tengah masyarakat.

Pelantikan Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.E., S.H., BKP., C.FTAX. sebagai Ketua DPC FERADI WPI Sidoarjo masa bakti 2026–2031 menjadi simbol lahirnya kepemimpinan daerah yang diharapkan mampu membawa semangat perjuangan hukum hingga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Dalam arahannya, Donny Andretti menegaskan bahwa FERADI WPI tidak boleh hanya menjadi organisasi papan nama, tetapi harus hadir nyata di tengah masyarakat sebagai rumah perjuangan hukum yang berani membela kebenaran dan menolak segala bentuk penyimpangan hukum.

“Pelantikan DPC FERADI WPI Sidoarjo menjadi momentum penguatan visi dan misi organisasi dalam menghadirkan layanan hukum profesional, berintegritas, adil, dan bermartabat bagi masyarakat,” tegas Donny Andretti.

Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian besar dari berbagai kalangan internal organisasi maupun masyarakat yang mengikuti perkembangan dunia advokat dan bantuan hukum. Sosok Donny dinilai konsisten membawa semangat perubahan dalam tubuh organisasi hukum modern yang tidak sekadar fokus pada formalitas profesi, tetapi juga pengabdian nyata kepada rakyat.

Pelantikan DPC FERADI WPI Sidoarjo sendiri dilandasi Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat FERADI WPI, Warung Paralegal Indonesia, Subur Jaya & Partners Nomor 1.311/S.K./DPP-FERADIWPI/2026 tentang pengangkatan Dewan Pimpinan Cabang Advokat & Paralegal FERADI WPI serta Pusat Bantuan Hukum FERADI WPI.

SK tersebut ditetapkan di Semarang pada 4 Mei 2026 dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum FERADI WPI Donny Andretti bersama Sekretaris Jenderal FERADI WPI Adv. Gaya M. Taufan, S.H.

Dalam dokumen itu ditegaskan bahwa keberadaan DPC FERADI WPI Sidoarjo bukan hanya bertugas memperkuat organisasi internal, melainkan juga menjalankan misi besar perlindungan hukum kepada masyarakat melalui penguatan bantuan hukum dan edukasi hukum secara luas.

Adv. Yulianto Kiswocahyono sebagai Ketua DPC FERADI WPI Sidoarjo dipercaya memimpin organisasi dengan membawa visi besar menjadikan lembaga tersebut sebagai organisasi hukum profesional, berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada penegakan hukum serta perlindungan hak masyarakat secara bermartabat.

Visi tersebut dinilai sejalan dengan arah perjuangan yang selama ini terus digaungkan oleh Donny Andretti di tingkat nasional. Dalam berbagai kesempatan, Donny kerap menekankan bahwa profesi advokat dan paralegal bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah moral untuk menjaga marwah hukum dan membela masyarakat yang tertindas.

Menurut Donny, tantangan dunia hukum saat ini semakin kompleks. Karena itu, organisasi advokat harus mampu melahirkan kader-kader yang bukan hanya pintar berbicara di ruang sidang, tetapi juga memiliki keberanian moral, loyalitas terhadap keadilan, serta kepedulian terhadap rakyat kecil.

“Advokat jangan menjadi penonton saat masyarakat mencari keadilan. Kita harus hadir, mendengar, mendampingi, dan memperjuangkan hak-hak mereka dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” ujar Donny penuh ketegasan.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran DPC FERADI WPI Sidoarjo agar menjaga nama baik organisasi melalui disiplin, etika profesi, dan loyalitas terhadap hukum.

“Jangan pernah memperjualbelikan keadilan. Jangan mencederai profesi hukum demi kepentingan sesaat. Integritas adalah harga mati bagi setiap insan FERADI WPI,” tegasnya.

Pernyataan keras tersebut disambut antusias para pengurus dan anggota yang hadir. Donny dinilai mampu menghadirkan semangat baru dalam membangun organisasi hukum yang tidak takut bersuara terhadap ketidakadilan.

Di bawah kepemimpinan Yulianto Kiswocahyono, DPC FERADI WPI Sidoarjo membawa sejumlah misi strategis, mulai dari penegakan hukum secara adil dan profesional, pemberian bantuan hukum kepada masyarakat, menjaga integritas dan etika profesi, meningkatkan kualitas anggota organisasi, hingga membangun kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi dan penyuluhan.

Bagi Donny Andretti, poin terpenting dari seluruh visi dan misi tersebut adalah keberpihakan nyata kepada masyarakat pencari keadilan. Ia menilai masih banyak masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan akses bantuan hukum karena keterbatasan ekonomi maupun ketidaktahuan terhadap hak-hak hukumnya.

