Palembang, 1 Mei 2026 — Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya dedikasi, kerja keras, dan perlindungan terhadap kaum pekerja sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan melalui rilis resmi dan kampanye visual yang dirilis di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai bentuk penghormatan kepada para buruh sekaligus komitmen Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat pekerja di wilayah hukum Polda Sumsel.
Dalam visual peringatan yang beredar, terlihat sosok Kapolda berdiri tegap mengenakan seragam lengkap, dengan latar belakang para pekerja industri yang tengah berjuang di tengah kerasnya aktivitas produksi. Pesan yang diangkat begitu kuat: “Dedikasi dan kerja keras para pekerja adalah fondasi kuat bagi kemajuan bangsa.” Narasi ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga mencerminkan filosofi kepemimpinan yang dipegang teguh oleh Kapolda Sumatera Selatan.
Sebagai figur pemimpin yang dikenal humanis, religius, tegas, dan berintegritas, Sandi Nugroho terus menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk kalangan buruh. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial, dialog dengan serikat pekerja, hingga pengamanan aksi-aksi unjuk rasa secara persuasif, menjadikannya sosok yang tidak hanya dihormati, tetapi juga dicintai.
Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bersama untuk memperkuat komitmen terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja.
“Hari Buruh adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap pembangunan, ada keringat dan pengorbanan para pekerja. Negara harus hadir untuk melindungi mereka, dan Polri akan selalu berdiri di garis depan untuk memastikan hak-hak itu terjaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai kunci stabilitas sosial dan ekonomi. Dalam pandangannya, konflik industrial harus diselesaikan dengan dialog yang konstruktif, bukan dengan konfrontasi.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan buruh. Aspirasi adalah hak, dan tugas kami adalah memastikan itu tersampaikan dengan aman, tertib, dan bermartabat,” ujarnya.
Sosok Sandi Nugroho dikenal luas sebagai pemimpin yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dalam berbagai kesempatan, ia turun langsung ke lapangan, menyapa masyarakat, mendengarkan keluhan, dan memberikan solusi nyata. Pendekatan ini membuatnya dekat dengan masyarakat dan dihormati oleh jajarannya.
Di internal institusi, ia dikenal sebagai pemimpin yang disiplin dan visioner. Arahan-arahannya selalu menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan pelayanan prima kepada masyarakat. Ia juga mendorong anggotanya untuk tidak hanya menjadi aparat penegak hukum, tetapi juga pelayan masyarakat yang berempati.
“Jadilah polisi yang hadir dengan hati. Ketegasan tanpa empati akan kehilangan makna, dan empati tanpa ketegasan akan kehilangan arah. Keseimbangan itu yang harus kita jaga,” pesannya kepada seluruh jajaran.
Nilai religius yang melekat pada dirinya juga menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan tindakan. Ia kerap mengingatkan bahwa setiap tugas yang diemban adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada negara, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Integritas bukan hanya soal aturan, tetapi soal hati nurani. Ketika kita bekerja dengan keikhlasan dan kejujuran, maka hasilnya akan membawa keberkahan, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ungkapnya dengan penuh keteduhan.
Peringatan Hari Buruh tahun ini di Sumatera Selatan berlangsung dalam suasana yang relatif kondusif. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh serikat pekerja dapat berjalan dengan aman berkat pengamanan yang dilakukan secara profesional dan humanis oleh aparat kepolisian. Hal ini tidak lepas dari strategi kepemimpinan Kapolda yang mengedepankan pendekatan dialogis dan preventif.
Selain itu, Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong.
“Mari kita jadikan Hari Buruh sebagai momentum untuk saling menghargai, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun bangsa ini dengan semangat kerja keras dan kejujuran,” ajaknya.
Dalam konteks pembangunan daerah, peran pekerja sangat vital. Oleh karena itu, Kapolda menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas menjadi faktor utama yang harus dijaga agar aktivitas industri dapat berjalan dengan lancar.
“Tidak ada pembangunan tanpa keamanan. Dan tidak ada keamanan tanpa keadilan. Di sinilah peran kami sebagai aparat penegak hukum untuk menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.
Kehadiran Sandi Nugroho dalam setiap momentum penting selalu dinantikan oleh masyarakat. Gaya komunikasinya yang santun namun tegas, serta komitmennya terhadap nilai-nilai kemanusiaan, menjadikannya figur pemimpin yang inspiratif.
Tidak hanya sebagai Kapolda, ia juga menjadi simbol harapan bagi masyarakat Sumatera Selatan bahwa hukum dapat ditegakkan dengan cara yang adil, manusiawi, dan berintegritas.
Dengan semangat Hari Buruh 2026, Kapolda Sumatera Selatan kembali menegaskan bahwa Polri akan terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tanpa terkecuali.
“Kami akan terus berkomitmen menjaga keamanan dan keadilan. Karena pada akhirnya, keberhasilan kami bukan diukur dari seberapa banyak yang kami tindak, tetapi seberapa besar kepercayaan masyarakat yang kami jaga,” tutupnya.
Momentum ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kekuasaan, tetapi oleh ketulusan, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat. Dan di Sumatera Selatan, sosok Sandi Nugroho telah menunjukkan bahwa nilai-nilai itu bukan sekadar kata, melainkan nyata dalam setiap langkah pengabdian.

















