Donny Andretti, Ketum FERADI WPI yang Disegani: Garang di Lapangan, Tulus Membela Kaum Kecil

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA — Nama Donny Andretti bukan lagi sosok asing di kalangan advokat, aktivis, media, hingga pihak pembiayaan yang kerap berhadapan dalam perkara fidusia dan sengketa hukum masyarakat kecil. Sosok advokat yang dikenal keras, berani, loyal, tegas, namun berhati tulus itu kini menjadi figur yang diperhitungkan di berbagai lini penegakan hukum dan advokasi masyarakat.

Di balik gaya bicaranya yang lantang dan sikapnya yang tanpa kompromi terhadap ketidakadilan, banyak cerita bermunculan tentang bagaimana Donny Andretti bekerja totalitas membela klien, anggota organisasi, hingga masyarakat yang tidak mampu. Tidak sedikit pula yang menyebutnya sebagai advokat “berangasan” karena keberaniannya menghadapi oknum-oknum yang dianggap menyalahgunakan kewenangan.

Namun bagi mereka yang mengenal dekat, Donny Andretti bukan sekadar advokat garang. Ia disebut sebagai pemimpin yang setia terhadap perjuangan, memegang integritas, dan tidak meninggalkan orang-orang yang meminta pertolongan kepadanya.

Salah satu kisah yang memperlihatkan bagaimana reputasi Donny Andretti dikenal luas terjadi ketika sekelompok tim hukum dari sebuah perusahaan pembiayaan datang menemui Wakil Ketua Umum III DPP FERADI WPI, M. Arifin. Pertemuan itu bertujuan membahas perkara fidusia yang sedang ditangani bersama oleh Arifin dan Donny Andretti.

Di tengah diskusi, pihak pembiayaan disebut sempat menghubungi beberapa rekan mereka di kota lain untuk mencari tahu siapa sosok Donny Andretti yang namanya tercantum dalam surat kuasa perkara tersebut.

Hasilnya justru membuat suasana berubah.

“Wah, rekan-rekan kami menyatakan Pak Donny itu dikenal pengacara berangasan, berani dan suka berkelahi. Kami tidak ingin memperkeruh masalah ini Pak Arifin. Kita selesaikan secara kekeluargaan saja,” ujar salah satu utusan pembiayaan kepada M. Arifin.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam berbagai penanganan perkara fidusia, Donny Andretti dikenal sering turun langsung menghadapi penarikan kendaraan yang diduga dilakukan secara ilegal di jalan tanpa prosedur pengadilan.

Salah satu rekan kerja Donny, Agus Polenk, mengungkapkan bagaimana dirinya berkali-kali menyaksikan langsung keberanian Ketua Umum FERADI WPI tersebut saat membela hak klien.

“Pak Donny sering saya ajak menangani perkara pengambilan kembali unit mobil yang dieksekusi liar di jalan tanpa prosedur hukum yang benar. Dari semua penanganan, luar biasa, semua unit berhasil diambil kembali,” ujar Agus Polenk.

Menurut Agus, situasi di lapangan tidak jarang memanas hingga nyaris terjadi bentrokan fisik. Bahkan beberapa kali Donny Andretti harus berhadapan dengan oknum-oknum yang diduga menjadi backing tindakan perampasan kendaraan.

“Saya ingat Pak Donny marah dan dengan berani menyatakan akan melaporkan oknum-oknum tersebut ke atasan mereka karena diduga menyalahgunakan kewenangan. Saya suka cara Pak Donny menangani perkara. Beliau tegak lurus, benar-benar totalitas membela klien,” lanjutnya.

Nama Donny Andretti juga disebut banyak membantu perkara pidana yang dianggap sarat ketidakadilan. Salah satunya disampaikan oleh Siti Khotijah, istri dari M. Umar Bin Abu Tholib, yang perkaranya pernah ditangani hingga tingkat kasasi.

Menurut Siti, suaminya awalnya divonis 10 tahun penjara di PN Sukadana Lampung. Namun setelah proses hukum ditangani Donny Andretti, hukuman tersebut berhasil turun menjadi 5 tahun penjara.

