Yogyakarta – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa begitu kuat menyelimuti pertemuan keluarga besar FERADI WPI bersama tim Subur Jaya Lawfirm dan Pusat Bantuan Hukum (PBH) FERADI WPI di kawasan ikonik Malioboro, Yogyakarta, Selasa malam (19/5/2026). Di tengah padatnya agenda penanganan perkara hukum lintas institusi, jajaran pengurus dan advokat memilih menikmati malam penuh kebersamaan di Restoran Solaria Malioboro Plaza Jogjakarta.
Momentum sederhana itu justru memperlihatkan wajah lain organisasi advokat yang selama ini dikenal tegas, keras, dan berani dalam membela kepentingan hukum masyarakat. Di balik ruang sidang, laporan hukum, dan tekanan perkara litigasi, tampak hubungan emosional yang kuat antaranggota dan pimpinan organisasi.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, bersama jajaran pengurus DPP dan tim hukum Subur Jaya Lawfirm. Turut hadir Kadiv DPP Basriyanto, Kadiv DPP David Agus Winoto, Kadiv DPP Nano Widodo, Ketua PBH Area Cilacap I Jonathan Gan Yauw Bing (GYB), Assisten Advokat Feri, beserta keluarga masing-masing.
Kegiatan diawali dengan makan malam bersama dalam suasana penuh canda, keakraban, dan diskusi ringan seputar dinamika penanganan perkara yang tengah dijalankan tim. Gelak tawa terdengar bersahutan di sela santap malam, memperlihatkan hubungan yang tidak sekadar profesional, tetapi juga emosional dan kekeluargaan.
Di tengah suasana santai tersebut, sosok Donny Andretti tetap menjadi pusat perhatian. Dikenal luas sebagai advokat yang keras, disiplin, dan lugas dalam memperjuangkan kepentingan klien, Donny menunjukkan sisi kepemimpinan humanis yang mampu membangun loyalitas serta solidaritas kuat di internal organisasi.
“Organisasi advokat bukan hanya tempat berkumpulnya orang-orang pintar hukum. Lebih dari itu, organisasi harus menjadi rumah perjuangan, rumah persaudaraan, rumah pembelajaran, dan rumah pengabdian. Kalau kita solid sebagai keluarga, maka kita akan kuat menghadapi tekanan perkara sebesar apa pun,” tegas Donny Andretti di sela kegiatan.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya dibangun dari kemampuan litigasi di pengadilan, tetapi juga dari rasa saling memiliki, loyalitas, serta kepedulian antaranggota. Ia menilai banyak organisasi besar runtuh bukan karena kekurangan kemampuan, melainkan karena hilangnya rasa persaudaraan dan integritas.
“Advokat jangan hanya hebat bicara di persidangan, tetapi juga harus punya hati. Kita harus menjaga marwah profesi, menjaga integritas, dan menjaga nama baik organisasi. Saya selalu tekankan kepada seluruh anggota FERADI WPI: jangan pernah menjual idealisme hanya karena tekanan, jabatan, atau materi,” ujar Donny dengan nada tegas.
Usai makan malam bersama, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan dengan berjalan santai menyusuri kawasan Malioboro. Suasana khas Jogjakarta yang hidup di malam hari menambah hangat kebersamaan tersebut. Deretan pedagang kaki lima, pusat oleh-oleh, suara musik jalanan, hingga lalu lalang delman dan becak motor menjadi warna tersendiri dalam kebersamaan keluarga besar FERADI WPI dan Subur Jaya Lawfirm.
Beberapa anggota terlihat menikmati suasana sambil berbelanja, bercengkerama, hingga berdiskusi santai mengenai agenda hukum esok hari. Di sela aktivitas tersebut, Donny Andretti juga tampak sesekali memberikan arahan dan motivasi kepada para anggota muda yang ikut dalam rombongan.
Ia menegaskan bahwa dunia advokat adalah medan pengabdian yang membutuhkan keberanian, kecerdasan, loyalitas, serta mental kuat menghadapi berbagai tekanan.
