JAKARTA — Suasana penuh haru dan refleksi menyelimuti kegiatan pelayanan rohani di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat, Rutan Salemba, Kamis (30/4/2026). Dalam momen tersebut, sosok Ketua Umum FERADI WPI sekaligus pimpinan Subur Jaya Lawfirm, Donny Andretti, hadir langsung memberikan penguatan moral, spiritual, serta pesan hukum yang sarat makna bagi para warga binaan.
Kehadiran Donny Andretti bukan sekadar agenda formal organisasi advokat. Ia datang sebagai figur yang dikenal luas memiliki kepedulian sosial tinggi, religius, serta berintegritas dalam menjalankan profesinya. Bersama jajaran FERADI WPI dan Subur Jaya Lawfirm, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum tidak hanya berbicara soal aturan, tetapi juga tentang kemanusiaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPD FERADI WPI Jakarta sekaligus Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI, Harriani Bianca Daryana, serta jajaran tim hukum dan asisten advokat seperti Zainil Yasni, Wilma Sribayu, Diaz Lutfiyansah, Yoshua Rivaldo, dan Farida Normayanti. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara advokat, organisasi profesi, dan pelayanan sosial keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Membawa Firman, Menguatkan Harapan
Dalam kesempatan tersebut, Donny Andretti tidak hanya berbicara sebagai advokat, tetapi juga sebagai pelayan rohani. Ia membagikan firman Tuhan yang diambil dari Kitab Yeremia, Yesaya, dan Mazmur, yang sarat dengan pesan tentang harapan, pembentukan hidup, serta kasih Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Dengan penuh ketenangan dan ketegasan, Donny menyampaikan bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk diperbaiki dan dibentuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik, sebagaimana ilustrasi tukang periuk dalam Kitab Yeremia.
“Tidak ada manusia yang selesai hanya karena kesalahan masa lalu. Hukum boleh menilai perbuatan, tetapi Tuhan melihat hati dan masa depan. Di situlah kita harus berdiri di antara keadilan dan belas kasih,” tegas Donny Andretti.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan seseorang di dalam rutan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan refleksi diri.
“Integritas bukan hanya diuji saat kita berada di luar, tetapi justru saat kita berada dalam keterbatasan. Di sinilah pilihan hidup diuji: apakah kita mau berubah, atau tetap terjebak dalam kesalahan yang sama,” lanjutnya dengan nada bijak.
Sosok Tegas, Religius, dan Berintegritas
Dikenal sebagai advokat yang tegas dalam memperjuangkan keadilan, Donny Andretti juga memiliki sisi humanis yang kuat. Ia tidak hanya hadir di ruang-ruang sidang, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, pembinaan moral, hingga pelayanan rohani seperti yang dilakukan di Rutan Salemba ini.
Bagi banyak kalangan, Donny adalah representasi advokat yang tidak kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Ketegasannya dalam hukum diimbangi dengan kelembutan dalam pendekatan sosial dan spiritual.
“Seorang advokat bukan hanya pembela hukum, tetapi juga penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Kita tidak boleh kehilangan hati nurani dalam setiap langkah penegakan hukum,” ujarnya.
Sikap religius yang melekat pada dirinya juga menjadi inspirasi tersendiri. Dalam setiap kesempatan, Donny kerap menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam profesi hukum yang penuh tantangan.
Sinergi Hukum dan Kemanusiaan
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Christian Ministry Church Ezer Hashem di dalam Rutan Salemba ini menjadi simbol kuat bahwa hukum dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Kehadiran FERADI WPI dan Subur Jaya Lawfirm bukan hanya sebagai institusi profesional, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan moral yang lebih luas.
Ketua DPD FERADI WPI Jakarta, Harriani Bianca Daryana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Semangat kebersamaan, empati, dan kepedulian tampak jelas dalam interaksi antara para advokat dan warga binaan. Tidak ada sekat yang membatasi—yang ada hanyalah keinginan untuk saling menguatkan dan memberikan harapan.
Pesan Penutup: Harapan Tidak Pernah Hilang
Di akhir kegiatan, Donny Andretti kembali menegaskan bahwa setiap manusia memiliki nilai di mata Tuhan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Keadilan sejati bukan hanya menghukum, tetapi juga memulihkan. Dan pemulihan itu dimulai dari hati yang mau berubah. Jangan pernah merasa dilupakan, karena Tuhan tidak pernah melupakan siapa pun,” pungkasnya.
Kehadiran Donny Andretti di Rutan Salemba hari itu menjadi lebih dari sekadar kunjungan. Ia menjadi simbol harapan, ketegasan yang berintegritas, serta bukti bahwa di tengah kerasnya realitas hukum, masih ada ruang bagi kasih, perubahan, dan kemanusiaan.

















