INDRAGIRI HILIR – Komitmen Polres Indragiri Hilir dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dibuktikan. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung memimpin operasi pemadaman dan pendinginan titik api (hotspot) yang terdeteksi melalui Dashboard Lancang Kuning di Dusun Mekar Jaya, Desa Kerta Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (6/8/2026).
Kehadiran Kapolres di lokasi menjadi wujud nyata kepemimpinan yang responsif dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah yang didominasi lahan gambut. Sejak pagi, AKBP Donny Eko Listianto memimpin koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh personel bergerak cepat sehingga kobaran api tidak meluas.
Operasi yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut melibatkan sinergi Polri, TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan dan desa, unsur masyarakat, serta pihak perusahaan. Hadir dalam kegiatan itu Camat Kempas H. Zakaria, S.P., M.Si., Kapolsek Kempas IPTU Hendrizal, S.I.P., M.H., Kapolsek Tempuling IPTU Jimmi Tobing, S.H., Danramil 03/Tempuling LETTU ARM Muchazzar, serta para pejabat utama Polres Indragiri Hilir.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat seluas kurang lebih 10 hektare yang didominasi tanah gambut dengan vegetasi semak belukar di kawasan dataran rendah. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Sebanyak 89 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, BPBD, MPA, perangkat desa, masyarakat, hingga karyawan perusahaan. Tim juga didukung berbagai sarana, seperti mesin pompa air, selang pemadam, kendaraan roda dua dan roda empat, serta speedboat untuk menjangkau lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kantor Desa Kerta Jaya.
Di tengah medan yang sulit, petugas melakukan pemadaman langsung pada titik api, pendinginan lahan, patroli lanjutan, pemetaan area rawan, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Upaya pemadaman sempat menghadapi berbagai kendala. Tiupan angin yang cukup kencang, kondisi semak belukar yang rapat, serta karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan. Namun berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur, api akhirnya berhasil dikendalikan dan proses pendinginan diselesaikan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto mengapresiasi dedikasi seluruh personel dan stakeholder yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.
“Penanganan kebakaran lahan di Kecamatan Kempas merupakan tanggung jawab bersama. Alhamdulillah, berkat sinergi Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, perusahaan, dan seluruh elemen masyarakat, titik api berhasil dikendalikan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang telah berjibaku di lapangan hingga proses pemadaman dan pendinginan dapat diselesaikan,” ujar Kapolres.
Meski demikian, AKBP Donny menegaskan bahwa keberhasilan memadamkan api bukan akhir dari upaya penanganan karhutla. Polres Indragiri Hilir akan terus meningkatkan patroli, pemantauan hotspot berbasis teknologi, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Polres Indragiri Hilir akan terus melakukan patroli, pemantauan hotspot, serta penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran dan menindak tegas siapa pun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat memicu bencana yang lebih luas.
“Membakar lahan bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Di akhir keterangannya, AKBP Donny Eko Listianto mengajak masyarakat menjadi bagian dari sistem deteksi dini karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
“Apabila masyarakat menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat, atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat. Mari bersama-sama menjaga Indragiri Hilir tetap hijau, aman, dan bebas dari kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
Keberhasilan pengendalian hotspot di Kecamatan Kempas menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor, didukung respons cepat dan kepemimpinan langsung di lapangan, merupakan kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir. Polres Inhil memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan selama musim rawan karhutla guna melindungi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

















