Kapolda Riau Herry Heryawan Hadir Satukan Mahasiswa dan Intelektual Lawan Karhutla dan Narkoba

Senin, 27 April 2026 - 02:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kampar, 25 April 2026 — Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menghadiri kegiatan Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau di kawasan Rimbang Baling, Kabupaten Kampar, Sabtu (25/4/2026), yang mempertemukan sekitar 150 mahasiswa, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat dalam satu forum kolaboratif untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemberantasan narkoba di Provinsi Riau.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Tumbuh Institute ini mengusung tema “Bersama Wujudkan Green Policing, Green Generation, dan Cegah Karhutla”, menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif lintas sektor terhadap ancaman serius yang terus menghantui wilayah Riau.

Suasana kebangsaan begitu terasa. Para mahasiswa dari berbagai organisasi, termasuk BEM dan kelompok Cipayung Plus se-Riau, hadir membawa gagasan, kritik, dan harapan terhadap masa depan lingkungan serta generasi muda. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, melainkan ruang refleksi bersama untuk merumuskan langkah konkret menghadapi persoalan karhutla dan narkoba yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya pada sesi api unggun kebangsaan yang menjadi puncak acara, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan tampil sebagai sosok pemimpin humanis yang mampu menjembatani perspektif antara aparat penegak hukum dan generasi muda. Dengan gaya komunikatif, penuh empati, namun tetap tegas, ia menekankan bahwa persoalan karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan secara parsial.

“Masalah seperti karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kita harus membangun kesadaran dari hulu melalui edukasi, dan di hilir melalui penegakan hukum yang tegas dan berintegritas,” tegasnya di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Riau memiliki sejarah panjang terkait bencana karhutla, termasuk siklus besar yang pernah terjadi pada tahun 1997. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya tragedi serupa.

“Jangan pernah kita lengah. Alam memberikan peringatan, dan kita harus menjawabnya dengan keseriusan, bukan pembiaran. Jika kita abai, maka dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, bahkan masa depan anak cucu kita,” ujar Kapolda dengan nada tegas namun penuh kepedulian.

Sosok dikenal luas sebagai pemimpin yang tidak hanya mengedepankan pendekatan represif, tetapi juga humanis dan religius. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya nilai moral, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Hal tersebut kembali ditegaskannya dalam forum ini, khususnya terkait pemberantasan narkoba yang dinilai sebagai ancaman serius bagi generasi muda.

“Saya tegaskan, tidak ada toleransi terhadap narkoba. Siapapun yang terlibat, termasuk jika ada anggota kepolisian, akan kami tindak tegas. Integritas adalah harga mati. Kita tidak boleh kompromi dengan kejahatan yang merusak masa depan bangsa,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Namun di balik ketegasannya, Kapolda juga menunjukkan sisi kepedulian sosial yang tinggi. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga bagian dari solusi.

“Mahasiswa adalah kekuatan moral dan intelektual bangsa. Jangan hanya berdiri di luar sistem dan mengkritik, tetapi masuklah, berkontribusilah, dan jadilah agen perubahan yang nyata. Bangun gerakan yang terorganisir, berbasis data, dan berkelanjutan,” pesannya.

Dalam momen yang penuh kehangatan di sekitar api unggun, Kapolda juga menyampaikan pesan reflektif yang menyentuh dimensi spiritual dan kemanusiaan.

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Melindungi generasi dari narkoba adalah bentuk tanggung jawab moral kita kepada Tuhan dan bangsa. Jangan pernah lelah berbuat baik, karena sekecil apapun kontribusi kita, itu akan berarti bagi masa depan,” ungkapnya.

Kehadiran Kapolda Riau dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun peradaban yang lebih baik. Sosoknya yang tegas, berintegritas, namun tetap rendah hati dan dekat dengan masyarakat, membuatnya dicintai berbagai kalangan dan selalu dinantikan kehadirannya.

Sementara itu, Head of Tumbuh Foundation, Azairus Adlu, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang jujur dan reflektif. Ia menyoroti bahwa karhutla dan narkoba memiliki akar persoalan yang sama, yakni keserakahan dan pembiaran.

“Narkoba menghancurkan manusia, karhutla menghancurkan ruang hidup manusia. Keduanya harus dilawan bersama dengan kesadaran kolektif,” ujarnya.

Pandangan kritis juga disampaikan oleh Rocky Gerung yang menempatkan isu karhutla dalam konteks krisis ekologis global. Ia mengingatkan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa lagi dilihat secara lokal semata.

“Kita sedang berbicara tentang masa depan bumi. Ini bukan hanya soal Riau, tetapi soal keberlangsungan hidup manusia secara global,” katanya.

Aktivis HAM Hurriah turut menambahkan bahwa karhutla merupakan persoalan hak asasi manusia karena berkaitan langsung dengan hak atas lingkungan hidup yang sehat. Ia mendorong mahasiswa untuk memperkuat gerakan berbasis riset dan advokasi kebijakan.

Rangkaian kegiatan Camping Kebangsaan ini juga diisi dengan diskusi teknis bersama berbagai instansi, termasuk Ditreskrimsus, BPBD, dan Manggala Agni, yang memberikan gambaran nyata tentang tantangan di lapangan serta upaya mitigasi yang telah dilakukan.

Melalui forum diskusi kelompok (FGD), para mahasiswa diajak untuk memahami lebih dalam kompleksitas persoalan narkoba, sekaligus merumuskan langkah strategis dalam pencegahannya.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kesadaran baru bahwa menjaga lingkungan dan melindungi generasi muda bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Di akhir kegiatan, pesan kuat yang disampaikan oleh Kapolda Riau kembali menggema di benak para peserta.

“Melindungi tuah, menjaga marwah. Itu bukan sekadar slogan, tetapi komitmen kita bersama. Mari kita jaga Riau dengan hati, dengan integritas, dan dengan aksi nyata,” pungkas .

Dengan semangat kolaborasi yang terbangun di Rimbang Baling, harapan besar pun tumbuh bahwa masa depan Riau yang bebas karhutla dan narkoba bukanlah sekadar mimpi, melainkan tujuan yang bisa dicapai bersama.

Berita Terkait

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 
AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak
Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih
AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen
Merah Putih Menggema, AKBP Hidayat Perdana Perkuat Nasionalisme di Kuansing
Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global
Satu Pekan Penuh Aksi Nyata, AKBP Hidayat Perdana Tunjukkan Kepemimpinan Tegas, Bijaksana dan Humanis di Kuansing
Sepekan Penuh Aksi! AKBP Donny Eko Listianto Turun Ke Garis Depan, Jaga Rakyat, Lindungi Alam Inhil
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Herry Heryawan–Donny Eko, Gerak Cepat Lawan Karhutla dan Lindungi Masyarakat 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:53 WITA

AKBP Sepuh Bersama Kompol Teguh, Garda Swasembada Pangan Siak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WITA

Misi Kapolda Riau Tembus Kuala Selat, AKBP Donny Kawal Ekspedisi Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:02 WITA

AKBP Sepuh Gebrak Swasembada Pangan, Polsek Tualang Kawal Jagung dari Tanam hingga Panen

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Herry Heryawan dan Misi Besar Pangan Riau: Juara Hari Ini, Siap Hadapi Krisis Global

Berita Terbaru