“Kami sekeluarga berterima kasih perkara kami ditangani untuk kasasi. Hasilnya hukuman suami saya berkurang dari 10 tahun menjadi 5 tahun penjara,” ujar Siti Khotijah.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini proses Peninjauan Kembali (PK) masih terus diperjuangkan oleh Donny Andretti. Tidak hanya itu, Donny juga disebut sedang mendampingi keluarga tersebut untuk mengadukan oknum yang diduga melakukan kriminalisasi terhadap suaminya.

Bagi Siti, yang paling membekas bukan hanya keberhasilan hukum, tetapi integritas Donny Andretti yang menurutnya jarang ditemui.

“Pak Donny lurus, tidak menyuap, dan komitmen tidak ada tambahan biaya di luar perjanjian. Luar biasa. Saya sangat puas dengan kinerja Pak Advokat Donny. Beliau berani, jujur, setia, dan berintegritas. Dan senantiasa mengandalkan Tuhan,” tuturnya.

Cerita lain datang dari seorang perempuan berinisial G yang pernah mendapatkan bantuan probono murni dari Donny Andretti. Saat itu dirinya kesulitan mengurus surat keterangan ahli waris setelah suaminya meninggal dunia.

Ironisnya, proses yang seharusnya sederhana justru berlarut hingga lebih dari satu tahun karena diduga dipersulit oleh sejumlah oknum.

“Saya mau mengurus surat keterangan bahwa saya dan anak saya benar ahli waris almarhum suami saya. Tapi saya dipersulit terus,” ujar G.

Di tengah kebuntuan tersebut, Donny Andretti turun langsung mendampinginya. Hasilnya disebut mengejutkan.

“Saya bersyukur dibantu Pak Donny Andretti secara gratis. Dalam satu hari selesai. Pak Donny menemani saya menemui oknum-oknum tersebut dan langsung mendapatkan tanda tangan mereka. Ada wibawa yang sulit saya jelaskan ketika Pak Donny bekerja,” katanya.

Tak hanya membela di ruang sidang dan medan sengketa hukum, Donny Andretti juga dikenal memiliki kepedulian sosial terhadap anggota dan orang-orang di sekitarnya.

Salah satu anggota sekaligus paralegal di Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI, berinisial K, menceritakan pengalaman yang menurutnya tidak akan pernah ia lupakan.

Saat itu dirinya sedang mengalami kesulitan ekonomi berat setelah berpisah dengan suami. Ia bahkan terancam diusir dari kontrakan bersama anak-anaknya karena menunggak biaya sewa.

Dalam kondisi menangis dan putus asa, ia menghubungi Donny Andretti hanya untuk meminta arahan.

Namun respons yang diterima justru di luar dugaan.

“Saya tidak menyangka malah ditransfer sejumlah uang, padahal saya tidak meminta. Saya hanya menceritakan kondisi saya sambil menangis,” ujarnya.

Dana tersebut digunakannya untuk membayar tunggakan kontrakan dan kebutuhan hidup anak-anaknya sembari mencari pekerjaan.

“Paketum Donny sincere, tulus menolong saya. Terima kasih Paketum Donny Andretti,” katanya haru.

Di balik kiprah hukumnya, Donny Andretti memang dikenal memiliki jaringan organisasi yang luas. Ia tercatat menjabat sebagai Ketua Umum di sejumlah organisasi nasional, di antaranya FERADI WPI, FERADI Mediatore, FERADI Officium Nobile, KAWAN JARI (Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia), hingga PMBI atau Perkumpulan Masyarakat Bertato Indonesia.

Selain itu, Donny juga merupakan pimpinan Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan, Direktur Utama PT Kawan Jari Grup, serta pimpinan redaksi media Kawan Jari News. Ia juga aktif sebagai penasihat hukum di berbagai media dan organisasi kemasyarakatan, termasuk Serikat Pekerja Putra Ratu Kalinyamat.

