PEKANBARU – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., kembali menegaskan kepemimpinannya yang membumi, tegas, dan visioner. Meluncurkan program besar Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026, ia membawa semangat negara turun langsung menyapa warga di pesisir, pulau terluar, hingga garis perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Perjalanan panjang yang berlangsung mulai 30 Juli hingga 17 Agustus 2026 ini bukan sekadar seremoni menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan, melainkan bukti nyata bahwa perlindungan, pelayanan, dan keadilan tidak mengenal batas wilayah yang jauh atau terpencil.
Di bawah arahan tegas Kapolda Herry, Polda Riau menyusun langkah terpadu dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan Menjaga Keberlanjutan”. Ekspedisi ini menyatukan empat pilar utama pengabdian: penguatan semangat kebangsaan, pelestarian lingkungan hidup melalui implementasi Green Policing, pelayanan kemanusiaan menyentuh kebutuhan dasar warga, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera.
Langkah Pertama Menembus Pesisir: Kehadiran Kapolda di Tanah Concong
Sebagai tanda dimulainya gerakan besar ini, Kapolda Herry Heryawan memimpin langsung rombongan menuju titik pertama di Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (30/7/2026). Kedatangan orang nomor satu di jajaran kepolisian Riau disambut meriah dan penuh penghormatan oleh tokoh adat Melayu, tokoh agama, pejabat daerah, unsur TNI-Polri, hingga warga yang berdesakan ingin menyapa pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyat ini.
Dengan pakaian dinas yang rapi namun sikap yang sangat akrab, Kapolda disambut prosesi adat pemasangan tanjak dan pertunjukan pencak silat—simbol persatuan dan kearifan budaya yang dijaga bersama. Turut mendampingi langkah beliau, Bupati Indragiri Hilir H. Herman, S.E., M.T., Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, serta Dandim 0314/Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Faturrahman, membuktikan sinergi kokoh antar elemen bangsa.
Langkah pertama yang diambil Kapolda bukanlah menuju ruang rapat, melainkan turun ke tanah basah pesisir. Di halaman SD Negeri 002 Concong, beliau mencengkeram bibit mangrove bersama anak-anak sekolah, menanamnya dengan teliti. Aksi ini bukan sekadar simbolis. Kapolda Herry menegaskan dengan tegas: “Mangrove adalah benteng kita. Ia menahan abrasi yang menggerus tanah air, menjadi rumah bagi ikan yang memberi makan keluarga kita, dan menyerap karbon demi masa depan anak cucu. Menjaga hutan ini sama artinya menjaga kedaulatan negeri kita sendiri.”
Pesan ini adalah inti dari gagasan Green Policing yang beliau canangkan: berpikir hijau, berbudaya hijau, dan berkebiasaan hijau dalam setiap langkah pengabdian.
Membawa Solusi Nyata, Menyentuh Lubuk Hati Warga
Kepemimpinan Kapolda Herry terlihat jelas bagaimana beliau tidak hanya datang untuk berbicara, tetapi membawa solusi yang paling dibutuhkan masyarakat. Di Concong, beliau menyerahkan satu per satu bantuan yang disiapkan secara terarah:
– Bendera Merah Putih diserahkan secara simbolis, agar setiap rumah di pinggir perbatasan berkibar lambang negara, mengingatkan bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia.
– 20 unit mesin ketinting disalurkan kepada nelayan, angka yang disiapkan untuk meningkatkan hasil tangkapan dan memudahkan mereka berlayar, sejalan dengan semangat kemerdekaan ke-81. Nantinya di seluruh rute ekspedisi, total 81 unit mesin ketinting akan diserahkan untuk masyarakat pesisir.
– Bantuan pendidikan berupa buku tulis, alat tulis, dan perlengkapan belajar diserahkan kepada siswa SD dan SMA, karena beliau percaya masa depan bangsa ditentukan oleh anak-anak yang cerdas dan berkarakter.
– Dua unit sepeda motor operasional diserahkan kepada Mapolsek Concong yang baru saja pulih dari musibah kebakaran, agar personel di garis depan dapat bergerak cepat menjaga keamanan dan melayani warga di pelosok desa.
Tidak hanya itu, rombongan ekspedisi juga membawa layanan kesehatan gratis bagi warga yang sulit menjangkau puskesmas, bantuan sosial bagi yang kurang mampu, serta sepeda motor operasional bagi kelompok masyarakat yang berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Menembus ke Ujung Negeri: Rute Ekspedisi Menyeluruh
Kehadiran di Concong hanyalah awal dari perjalanan panjang. Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 akan terus bergerak menyambangi titik-titik strategis yang menjadi wajah terdepan Indonesia di wilayah Riau: Panipahan di Rokan Hilir, Pulau Rupat di Bengkalis, hingga Pulau Rangsang di Kepulauan Meranti.
Di setiap tempat yang disinggahi, akan dilakukan penanaman ribuan bibit mangrove sesuai kebutuhan panjang garis pantai, pembagian bendera, dialog hangat dengan tokoh lintas suku dan agama, serta penyaluran bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat.
Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, menjelaskan arahan langsung dari Kapolda: “Bapak Kapolda menginginkan agar warga di pulau terluar tidak merasa sendirian. Kami datang bukan sebagai tamu, tapi sebagai saudara yang membawa pesan negara: kalian diperhatikan, kalian dijaga, dan kesejahteraan kalian menjadi prioritas kami.”
Puncak dari seluruh rangkaian ini akan terjadi pada 17 Agustus 2026. Kapolda Herry Heryawan bersama seluruh jajaran pejabat utama Polda dan Kapolres di berbagai ujung wilayah, akan berdiri di lokasi terjauh sekalipun untuk memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih secara serentak. Sebuah simbol kuat bahwa bendera berkibar di setiap jengkal tanah Indonesia, dan pimpinan hadir berdiri bersama rakyat di garis paling depan.
Pemimpin yang Menyatukan dan Melindungi
Melalui ekspedisi besar ini, sosok Kapolda Herry Heryawan tampil sebagai pemimpin yang memahami betul tugas besarnya: menjaga keutuhan bangsa tidak hanya lewat senjata, melainkan lewat kepedulian yang tulus. Beliau mengajarkan bahwa menjaga keamanan perbatasan bukan hanya menjaga dari ancaman luar, tetapi juga menjaga agar warga tidak kekurangan, agar lingkungan tidak rusak, dan agar persatuan antar sesama semakin kuat.
Dalam pesan yang disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat di Concong, beliau mengingatkan: “Kita hadapi banyak tantangan: narkoba, berita bohong, ujaran kebencian, hingga kerusakan alam. Namun jika kita bersatu, saling menjaga, dan peduli pada lingkungan tempat kita hidup, tidak ada yang mampu mengalahkan kita. Mari kita rawat persaudaraan ini, rawat tanah kita, dan buktikan bahwa di ujung perbatasan pun, semangat Merah Putih tetap menyala.”
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 adalah bukti bahwa di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, Polda Riau tidak hanya menjadi penjaga keamanan, melainkan menjadi pelopor kemajuan, sahabat lingkungan, dan pelindung setia masyarakat di setiap sudut negeri. Langkah kaki beliau dan jajarannya kini terdengar menggema, membawa harapan bagi warga di pesisir, pulau, dan perbatasan bahwa negara benar-benar ada dan hadir untuk mereka.

















