Harli Siregar Perkuat Transformasi SDM Kejaksaan, Gandeng LAN RI dan UI Siapkan Aparatur Adaptif dan Profesional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong transformasi kelembagaan Kejaksaan Republik Indonesia. Di tengah tuntutan penegakan hukum yang semakin kompleks dan ekspektasi publik yang terus meningkat, kualitas aparatur menjadi faktor strategis yang menentukan kemampuan institusi dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Komitmen tersebut terus didorong Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum. Di bawah kepemimpinannya, Badiklat tidak hanya diarahkan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan aparatur, tetapi juga didorong membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi strategis untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan insan Adhyaksa.

Langkah konkret itu terlihat melalui dua agenda strategis yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026). Badiklat Kejaksaan RI memperkuat sinergi dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dalam bidang pengembangan kompetensi aparatur, sekaligus membuka ruang kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta menjajaki pembentukan Pusat Studi Kajian Kejaksaan.

Dua agenda tersebut menunjukkan arah kebijakan Harli Siregar yang menempatkan pengembangan SDM sebagai bagian integral dari proses transformasi Kejaksaan. Penguatan aparatur tidak cukup dilakukan melalui pelatihan yang bersifat rutin, tetapi membutuhkan ekosistem pembelajaran yang mampu mempertemukan kompetensi teknis, kepemimpinan, pengalaman praktis, penelitian, dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Perkuat Sinergi dengan LAN RI

Dalam kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke LAN RI, Harli Siregar bersama jajaran Badiklat Kejaksaan RI membahas berbagai peluang kerja sama dalam pengembangan kompetensi aparatur dan kepemimpinan. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki bentuk kolaborasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kejaksaan.

Harli Siregar hadir didampingi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (Kapusdiklat Mapim) Dr. Tengku Rakhman, Kepala Bagian Tata Usaha Badiklat Jabal Nur, Kepala Bidang Penyelenggara Pusdiklat Mapim Zulfikar Nasution, serta Kepala Subbagian Standardisasi dan Penjaminan Mutu Badan Diklat Kejaksaan RI Muhammad Afif Perwiratama Purnomo.

Rombongan Badiklat Kejaksaan RI diterima langsung Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufiq, DEA, didampingi Sekretaris Utama Dr. Andi Taufik, M.Si., Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, MA, serta Steering Committee Muliyadi Siregar.

Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan pembahasan yang diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, pengembangan kompetensi kepemimpinan, serta penguatan kapasitas aparatur Kejaksaan. Sinergi tersebut menjadi penting karena kebutuhan terhadap aparatur yang kompeten dan adaptif semakin mendesak seiring perubahan lingkungan strategis penegakan hukum.

Pengembangan kompetensi, dalam konteks tersebut, tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan kemampuan teknis. Aparatur juga perlu dibekali kemampuan manajerial, kepemimpinan, analisis, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang memengaruhi pelaksanaan tugas penegakan hukum.

Harli Siregar menempatkan aspek tersebut sebagai bagian penting dari pembangunan SDM Kejaksaan. Pendidikan dan pelatihan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan kualitas kinerja aparatur sekaligus memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang.

Bangun Jembatan antara Praktik dan Akademik

Penguatan SDM kemudian diperluas melalui penjajakan kerja sama dengan Universitas Indonesia. Pada hari yang sama, Direktur Manajemen Risiko UI Sri Haryanto, S.H., M.H., didampingi Kasubdit Kerja Sama UI, melakukan kunjungan kerja ke Badiklat Kejaksaan RI dan diterima langsung oleh Harli Siregar.

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara institusi penegak hukum dan perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memperluas ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan hukum dan praktik penegakan hukum.

Salah satu agenda penting yang dibahas adalah persiapan pembentukan Pusat Studi Kajian Kejaksaan. Kehadiran pusat studi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaboratif bagi praktisi Kejaksaan dan akademisi untuk melakukan kajian terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kelembagaan, hukum, kebijakan, serta perkembangan penegakan hukum.