Karena itu, keberadaan Pusat Bantuan Hukum FERADI WPI menjadi instrumen penting dalam menghadirkan layanan hukum yang lebih dekat, cepat, dan bermartabat.

“Jangan biarkan masyarakat kecil berjalan sendiri menghadapi persoalan hukum. Negara hukum harus benar-benar dirasakan rakyat. Di situlah FERADI WPI harus mengambil peran,” kata Donny.

Selain menyoroti pentingnya bantuan hukum, Donny juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam tubuh organisasi. Menurutnya, advokat dan paralegal masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memahami dinamika sosial, serta menguasai berbagai aspek hukum modern.

Ia berharap DPC FERADI WPI Sidoarjo aktif menggelar pendidikan hukum, pelatihan profesi, diskusi publik, hingga pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.

“Bangun organisasi dengan ilmu, loyalitas, dan kerja nyata. Jangan hanya besar dalam nama, tetapi kosong dalam pengabdian,” pesannya.

Semangat pembenahan organisasi juga tercermin dari susunan kepengurusan DPC FERADI WPI Sidoarjo yang diisi berbagai bidang strategis mulai dari peradilan umum, peradilan agama, peradilan tata usaha negara dan pajak, pendidikan dan pelatihan hukum, hingga bidang penanganan narkoba.

Kehadiran struktur tersebut menunjukkan keseriusan organisasi dalam membangun sistem kerja yang profesional dan terarah.

Adapun susunan kepengurusan DPC FERADI WPI Sidoarjo masa bakti 2026–2031 dipimpin oleh Ketua DPC Adv. Yulianto Kiswocahyono, S.E., S.H., BKP., C.FTAX., Sekretaris M. Arifin, S.H., S.Sos., M.M., C.MDF., C.JKJ., C.PFW., C.FTAX., serta Bendahara Eko Wahyu Pramono, S.Tr.P., S.Ak., C.FTAX.

Sejumlah bidang strategis lainnya juga diisi tokoh-tokoh yang diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi dan pelayanan hukum kepada masyarakat.

Pelantikan DPC FERADI WPI Sidoarjo akhirnya bukan hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa perjuangan hukum harus terus bergerak bersama rakyat.

Di bawah kepemimpinan Donny Andretti sebagai Ketua Umum, FERADI WPI menunjukkan arah organisasi yang semakin tegas dalam membangun sistem advokasi modern yang berintegritas, profesional, dan berpihak kepada keadilan sosial.

Bagi Donny, hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus berdiri di garis depan dalam menjaga marwah profesi hukum sekaligus memperjuangkan hak masyarakat tanpa pandang bulu.

“FERADI WPI harus menjadi rumah perjuangan hukum yang melahirkan keberanian, kejujuran, dan pengabdian. Kita hadir bukan untuk mencari popularitas, tetapi untuk menjaga keadilan tetap hidup di negeri ini,” pungkas Donny Andretti dengan penuh ketegasan dan wibawa.

Berita Terkait

FERADI WPI Desak Perlindungan Uun: LPSK Dituju, DPR RI Didorong Awasi Penanganan Perkara
Kasus UUN Disorot: Polda Banten Didesak Bongkar Dalang dan Buka Penyidikan
Kasus Uun Gelap, FERADI WPI Adukan ke Komisi III, LPSK, Kompolnas & Propam
FERADI WPI Kawal Penuh Perkara Fam Fuk Tjhong, Tegaskan LHP BK DPRD Lebak Tidak Menghentikan Penyidikan Polda Banten
Advokat Cecilia:Saya Akan Kooperatif Apabila Diminta Penyidik dan Tidak perlu takut
Laporan Oknum Jaksa Rakhmad Setiawan Terkatung-katung, Siti Khotijah: “Kenapa Terkesan Kebal Hukum? 
GWI Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Peredaran Obat Keras Daftar G di Pamulang
Tragedi di Intan Jaya: Penembakan Warga Sipil dan Gugatan Kemanusiaan atas Kebijakan Represif di Papua
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:12 WITA

FERADI WPI Desak Perlindungan Uun: LPSK Dituju, DPR RI Didorong Awasi Penanganan Perkara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Kasus UUN Disorot: Polda Banten Didesak Bongkar Dalang dan Buka Penyidikan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:37 WITA

Kasus Uun Gelap, FERADI WPI Adukan ke Komisi III, LPSK, Kompolnas & Propam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:22 WITA

FERADI WPI Kawal Penuh Perkara Fam Fuk Tjhong, Tegaskan LHP BK DPRD Lebak Tidak Menghentikan Penyidikan Polda Banten

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:43 WITA

Advokat Cecilia:Saya Akan Kooperatif Apabila Diminta Penyidik dan Tidak perlu takut

Berita Terbaru