Meski dikenal keras di lapangan, Donny Andretti menegaskan bahwa keberanian seorang advokat bukan untuk menindas, melainkan memastikan hukum tidak dipermainkan oleh kekuasaan maupun kepentingan tertentu.

Dalam keterangannya kepada awak media, Donny menekankan bahwa seorang advokat harus memiliki keberanian moral, integritas, dan ketulusan dalam membela masyarakat.

“Advokat jangan hanya berani bicara di media atau di belakang meja. Ketika rakyat kecil dizalimi, ketika ada hak dirampas, ketika ada penyalahgunaan kewenangan, advokat harus hadir di garis depan,” tegas Donny Andretti.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota FERADI WPI agar tidak menjadikan profesi advokat sekadar alat mencari keuntungan pribadi.

“Jangan menjual hukum. Jangan menjual nama organisasi. Jangan memeras klien. Kalau menerima kuasa, bela dengan hati, bela dengan ilmu, dan bela sampai tuntas. Integritas itu harga mati,” ujarnya lantang.

Menurut Donny, loyalitas terhadap klien dan organisasi bukan berarti membenarkan semua hal, tetapi memastikan perjuangan tetap berada di jalur hukum dan kebenaran.

“Keras boleh, tegas wajib, tapi jangan kehilangan hati nurani. Kita ini officium nobile, profesi terhormat. Jangan takut melawan ketidakadilan, tapi juga jangan sombong ketika punya kekuasaan,” katanya.

Donny juga menyampaikan harapannya agar generasi advokat muda FERADI WPI tidak takut menghadapi tekanan.

“Saya ingin anggota FERADI WPI menjadi advokat yang berani, cerdas, loyal, dan berintegritas. Jangan takut diintimidasi. Kalau kita benar, perjuangkan sampai akhir. Tapi ingat, semua harus tetap dalam koridor hukum dan mengandalkan Tuhan,” pungkasnya.

Di tengah dunia hukum yang kerap disorot karena praktik transaksional dan kompromi kepentingan, sosok Donny Andretti muncul sebagai figur yang menuai banyak penilaian. Bagi sebagian pihak ia dianggap terlalu keras. Namun bagi mereka yang pernah didampingi dan dibelanya, Donny Andretti adalah simbol keberanian, loyalitas, dan ketulusan yang semakin langka ditemukan di dunia advokat modern.

Berita Terkait

FERADI WPI Desak Perlindungan Uun: LPSK Dituju, DPR RI Didorong Awasi Penanganan Perkara
Kasus UUN Disorot: Polda Banten Didesak Bongkar Dalang dan Buka Penyidikan
Kasus Uun Gelap, FERADI WPI Adukan ke Komisi III, LPSK, Kompolnas & Propam
FERADI WPI Kawal Penuh Perkara Fam Fuk Tjhong, Tegaskan LHP BK DPRD Lebak Tidak Menghentikan Penyidikan Polda Banten
Advokat Cecilia:Saya Akan Kooperatif Apabila Diminta Penyidik dan Tidak perlu takut
Laporan Oknum Jaksa Rakhmad Setiawan Terkatung-katung, Siti Khotijah: “Kenapa Terkesan Kebal Hukum? 
GWI Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan Peredaran Obat Keras Daftar G di Pamulang
Tragedi di Intan Jaya: Penembakan Warga Sipil dan Gugatan Kemanusiaan atas Kebijakan Represif di Papua
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:12 WITA

FERADI WPI Desak Perlindungan Uun: LPSK Dituju, DPR RI Didorong Awasi Penanganan Perkara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Kasus UUN Disorot: Polda Banten Didesak Bongkar Dalang dan Buka Penyidikan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:37 WITA

Kasus Uun Gelap, FERADI WPI Adukan ke Komisi III, LPSK, Kompolnas & Propam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:22 WITA

FERADI WPI Kawal Penuh Perkara Fam Fuk Tjhong, Tegaskan LHP BK DPRD Lebak Tidak Menghentikan Penyidikan Polda Banten

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:43 WITA

Advokat Cecilia:Saya Akan Kooperatif Apabila Diminta Penyidik dan Tidak perlu takut

Berita Terbaru