Gagasan tersebut memiliki nilai strategis karena pengalaman praktis yang dimiliki insan Kejaksaan dapat dipertemukan dengan pendekatan akademik dan metodologi penelitian. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul dalam praktik penegakan hukum dapat dikaji secara lebih sistematis dan menghasilkan pemikiran yang relevan bagi pengembangan kapasitas aparatur maupun kelembagaan.

Kerja sama dengan UI juga membuka peluang bagi Badiklat untuk memperkuat budaya penelitian dan pengembangan pengetahuan. Pendidikan dan pelatihan aparatur tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran berkelanjutan yang berbasis pada hasil penelitian, evaluasi, dan perkembangan kebutuhan organisasi.

SDM Menjadi Fondasi Transformasi Kejaksaan

Langkah Harli Siregar membangun sinergi dengan LAN RI dan UI memperlihatkan bahwa pengembangan SDM ditempatkan sebagai agenda strategis dalam mendukung transformasi Kejaksaan. Penguatan kompetensi aparatur, kepemimpinan, penelitian, dan pengembangan pengetahuan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun organisasi penegak hukum yang mampu menghadapi perubahan.

Tantangan penegakan hukum saat ini tidak lagi terbatas pada persoalan konvensional. Perkembangan teknologi, munculnya berbagai bentuk kejahatan baru, kompleksitas kejahatan ekonomi, serta meningkatnya keterhubungan antarwilayah menuntut aparatur memiliki kemampuan yang semakin beragam. Pada saat yang sama, masyarakat mengharapkan proses penegakan hukum yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan.

Kondisi tersebut membuat peningkatan kapasitas aparatur menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Aparatur Kejaksaan dituntut memiliki penguasaan substansi hukum yang kuat sekaligus kemampuan memahami perkembangan teknologi, dinamika sosial, tata kelola pemerintahan, serta berbagai persoalan multidisipliner yang berkaitan dengan penegakan hukum.

Karena itu, pendidikan dan pelatihan harus mampu menjawab kebutuhan tersebut secara konkret. Materi pembelajaran perlu terus diperbarui, metode pendidikan dikembangkan, dan kompetensi kepemimpinan diperkuat agar aparatur memiliki kesiapan menghadapi perubahan lingkungan strategis.

Di sisi lain, kompetensi harus berjalan beriringan dengan integritas. Kemampuan profesional tanpa landasan etika dan integritas dapat kehilangan arah, sementara integritas tanpa kompetensi juga tidak cukup untuk menghadapi persoalan penegakan hukum yang semakin kompleks. Keduanya harus dibangun secara seimbang sebagai karakter utama insan Adhyaksa.

Badiklat Didorong Menjadi Pusat Pengembangan Kompetensi

Melalui berbagai agenda kolaborasi tersebut, Badiklat Kejaksaan RI di bawah kepemimpinan Harli Siregar memiliki ruang untuk memperluas perannya. Badiklat tidak hanya menjadi tempat aparatur mengikuti pendidikan dan pelatihan, tetapi dapat berkembang sebagai pusat pengembangan kompetensi, kepemimpinan, penelitian, serta pertukaran pengetahuan.

Sinergi dengan LAN RI dapat memperkuat kapasitas aparatur dan kepemimpinan, sedangkan kerja sama dengan UI membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan dan penelitian. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, kedua jalur tersebut dapat saling melengkapi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih kuat di lingkungan Kejaksaan.

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam proses transformasi kelembagaan. Pengembangan SDM tidak dapat dilakukan secara tertutup, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai institusi yang memiliki kompetensi dan pengalaman berbeda. Pertukaran pengetahuan akan memperkaya perspektif aparatur sekaligus membuka peluang munculnya inovasi dalam pelaksanaan tugas.

Dalam kerangka tersebut, kepemimpinan Harli Siregar menjadi penting dalam mengarahkan Badiklat agar mampu membaca kebutuhan organisasi secara lebih luas. Penguatan SDM tidak hanya dipandang sebagai agenda internal, tetapi ditempatkan dalam konteks pembangunan institusi Kejaksaan yang lebih adaptif terhadap perubahan.

Menyiapkan Insan Adhyaksa Menghadapi Masa Depan

Pada akhirnya, keberhasilan pengembangan SDM tidak hanya diukur dari jumlah aparatur yang mengikuti pendidikan dan pelatihan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana proses tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat kepemimpinan, membangun integritas, serta memberikan dampak terhadap profesionalisme pelayanan dan penegakan hukum.

