Irjen Herry Heryawan Tancap Gas, 42 Jembatan Polda Riau Jadi Harapan Baru Pelosok

Senin, 18 Mei 2026 - 02:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PEKANBARU — Kepemimpinan Herry Heryawan kembali mendapat sorotan positif publik. Di tengah berbagai tantangan sosial dan geografis di wilayah Riau, Kapolda Riau itu menunjukkan langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput melalui pembangunan dan renovasi puluhan jembatan di daerah pelosok.

Hingga Minggu (17/5/2026), Satgas Darurat Pembangunan/Renovasi Infrastruktur Jembatan Tahap II Polda Riau berhasil merampungkan sebanyak 42 jembatan yang kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik biasa. Di balik berdirinya puluhan jembatan itu, tersimpan harapan baru masyarakat desa yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akses transportasi, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.

Di bawah arahan Irjen Pol Herry Heryawan, Polda Riau menghadirkan wajah Polri yang tidak hanya fokus menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan sosial masyarakat.

Pembangunan dan renovasi jembatan dilakukan oleh personel gabungan Satbrimob Polda Riau, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau dengan kekuatan penuh sebanyak 120 personel. Mereka bekerja menembus medan sulit, cuaca ekstrem, hingga kawasan terpencil demi memastikan masyarakat mendapatkan akses yang layak dan aman.

Program tersebut merupakan implementasi Commander Wish Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait peningkatan akses masyarakat pedesaan, keselamatan warga, dan mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah terpencil.

Puluhan jembatan yang telah selesai dibangun tersebar di sejumlah wilayah strategis seperti Kabupaten Siak, Dumai, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi hingga Kepulauan Meranti.

Sebagian besar jembatan tersebut menjadi akses vital masyarakat menuju sekolah, kebun, tempat ibadah, pusat kesehatan, hingga jalur distribusi ekonomi warga desa.

Di sejumlah lokasi, manfaat pembangunan jembatan bahkan langsung dirasakan para pelajar. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus bertaruh nyawa melintasi jembatan rusak, rapuh, bahkan nyaris roboh, kini dapat berangkat belajar dengan aman dan nyaman.

Tak sedikit warga yang mengaku terharu karena untuk pertama kalinya mereka merasakan perhatian nyata dari negara terhadap kebutuhan dasar masyarakat desa.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, tugas kepolisian tidak boleh dipahami semata sebagai penegak hukum, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak solusi sosial yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

“Polri harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika ada anak-anak yang kesulitan pergi sekolah karena jembatan rusak, maka itu juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi kami. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga pelosok,” tegas Irjen Pol Herry Heryawan.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel Satgas yang bekerja tanpa mengenal lelah di lapangan demi menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.

“Saya mengapresiasi seluruh personel yang bekerja penuh dedikasi, keikhlasan, dan semangat pengabdian. Mereka bekerja bukan hanya membangun jembatan, tetapi membangun harapan masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian tulus Polri kepada rakyat,” ujar Kapolda.

Menurut Herry Heryawan, pembangunan akses transportasi di desa-desa terpencil memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar konektivitas wilayah.

Ia menilai infrastruktur yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta membuka akses pendidikan dan pelayanan kesehatan yang lebih layak.

“Ketika akses terbuka, maka ekonomi bergerak. Anak-anak bisa sekolah dengan aman, petani lebih mudah membawa hasil panennya, nelayan lebih lancar beraktivitas, dan masyarakat tidak lagi terisolasi. Itulah makna sesungguhnya pembangunan,” katanya.

Di balik keberhasilan pembangunan 42 jembatan tersebut, tantangan yang dihadapi personel Satgas tidaklah ringan. Kondisi geografis Riau yang didominasi sungai, rawa, dan kawasan terpencil membuat proses pembangunan membutuhkan kerja keras ekstra.

