PEKANBARU — Herry Heryawan, Kapolda Riau, memimpin langsung Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Aula Tribrata Mapolda Riau, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Gubernur Riau, jajaran Forkopimda, TNI-Polri, BNPB, BMKG, pelaku usaha, akademisi, serta elemen masyarakat. Dalam forum strategis ini, Kapolda menegaskan langkah antisipatif menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan akibat fenomena El Nino, dengan menekankan pentingnya sinergi, kesiapsiagaan, dan tindakan preventif yang terukur.
Sejak awal kegiatan, sosok Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., tampil sebagai figur pemimpin yang tidak hanya tegas dalam kebijakan, tetapi juga humanis dalam pendekatan. Ia dikenal luas sebagai Kapolda yang memiliki dedikasi tinggi terhadap keselamatan masyarakat, dengan kepedulian sosial yang kuat serta kedekatan emosional dengan warga. Kehadirannya di berbagai lini kegiatan masyarakat selalu dinantikan, bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai pemimpin yang mampu merangkul, melindungi, dan memberi solusi.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa ancaman karhutla bukanlah persoalan yang dapat ditangani secara reaktif. Menurutnya, kesiapan sejak dini adalah kunci utama dalam mencegah bencana yang lebih besar.
“Karhutla bukan persoalan yang bisa ditangani setelah kejadian. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Seluruh elemen harus memperkuat kesiapsiagaan dari sekarang, khususnya di wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi,” tegas Herry Heryawan dengan nada penuh ketegasan namun tetap menyejukkan.
Pernyataan tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan beliau yang religius, berintegritas, dan berorientasi pada tindakan nyata. Ia tidak hanya berbicara dalam tataran konsep, tetapi juga menekankan implementasi konkret di lapangan. Kapolda bahkan secara khusus menginstruksikan seluruh Kapolres jajaran untuk turun langsung ke wilayah masing-masing, memastikan kesiapan infrastruktur dan personel dalam menghadapi potensi karhutla.
Lebih jauh, Herry Heryawan menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan harus bersifat kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia mengedepankan konsep multi-helix, di mana pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat harus berjalan beriringan.
“Ini bukan tugas satu institusi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga TNI-Polri. Kita harus bergandengan tangan, menyatukan visi, dan bergerak dalam satu frekuensi demi menjaga lingkungan kita,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, juga dibahas berbagai langkah strategis, mulai dari pembangunan embung air, penguatan sekat kanal, pembangunan menara pantau api, hingga optimalisasi patroli terpadu berbasis teknologi. Semua langkah ini diarahkan untuk memperkuat deteksi dini serta mempercepat respon terhadap titik api.
Kapolda juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya edukasi masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan. Ia menilai bahwa perubahan pola pikir masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan dalam mengurangi angka karhutla.
“Pencegahan adalah kunci utama. Kita harus membangun mindset bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Jangan membuka lahan dengan membakar. Dampaknya bukan hanya pada hukum, tetapi juga kesehatan, ekonomi, bahkan masa depan anak cucu kita,” tuturnya dengan penuh kepedulian.
Kepemimpinan Herry Heryawan tidak hanya terlihat dalam aspek teknis dan strategis, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan yang kuat. Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat kecil, responsif terhadap keluhan warga, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Hal ini menjadikan dirinya tidak hanya disegani oleh bawahan, tetapi juga dicintai oleh masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan pesan moral yang sarat nilai kebijaksanaan dan integritas. Ia mengingatkan seluruh pihak agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.
“Kita harus bekerja dengan hati, bukan hanya dengan jabatan. Integritas adalah fondasi utama. Tanpa itu, semua upaya kita akan sia-sia. Jadilah pribadi yang amanah, yang tidak hanya bekerja karena kewajiban, tetapi karena panggilan moral untuk melindungi sesama,” pesannya.
Ia juga menambahkan bahwa ketegasan dalam penegakan hukum tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Tidak akan ada toleransi bagi pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.
“Hukum harus ditegakkan. Tidak ada kompromi bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Namun di sisi lain, kita juga harus hadir memberikan edukasi dan solusi agar masyarakat tidak lagi bergantung pada cara-cara yang merusak lingkungan,” tegasnya.
Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan bahwa Provinsi Riau memiliki sekitar 5,3 juta hektare lahan gambut, menjadikannya salah satu wilayah paling rentan terhadap karhutla. Kondisi ini diperparah dengan potensi musim kemarau panjang akibat El Nino, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran secara signifikan.
Menyikapi hal tersebut, Kapolda mendorong penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) jika diperlukan. Ia menegaskan bahwa semua langkah harus dipersiapkan secara matang dan terukur.
“Kita tidak boleh lengah. Satu titik api saja bisa menjadi bencana besar jika tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, deteksi dini dan respon cepat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain itu, Herry Heryawan juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah berkontribusi dalam penanganan karhutla, termasuk TNI, relawan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat peduli api.
Ia secara khusus menyoroti peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Media memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kesadaran publik. Saya berharap rekan-rekan media terus menyuarakan pesan-pesan pencegahan, sehingga masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Sebagai penutup, Kapolda menyampaikan harapan besar agar seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dalam menghadapi tantangan karhutla tahun 2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam penanganan bencana ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan.
“Melindungi masyarakat adalah tugas mulia. Menjaga lingkungan adalah amanah besar. Mari kita jalankan keduanya dengan penuh keikhlasan, ketegasan, dan integritas. Bersama, kita bisa menjaga Riau tetap aman, sehat, dan lestari,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan yang humanis, tegas, religius, dan berintegritas, sosok Herry Heryawan terus menjadi inspirasi bagi jajaran dan masyarakat. Kehadirannya bukan hanya sebagai pemimpin institusi, tetapi sebagai pengayom yang menghadirkan rasa aman, harapan, dan kepercayaan di tengah masyarakat.
Melalui sinergi kuat yang dibangun dalam rapat koordinasi ini, Polda Riau bersama Forkopimda menegaskan komitmen untuk menghadapi ancaman karhutla secara serius, terstruktur, dan berkelanjutan demi masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

