Harli Siregar melalui Badiklat Kejaksaan RI tengah membangun fondasi ke arah tersebut. Sinergi dengan LAN RI diarahkan untuk memperkuat kompetensi dan kapasitas kepemimpinan, sementara kolaborasi dengan UI membuka ruang bagi pengembangan pendidikan, penelitian dan kajian Kejaksaan.

Jika seluruh agenda tersebut dapat diwujudkan secara konsisten, Badiklat berpotensi menjadi salah satu motor penting dalam menyiapkan generasi insan Adhyaksa yang memiliki kompetensi kuat, integritas, kemampuan kepemimpinan, serta daya adaptasi tinggi.

Sebab, transformasi institusi pada akhirnya sangat bergantung pada kualitas manusia yang menjalankannya. Regulasi dapat berubah, teknologi dapat berkembang, dan sistem kerja dapat terus disempurnakan. Namun, keberhasilan seluruh perubahan tersebut tetap membutuhkan aparatur yang mampu menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata.

Dari sinilah agenda penguatan SDM yang didorong Harli Siregar memperoleh arti strategis. Membangun aparatur yang profesional bukan sekadar mempersiapkan Kejaksaan untuk menghadapi tantangan hari ini, tetapi juga menyiapkan organisasi agar mampu menjawab tuntutan penegakan hukum pada masa mendatang.

Dengan memperkuat kompetensi, kepemimpinan, penelitian, dan kolaborasi akademik, Badiklat Kejaksaan RI sedang diarahkan untuk tidak hanya mencetak aparatur yang mampu menjalankan tugas, tetapi membentuk insan Adhyaksa yang mampu belajar, beradaptasi, berinovasi, dan tetap menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun Kejaksaan yang semakin profesional, modern, responsif, dan dipercaya masyarakat.Versi ini dibuat dengan paragraf lebih panjang dan proporsional, transisi antargagasan lebih halus, bahasa lebih formal, serta mengurangi kalimat-kalimat pendek yang terkesan sloganistik, sehingga lebih cocok untuk portal berita online nasional maupun rilis kelembagaan.

Berita Terkait

ST Burhanuddin Tegaskan: Pulihkan Marwah Kejaksaan, Jangan Beri Ruang Penyalahgunaan Wewenang
Tim Sembilan Kejagung Dalami Aliran Dana Gelap: 7 Saksi Diperiksa Perkuat Perkara TPPU Tersangka FA
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun  Majelis Hakim Nyatakan Bersalah di Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
KEJAGUNG Sikat Korupsi MBG! Komisaris PT YAT Ditahan, Uang Rakyat Bukan Bancakan Koruptor
Kasus Pengadaan Chromebook, JPU Bongkar Dugaan Pengkondisian, Mens Rea, dan Rekayasa Pengadaan
Satgas SIRI Kejaksaan Agung Tangkap DPO Korupsi Rp1,2 Miliar di Riau
JPU Bongkar Pledoi Nadiem: Kebenaran Hukum Tak Bisa Dikalahkan Opini Publik
Jaksa Agung ST Burhanuddin Antar Kejaksaan RI Raih Predikat “AA”, Bukti Reformasi Hukum Makin Kokoh
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:11 WITA

ST Burhanuddin Tegaskan: Pulihkan Marwah Kejaksaan, Jangan Beri Ruang Penyalahgunaan Wewenang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:12 WITA

Harli Siregar Perkuat Transformasi SDM Kejaksaan, Gandeng LAN RI dan UI Siapkan Aparatur Adaptif dan Profesional

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:58 WITA

Tim Sembilan Kejagung Dalami Aliran Dana Gelap: 7 Saksi Diperiksa Perkuat Perkara TPPU Tersangka FA

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:44 WITA

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun  Majelis Hakim Nyatakan Bersalah di Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:15 WITA

KEJAGUNG Sikat Korupsi MBG! Komisaris PT YAT Ditahan, Uang Rakyat Bukan Bancakan Koruptor

Berita Terbaru