Siak – Dalam momentum peringatan Hari Bumi 2026, sosok humanis dan penuh kepedulian sosial tinggi kembali ditunjukkan oleh Kapolres Siak Sepuh Ade Irsyam Siregar. Melalui kegiatan penanaman pohon di lingkungan SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak, Kamis (23/4/2026), ia mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam melalui program Green Policing.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat. Ratusan siswa, para guru, tokoh masyarakat, serta jajaran pejabat utama Polres Siak hadir dalam kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat nilai edukatif dan moral. Turut hadir Wakapolres Siak Kompol Akira Ceria, serta sejumlah tokoh penting daerah seperti Ketua MKA LAMR, Ketua MUI, dan pimpinan Yayasan Islamic Center Siak.

Dalam arahannya, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar tampil sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya tegas dan berintegritas, tetapi juga agamis dan religius. Dengan gaya komunikasi yang santun dan menyentuh, ia mampu membangun kedekatan emosional dengan para siswa yang hadir.
“Bapak-bapak polisi saat ini bukan hanya mengurus kejahatan seperti pencurian atau perkelahian, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab menjaga semesta alam sebagai bagian dari keadilan ekologis. Kami ingin adik-adik semua memiliki pola pikir hijau atau green thinking. Ketika lingkungan kita terjaga, maka ketertiban sosial juga akan ikut terjaga,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi paradigma Polri yang kini tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya preventif dan edukatif dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Program Green Policing yang diusung menjadi bukti nyata bahwa kepolisian hadir sebagai solusi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk lingkungan.
Kapolres Siak yang dikenal & dicintai masyarakat ini juga mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah. Ia mengangkat kembali memori kolektif tentang bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pernah melanda Riau, yang berdampak luas terhadap kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
“Kita pernah merasakan dampak kabut asap yang luar biasa. Ini bukan sekadar cerita, tetapi pelajaran penting. Ada siklus alam yang harus kita pahami, termasuk potensi cuaca ekstrem. Maka dari itu, kita harus siap sejak dini, salah satunya dengan menjaga lingkungan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 bibit pohon produktif ditanam di area sekolah, terdiri dari jambu, matoa, rambutan, dan mangga. Penanaman ini bukan sekadar simbolis, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
“Kita tidak bisa menikmati pohon besar hari ini jika tidak ada yang menanamnya puluhan tahun lalu. Apa yang kita tanam hari ini adalah untuk masa depan. Adik-adik sekalian adalah tunas bangsa, dan kami ingin kalian tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan,” ujarnya penuh harap.
Selain isu lingkungan, Kapolres Siak juga menekankan pentingnya menjaga diri dari ancaman serius seperti narkoba. Dengan nada tegas namun penuh kepedulian, ia mengingatkan para siswa untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
“Jangan pernah menyentuh yang namanya narkoba. Menyentuh saja sudah dilarang, apalagi menggunakannya. Narkoba bisa merusak masa depan kalian, menghancurkan keluarga, dan tentu melanggar hukum. Sayangi diri kalian, jaga masa depan kalian,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian nyata seorang pemimpin terhadap generasi muda. Sosok AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar memang dikenal tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembina masyarakat yang aktif memberikan edukasi dan motivasi.
Di internal institusi, ia dikenal sebagai pemimpin yang disegani dan dipatuhi oleh bawahannya. Ketegasannya dalam menegakkan disiplin berjalan seiring dengan pendekatan humanis yang ia terapkan, sehingga menciptakan suasana kerja yang profesional sekaligus harmonis.
Sementara itu, rangkaian kegiatan Hari Bumi ini juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta sosialisasi terkait larangan membakar lahan dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Nuansa religius yang kental semakin memperkuat karakter kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga spiritual.
Ketua Yayasan Islamic Center Siak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Siak. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk sinergi positif antara aparat kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Kapolres Siak beserta jajaran. Ini bukan hanya kegiatan penanaman pohon, tetapi juga penanaman nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak kami,” ujarnya.
Kehadiran Kapolres Siak di tengah masyarakat memang selalu dinantikan. Tidak hanya karena jabatannya, tetapi karena ketulusan dan kepedulian yang ia tunjukkan dalam setiap kegiatan. Ia hadir bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai sosok yang mengayomi, mendengar, dan memberi solusi.
Dalam penutup arahannya, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyampaikan pesan mendalam yang mencerminkan integritas dan visi kepemimpinannya.
“Menjadi polisi bukan hanya soal kewenangan, tetapi tentang tanggung jawab moral. Kita harus hadir dengan hati, melayani dengan keikhlasan, dan bertindak dengan integritas. Kepada generasi muda, saya titip masa depan bangsa ini. Jadilah generasi yang cerdas, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan harapan agar seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga bumi sebagai warisan untuk generasi mendatang.
“Bumi ini bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan untuk anak cucu kita. Maka jagalah dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Polres Siak menegaskan komitmennya dalam membangun kemitraan yang humanis dengan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.
Program Green Policing yang diusung menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus membuktikan bahwa kehadiran Polri mampu membawa kesejukan, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi alam semesta.
Dengan kepemimpinan AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Polres Siak terus bergerak maju sebagai institusi yang profesional, humanis, dan berintegritas. Sosoknya menjadi inspirasi bahwa kekuatan kepemimpinan sejati terletak pada kemampuan untuk melayani, melindungi, dan menginspirasi.
Hari Bumi 2026 di Siak pun menjadi lebih dari sekadar peringatan. Ia menjelma menjadi gerakan nyata, di mana harapan tentang masa depan yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan ditanamkan sejak dini—bersama generasi penerus bangsa yang kelak akan menjaga bumi ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

