“Jangan takut menghadapi perkara besar. Jangan gentar menghadapi lawan yang kuat. Selama kita berpijak pada kebenaran dan hukum, maka kita harus berdiri tegak. Advokat itu pejuang keadilan, bukan pedagang perkara,” kata Donny.
Pernyataan tersebut disambut antusias para anggota yang hadir. Banyak di antara mereka menilai sosok Donny Andretti bukan hanya sekadar pimpinan organisasi, tetapi juga mentor sekaligus figur inspiratif yang mampu membangun semangat juang di kalangan advokat muda.
Kehangatan malam itu kemudian ditutup dengan kepulangan rombongan menuju Hotel Satoria Yogyakarta untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan agenda diskusi hukum daring melalui Google Meet pada pukul 21.00 WIB.
Meski baru saja menjalani aktivitas padat seharian, semangat para anggota terlihat belum surut. Hal itu menunjukkan militansi serta komitmen tinggi dalam menjalankan tugas profesi advokat di bawah naungan FERADI WPI dan Subur Jaya Lawfirm.
Agenda besar bahkan telah menanti pada Rabu (20/5/2026). Tim Subur Jaya Lawfirm bersama FERADI WPI dijadwalkan menjalani serangkaian penanganan perkara di sejumlah institusi hukum penting di Yogyakarta.
Kegiatan akan dimulai dengan penanganan perkara di Pengadilan Agama Kota Yogyakarta. Setelah itu, tim bergerak menuju Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta untuk melanjutkan agenda litigasi lainnya.
Tidak berhenti di sana, tim juga dijadwalkan melakukan penanganan perkara di Polresta Yogyakarta dan Ditreskrimum Polda DIY. Agenda kemudian ditutup dengan kunjungan ke KPKNL Yogyakarta terkait upaya penundaan lelang yang tengah diperjuangkan untuk kepentingan klien.
Rangkaian agenda tersebut memperlihatkan intensitas serta keseriusan tim hukum FERADI WPI dan Subur Jaya Lawfirm dalam menangani persoalan hukum masyarakat, baik litigasi maupun non litigasi.
Dalam keterangannya, Donny Andretti juga membuka ruang bagi seluruh anggota FERADI WPI yang berada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya untuk ikut bergabung dalam agenda penanganan perkara tersebut.
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam praktik lapangan merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan mental advokat.
“Kita ingin anggota FERADI WPI bukan hanya pintar teori, tetapi juga kuat praktik. Turun langsung ke pengadilan, ke kepolisian, ke lapangan, melihat bagaimana proses hukum berjalan secara nyata. Di situlah pengalaman dan mental advokat dibentuk,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika profesi serta integritas dalam setiap langkah penanganan perkara.
“Jangan pernah menyalahgunakan profesi advokat untuk kepentingan pribadi yang merusak hukum. Jadilah advokat yang berani membela kebenaran, bukan membela yang membayar paling besar. Integritas itu mahal, dan sekali rusak akan sulit dipulihkan,” pesan Donny Andretti.
Kebersamaan yang terbangun di Yogyakarta malam itu menjadi gambaran bagaimana FERADI WPI terus membangun kultur organisasi yang solid, militan, namun tetap humanis. Tidak hanya bergerak di ruang-ruang hukum formal, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat antaranggota.
Di tengah dinamika dunia hukum yang penuh tekanan dan kompetisi, suasana sederhana penuh kehangatan di Malioboro justru menjadi simbol penting bahwa solidaritas dan persaudaraan tetap menjadi fondasi utama perjuangan.
Bagi banyak anggota yang hadir, malam itu bukan sekadar makan malam biasa. Lebih dari itu, menjadi ruang konsolidasi moral, ruang penguatan semangat, serta ruang untuk kembali meneguhkan komitmen bahwa profesi advokat adalah jalan pengabdian demi keadilan.
Dan di tengah semua itu, sosok Donny Andretti kembali menunjukkan karakter kepemimpinannya: tegas dalam prinsip, keras dalam perjuangan, namun tetap hangat dalam membangun kekeluargaan.

















