SIAK — Komitmen nyata Kepolisian Republik Indonesia dalam mendukung program swasembada pangan nasional kembali ditunjukkan melalui langkah konkret Sepuh Ade Irsyam Siregar. Di bawah kepemimpinannya, Polres Siak menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di lahan Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.00 WIB itu menjadi bagian dari agenda nasional Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan terhubung langsung melalui video konferensi bersama Mabes Polri. Selain panen raya jagung, agenda nasional tersebut juga dirangkai dengan groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pangan Guna (SPPG) Polri.
Suasana di lokasi panen tampak penuh semangat dan optimisme. Hamparan tanaman jagung yang tumbuh subur menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu melahirkan kekuatan baru dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar turun langsung memimpin panen simbolis bersama unsur Forkopimda dan kelompok tani. Dengan mengenakan pakaian lapangan sederhana dan penuh kedekatan dengan masyarakat, Kapolres tampak berdialog langsung dengan para petani yang hadir.
Dalam sambutannya, AKBP Sepuh Ade menegaskan bahwa Polri tidak hanya memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus hadir mendukung program strategis nasional yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
“Hari ini kita tidak hanya memanen jagung, tetapi memanen semangat kebersamaan dan kemandirian bangsa. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan negara. Jika pangan kuat, maka masyarakat kuat, ekonomi kuat, dan stabilitas keamanan pun akan semakin kokoh,” tegas AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.
Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Menurutnya, aparat kepolisian tidak boleh hanya hadir ketika ada persoalan hukum, tetapi juga harus menjadi penggerak solusi bagi kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir bukan sekadar penegak hukum, tetapi juga mitra rakyat. Kami mendukung petani, mendukung desa, dan mendukung semua langkah yang dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan Kapolres Siak itu mendapat apresiasi luas dari para petani dan tamu undangan yang hadir. Mereka menilai pendekatan humanis yang dilakukan AKBP Sepuh Ade menjadi energi positif dalam membangun hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat.
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Wakapolres Siak Kompol Akira Ceria, S.I.K., M.M., jajaran Pejabat Utama Polres Siak, unsur Forkopimda, perwakilan DPRD Kabupaten Siak H. Tarmijan, SE, unsur Kodim 0322/Siak, LAMR, BPS, Bulog, tokoh masyarakat, perangkat kampung, hingga kelompok tani setempat.
Bupati Siak yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan Kabupaten Siak, Kaharudin, SP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Siak yang aktif mendampingi masyarakat di sektor pertanian.
Menurutnya, keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan menjadi langkah strategis yang sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat produktivitas pertanian masyarakat.
“Kami mengapresiasi Polres Siak yang tidak hanya fokus menjaga keamanan, tetapi juga aktif membantu masyarakat petani. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mempercepat tercapainya swasembada pangan di daerah,” katanya.
Lahan seluas 0,85 hektar yang dikelola Kelompok Tani Sumber Rezeki menjadi bukti bahwa pengelolaan pertanian yang serius dan terarah mampu menghasilkan produktivitas yang menjanjikan. Keberhasilan panen tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya agar terus meningkatkan semangat bertani dan memanfaatkan potensi lahan yang ada.
Di tengah tantangan ekonomi global dan ancaman krisis pangan dunia, langkah konkret seperti yang dilakukan Polres Siak dinilai memiliki dampak besar terhadap penguatan ekonomi masyarakat desa.
Kapolres Siak dalam arahannya juga menyampaikan pesan moral dan harapan kepada masyarakat agar menjaga semangat gotong royong dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
Ia menekankan bahwa pertanian merupakan sektor strategis yang harus dijaga bersama karena menyangkut masa depan generasi bangsa.
“Jangan pernah malu menjadi petani. Petani adalah penyangga kehidupan bangsa. Negara ini bisa berdiri kuat karena ada masyarakat yang mau bekerja keras di sawah dan ladang. Kita harus menjaga semangat itu dengan disiplin, kejujuran, dan integritas,” tutur AKBP Sepuh Ade.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan bantuan dan fasilitas pemerintah secara tepat sasaran serta bertanggung jawab. Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak akan berhasil jika tidak disertai integritas semua pihak.
“Setiap program pemerintah harus dijaga bersama. Jangan ada penyimpangan, jangan ada permainan yang merugikan rakyat. Gunakan amanah dengan benar. Kalau kita bekerja jujur dan ikhlas, hasilnya akan membawa keberkahan bagi masyarakat,” katanya dengan nada tegas.
Pesan tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar yang dikenal disiplin, tegas, namun tetap humanis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
Dalam beberapa kesempatan, Kapolres Siak memang dikenal aktif mendorong berbagai program sosial kemasyarakatan. Mulai dari pembinaan keamanan lingkungan, pendekatan humanis kepada masyarakat, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan ketahanan pangan dan pemberdayaan desa.
Panen raya jagung serentak ini juga menjadi bukti bahwa stabilitas keamanan daerah tidak bisa dipisahkan dari stabilitas ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat sejahtera, maka potensi konflik sosial dan gangguan kamtibmas dapat ditekan secara signifikan.
Program pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan operasional 166 SPPG Polri juga diyakini akan memperkuat distribusi hasil pertanian serta meningkatkan efektivitas pengelolaan pangan nasional di masa mendatang.
Keberadaan gudang pangan dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas, khususnya di daerah-daerah penghasil pertanian seperti Kabupaten Siak.
Di sisi lain, masyarakat Kampung Rawang Kao mengaku bangga karena wilayah mereka dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan panen raya nasional tersebut. Mereka berharap perhatian terhadap sektor pertanian terus berlanjut dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Kami senang dan bangga karena Kapolres turun langsung bersama petani. Ini membuat kami merasa diperhatikan dan semakin semangat untuk bertani,” ujar salah satu anggota kelompok tani.
Rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Setelah panen simbolis dan zoom meeting nasional bersama Mabes Polri, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan diskusi ringan bersama para petani dan tamu undangan.
Kehadiran langsung Kapolres Siak di tengah masyarakat menjadi gambaran bahwa Polri modern tidak lagi berjarak dengan rakyat. Pendekatan yang mengedepankan kepedulian sosial dan penguatan kesejahteraan masyarakat dinilai menjadi wajah baru institusi kepolisian yang semakin dicintai masyarakat.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 akhirnya bukan hanya menjadi agenda pertanian biasa, melainkan simbol kuat kolaborasi dan semangat nasionalisme dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
Di bawah kepemimpinan AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Polres Siak menunjukkan bahwa menjaga negeri bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan memastikan rakyat memiliki ketahanan pangan, kesejahteraan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

















