KUANTAN SINGINGI – Komitmen tegas dalam menjaga distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Kuantan Singingi. Di bawah kepemimpinan Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana S.H., S.I.K., M.H., pengawasan terhadap penyaluran BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus diperketat melalui patroli intensif, pengaturan lalu lintas, hingga langkah preventif berupa pemasangan spanduk imbauan larangan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas pengamanan, melainkan bagian dari strategi besar Polri dalam memastikan subsidi negara benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. Dalam konteks nasional, isu penyalahgunaan BBM bersubsidi menjadi perhatian serius karena menyangkut keadilan distribusi serta potensi kerugian negara.
Kegiatan pengawasan pada Rabu (22/4/2026) tersebut difokuskan di sejumlah titik rawan antrean dan potensi penyimpangan, salah satunya di SPBU Sungai Jering. Di lokasi ini, jajaran kepolisian turun langsung melakukan pengaturan arus kendaraan sekaligus memantau aktivitas pengisian BBM.
Pengawasan Ketat di Lapangan
Pengawasan di SPBU Sungai Jering dipimpin oleh Kapolsek Kuantan Tengah AKP Linter Sihaloho bersama personel gabungan dari Polres Kuansing dan Polsek setempat. Petugas terlihat aktif mengatur antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM, memastikan tidak terjadi penumpukan yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun gesekan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat pengguna kendaraan agar tetap tertib, mematuhi aturan, serta tidak melakukan praktik-praktik yang melanggar hukum.
Tidak berhenti di situ, pengawasan juga menyasar pihak pengelola SPBU. Petugas memberikan penekanan agar tidak melayani pengisian BBM bersubsidi menggunakan jerigen, tangki modifikasi, maupun “baby tank” yang kerap menjadi modus penyalahgunaan.
Pengelola SPBU juga diminta memastikan seluruh proses pengisian dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk penggunaan sistem barcode, kesesuaian data kendaraan dengan STNK, serta verifikasi jenis kendaraan yang berhak menerima BBM bersubsidi.
Langkah Preventif: Spanduk dan Edukasi Publik
Sebagai bentuk pencegahan, Polres Kuansing melalui jajaran Polsek juga memasang spanduk imbauan di sejumlah titik strategis. Salah satunya dilakukan di SPBU Desa Koto Gunung oleh Polsek Kuantan Mudik.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Singingi Hilir di SPBU Desa Petai. Spanduk tersebut berisi pesan tegas larangan penyalahgunaan BBM bersubsidi serta ancaman sanksi hukum bagi pelanggarnya.
Upaya ini dinilai efektif sebagai bentuk edukasi publik, sekaligus pengingat bahwa pengawasan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan humanis.
Kapolres Tegas: Tidak Ada Toleransi Penyalahgunaan
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi dalam bentuk apa pun.
“Pengawasan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan subsidi negara benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Tidak boleh ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara melanggar hukum,” tegas Kapolres.
Ia juga menekankan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran, baik itu individu maupun oknum yang terlibat dalam rantai distribusi.
“Penegakan hukum akan kami lakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi soal keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pesan Bijak dan Arahan Integritas Kapolres
Dalam pesan moral yang kuat kepada seluruh elemen masyarakat dan jajarannya.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Jangan tergoda untuk melakukan praktik ilegal hanya demi keuntungan sesaat. Dampaknya bisa merugikan banyak orang,” katanya.
Ia juga memberikan arahan kepada seluruh anggota Polri di jajaran Polres Kuansing agar selalu mengedepankan integritas dalam menjalankan tugas.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga kepercayaan masyarakat, dan hindari segala bentuk penyimpangan. Integritas adalah harga mati bagi setiap anggota Polri,” tegasnya.
Lebih lanjut, v menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tindakan di lapangan.
“Kita hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Kedepankan dialog, edukasi, dan pendekatan persuasif, namun tetap tegas terhadap pelanggaran,” tambahnya.
Kondisi Lapangan: Aman dan Terkendali
Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di SPBU Sungai Jering terpantau aman dan kondusif. Ketersediaan BBM bersubsidi juga dalam kondisi mencukupi, dengan stok Pertalite mencapai 24 ton dan Bio Solar sebanyak 16 ton.
Kondisi ini menunjukkan bahwa distribusi BBM di wilayah Kuantan Singingi Ñpengawasan tetap diperlukan untuk mencegah potensi penyimpangan.
Antrean kendaraan pun terpantau tertib, tanpa adanya indikasi panic buying maupun gangguan keamanan. Hal ini tidak lepas dari kehadiran aktif aparat kepolisian di lapangan yang mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Peran Strategis Polri dalam Distribusi Energi
Pengawasan distribusi BBM bersubsidi merupakan bagian dari peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial. BBM bersubsidi tidak hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap sektor transportasi, logistik, hingga harga kebutuhan pokok.
Oleh karena itu, setiap potensi penyalahgunaan harus dicegah sejak dini. Praktik seperti penimbunan, pengisian menggunakan tangki modifikasi, hingga distribusi ilegal dapat merusak sistem yang telah dirancang untuk membantu masyarakat kecil.
Dalam konteks ini, langkah Polres Kuansing menjadi contoh konkret bagaimana aparat penegak hukum dapat berperan aktif dalam menjaga tata kelola distribusi energi.
Harapan ke Depan
Kapolres Hidayat Perdana berharap sinergi antara aparat kepolisian, pengelola SPBU, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran aktif semua pihak untuk menjaga agar distribusi BBM tetap berjalan dengan baik dan adil,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Laporkan kepada kami melalui kanal resmi. Kami pastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan serius,” tegasnya.
Langkah tegas dan terukur yang dilakukan Polres Kuantan Singingi menunjukkan bahwa pengawasan BBM bersubsidi bukan sekadar tugas rutin, melainkan bagian dari komitmen menjaga keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan yang mengedepankan integritas, profesionalisme, dan humanisme, Kapolres Hidayat Perdana berhasil menghadirkan wajah Polri yang responsif dan dipercaya.
Di tengah tantangan distribusi energi yang semakin kompleks, kehadiran aparat yang tegas namun bijak menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan keadilan sosial.
Sebagaimana semangat yang terus digaungkan, “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah,” Polres Kuansing membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan di lapangan.

