Namun semangat personel di lapangan tetap tinggi karena mereka memahami bahwa hasil pekerjaan tersebut akan membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

Dansat Brimob Polda Riau, I Ketut Gede Adi Wibawa, mengatakan pembangunan jembatan bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi bagian dari misi kemanusiaan.

“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk pengabdian dan kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar, dan roda perekonomian desa tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh personel tetap bekerja maksimal meski menghadapi tantangan cuaca dan medan yang berat.

“Kami akan terus bekerja sampai seluruh target pembangunan tahap kedua selesai. Semangat personel sangat luar biasa karena mereka tahu jembatan yang dibangun akan menjadi harapan baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, selain 42 jembatan yang telah rampung, Satgas masih melanjutkan pembangunan 35 jembatan lainnya yang berada dalam tahap pengerjaan. Beberapa proyek bahkan telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Tak hanya itu, terdapat pula enam jembatan tambahan yang kini mulai memasuki tahap persiapan pembangunan.

Program pembangunan jembatan merah putih presisi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat luas. Banyak warga menilai langkah Polda Riau tersebut menjadi bukti bahwa Polri benar-benar hadir dan bekerja untuk kepentingan rakyat kecil.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam pesannya juga mengingatkan seluruh jajaran agar tetap menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menurutnya, pengabdian yang tulus harus menjadi fondasi utama aparat negara dalam bekerja.

“Jangan pernah bekerja hanya untuk pencitraan. Bekerjalah dengan hati, dengan integritas, dan dengan niat membantu masyarakat. Jabatan adalah amanah, bukan fasilitas untuk kepentingan pribadi. Kalau rakyat merasakan manfaat kehadiran kita, di situlah kehormatan institusi terjaga,” tegasnya.

Ia juga berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang dibangun melalui program tersebut dapat terus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kita ingin membangun budaya saling membantu dan peduli. Negara tidak akan kuat jika masyarakatnya terpecah. Karena itu, mari bersama-sama menjaga persatuan, membangun desa, dan memperkuat masa depan generasi bangsa,” tutur Kapolda Riau.

Program pembangunan jembatan tersebut sekaligus memperlihatkan transformasi pendekatan Polri modern yang semakin humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Jika selama ini masyarakat identik melihat polisi hanya dalam konteks penegakan hukum dan keamanan, kini Polda Riau menunjukkan bahwa kehadiran Polri juga bisa menjadi motor pembangunan sosial yang konkret dan dirasakan langsung rakyat.

Di banyak desa pelosok, jembatan yang sebelumnya rusak parah bahkan menjadi simbol ketertinggalan dan keterisolasian warga. Kini, setelah diperbaiki dan dibangun kembali, jembatan-jembatan tersebut berubah menjadi simbol harapan baru.

Anak-anak sekolah tidak lagi takut terjatuh saat menyeberang. Petani dan nelayan bisa lebih mudah membawa hasil usaha mereka. Aktivitas ekonomi desa menjadi lebih hidup. Mobilitas masyarakat meningkat. Dan yang paling penting, masyarakat merasa negara benar-benar hadir untuk mereka.

Dengan selesainya 42 jembatan tersebut, Polda Riau tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun rasa aman, optimisme, dan masa depan masyarakat desa di Bumi Lancang Kuning.

Di bawah kepemimpinan Irjen Pol Herry Heryawan, Polda Riau menunjukkan bahwa pengabdian sejati aparat negara bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi rakyat hingga ke pelosok negeri.

Berita Terkait

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 
AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak
Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih
AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen
Merah Putih Menggema, AKBP Hidayat Perdana Perkuat Nasionalisme di Kuansing
Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global
Satu Pekan Penuh Aksi Nyata, AKBP Hidayat Perdana Tunjukkan Kepemimpinan Tegas, Bijaksana dan Humanis di Kuansing
Sepekan Penuh Aksi! AKBP Donny Eko Listianto Turun Ke Garis Depan, Jaga Rakyat, Lindungi Alam Inhil
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:53 WITA

AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WITA

Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:02 WITA

AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global

Berita Terbaru