Jagung Bersiap Panen! AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar Bersama Kompol Teguh Dukung Asta Cita Presiden

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perawang – Komitmen nyata Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali terlihat di Kabupaten Siak, Kecamatan Perawang, Provinsi Riau. Di tengah semangat mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polres Siak Polsek Perawang turun langsung ke lapangan memastikan program pertanian masyarakat berjalan maksimal.

Sorotan publik kali ini tertuju pada sosok AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Kompol Teguh Wiyono yang dinilai aktif membangun gerakan nyata mendukung ketahanan pangan dari tingkat desa hingga pondok pesantren.

Melalui program pendampingan pertanian yang dilakukan secara langsung, Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga tampil sebagai penggerak kesejahteraan rakyat melalui sektor pangan.

Hal itu terlihat saat Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono turun langsung melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil di lahan pertanian milik Pondok Pesantren Abu Hurairoh, Selasa (26/5/2026).

Didampingi Kasi Humas Polsek Tualang Aiptu Jonas Hasiholan serta para petani pengelola lahan, Kompol Teguh menyusuri area pertanian seluas satu hektar yang kini mulai dipenuhi warna kuning keemasan pertanda jagung siap memasuki masa panen.

Pemandangan itu menjadi simbol optimisme baru di tengah tantangan ketahanan pangan nasional. Barisan tanaman jagung tumbuh merata, sehat, dan subur. Di balik hamparan lahan tersebut, tersimpan kerja keras para petani, dukungan pemerintah, dan pendampingan aparat kepolisian yang kini semakin aktif menyentuh sektor produktif masyarakat.

Kompol Teguh Wiyono mengatakan, tanaman jagung pipil tersebut saat ini telah memasuki usia sekitar 110 hari dan diperkirakan siap dipanen sekitar satu minggu pasca Hari Raya Iduladha.

“InsyaAllah setelah Lebaran Haji kurang lebih satu minggu lagi kita akan melaksanakan panen bersama petani. Kondisi pertumbuhan jagung saat ini cukup baik, merata, dan menunjukkan hasil yang sangat positif,” ujar Kompol Teguh saat melakukan pengecekan lapangan.

Menurutnya, keberhasilan pertumbuhan tanaman tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh, Kompol Teguh menegaskan bahwa program pendampingan pertanian yang dilakukan Polsek Tualang merupakan implementasi langsung dari semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam membangun kemandirian pangan nasional.

“Polri harus hadir di tengah masyarakat bukan hanya ketika ada gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan. Ketahanan pangan adalah bagian dari keamanan nasional,” tegasnya.

Pernyataan itu mendapat apresiasi luas dari masyarakat sekitar dan para petani. Kehadiran aparat kepolisian di lahan pertanian dinilai memberikan motivasi dan rasa percaya diri bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

Di bawah kepemimpinan AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Polres Siak memang dikenal aktif membangun pendekatan humanis dan produktif kepada masyarakat. Program ketahanan pangan menjadi salah satu fokus yang terus didorong hingga ke tingkat polsek dan desa-desa binaan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menilai bahwa ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah pusat atau dinas pertanian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk institusi Polri.

“Ketika masyarakat kuat secara ekonomi dan pangan, maka stabilitas keamanan juga akan semakin kuat. Karena itu kami mendukung penuh program Asta Cita Presiden melalui gerakan nyata di lapangan,” ujar AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.

Ia menegaskan bahwa jajaran Polres Siak akan terus hadir mendampingi masyarakat, terutama dalam sektor-sektor strategis yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat.

Menurutnya, Polri modern harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat, bukan sekadar aparat penegak hukum.

“Kami ingin anggota Polri menjadi pelayan masyarakat yang benar-benar hadir membantu rakyat. Jangan hanya berpikir tentang penindakan hukum, tetapi juga bagaimana kita ikut membangun kehidupan masyarakat agar lebih baik,” katanya.

AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar juga memberikan pesan tegas kepada seluruh anggota Polri agar menjaga integritas, disiplin, dan kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugas.

“Seragam ini adalah amanah. Jangan sakiti hati masyarakat. Jadilah polisi yang bekerja dengan hati nurani, jujur, disiplin, dan berintegritas. Ketika rakyat merasa dilindungi dan diperhatikan, maka kehormatan Polri akan terjaga,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan institusi kepolisian tidak hanya diukur dari banyaknya penindakan hukum, tetapi juga dari seberapa besar kehadiran Polri mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Polisi yang baik bukan yang ditakuti rakyat, tetapi yang dicintai masyarakat karena kehadirannya membawa solusi dan ketenangan,” lanjut Kapolres.

Sementara itu, Kompol Teguh Wiyono juga menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat agar terus menjaga semangat gotong royong dan memanfaatkan potensi pertanian lokal demi memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan global yang tidak menentu.

“Kita harus bangga menjadi petani. Ketahanan pangan dimulai dari desa dan keluarga. Kalau pangan kuat, masyarakat juga akan kuat menghadapi berbagai situasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras para petani yang tetap konsisten mengelola lahan pertanian dengan penuh semangat meski menghadapi berbagai tantangan cuaca dan ekonomi.

“Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Kami berharap generasi muda juga mulai tertarik mengembangkan sektor pertanian modern karena masa depan bangsa salah satunya ada di sektor pangan,” kata Kompol Teguh.

Keberhasilan pertumbuhan jagung di lahan Pondok Pesantren Abu Hurairoh juga menjadi contoh sinergi positif antara lembaga pendidikan keagamaan dan program ketahanan pangan nasional.

Pondok pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mulai berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pertanian masyarakat.

Program tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Dalam suasana penuh kebersamaan di lahan pertanian itu, terlihat para petani berdialog santai bersama aparat kepolisian. Tidak ada sekat birokrasi ataupun formalitas berlebihan. Yang tampak justru semangat kolaborasi dan optimisme bersama menyambut musim panen.

Bagi masyarakat Kecamatan Tualang, kehadiran Polri di sektor pertanian menjadi energi positif tersendiri. Banyak warga merasa lebih diperhatikan karena aparat tidak hanya hadir ketika ada persoalan keamanan, tetapi juga saat masyarakat berjuang meningkatkan kesejahteraan hidup.

Program pendampingan pertanian yang dilakukan Polsek Tualang ini pun menjadi gambaran bagaimana transformasi Polri terus bergerak menuju pendekatan yang lebih humanis, solutif, dan dekat dengan rakyat.

Di tengah tantangan ekonomi global, ancaman krisis pangan, dan perubahan iklim, langkah-langkah kecil seperti pendampingan lahan jagung justru memiliki dampak besar bagi ketahanan nasional.

Jagung-jagung yang kini mulai menguning di lahan Pondok Pesantren Abu Hurairoh bukan sekadar tanaman siap panen. Ia menjadi simbol harapan, kerja keras, dan kolaborasi antara rakyat dan aparat negara.

Dan di balik hamparan jagung itu, tersimpan pesan kuat dari Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dan Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono bahwa Polri harus hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut menanam harapan bagi masa depan masyarakat.

“Mari kita jaga persatuan, gotong royong, dan kepercayaan masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk masa depan bangsa,” tutup AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.

Berita Terkait

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 
AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak
Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih
AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen
Merah Putih Menggema, AKBP Hidayat Perdana Perkuat Nasionalisme di Kuansing
Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global
Satu Pekan Penuh Aksi Nyata, AKBP Hidayat Perdana Tunjukkan Kepemimpinan Tegas, Bijaksana dan Humanis di Kuansing
Sepekan Penuh Aksi! AKBP Donny Eko Listianto Turun Ke Garis Depan, Jaga Rakyat, Lindungi Alam Inhil
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:53 WITA

AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WITA

Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:02 WITA

AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global

Berita Terbaru