Jakarta – Gelombang transformasi digital nasional kini bergerak semakin cepat. Di tengah derasnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, cloud computing, hingga revolusi industri berbasis data, satu nama kembali menjadi sorotan besar di dunia teknologi informasi Indonesia, yakni Soegiharto Santoso atau yang akrab disapa Hoky.
Sebagai Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO, Hoky tampil di garis depan mengawal percepatan transformasi digital Indonesia melalui Roadshow Nasional bertajuk “AI Driven Secure & Efficient: Engineering The Digital Transformation Blueprint.”
Roadshow kolaborasi strategis antara Yorindo Communication, APTIKNAS, APKOMINDO, dan PERATIN dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN RI) tersebut sukses menjadi magnet besar bagi pelaku industri teknologi, regulator, rumah sakit, sektor manufaktur, hingga pengambil kebijakan di berbagai daerah.
Hingga Mei 2026, kegiatan nasional itu telah sukses digelar di enam kota besar Indonesia yakni Surabaya, Bali, Cikarang, Batam, Purwakarta, dan Tangerang. Antusiasme peserta terus meningkat tajam, memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap transformasi digital berbasis AI kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
Di balik kesuksesan besar tersebut, publik menilai sosok Hoky menjadi motor utama yang mampu menyatukan pelaku industri TIK nasional dalam satu visi besar: membangun ekosistem digital Indonesia yang aman, efisien, berdaulat, dan kompetitif di tingkat global.
“Kita tidak punya waktu lagi untuk ragu. Gelombang AI tidak akan menunggu kesiapan kita. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah kita siap membangun fondasi digital yang aman, efisien, dan mampu melindungi kepentingan nasional,” tegas Soegiharto Santoso.
Pernyataan Hoky itu menjadi pesan keras sekaligus peringatan bagi seluruh pelaku industri dan institusi di Indonesia agar tidak tertinggal dalam revolusi teknologi global.
Roadshow Nasional AI Jadi Panggung Kebangkitan Industri Digital
Roadshow “AI Driven Secure & Efficient” bukan sekadar seminar teknologi biasa. Kegiatan ini menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan vendor teknologi, regulator, rumah sakit, industri manufaktur, komunitas keamanan siber, hingga pelaku usaha digital dalam satu ruang kolaborasi besar.
Di setiap kota penyelenggaraan, peserta mendapatkan pembahasan mendalam terkait:
Implementasi Artificial Intelligence (AI), Penguatan keamanan siber nasional, Cloud computing dan data center, Autonomous cyber defense, Smart industry dan Hospital 5.0, Tata kelola AI, yang transparan, Kedaulatan data nasional serta Efisiensi operasional berbasis digital backbone.
Hoky menilai transformasi digital harus dibangun secara serius dan tidak boleh hanya menjadi slogan.
“Transformasi digital tidak cukup hanya membeli teknologi mahal. Yang paling penting adalah membangun ekosistem, SDM, keamanan sistem, dan tata kelola yang benar agar teknologi benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.
Sukses di 6 Kota, Antusiasme Peserta Terus Meledak
Kesuksesan roadshow terlihat dari tingginya partisipasi peserta di enam kota pertama.
Di Surabaya, yang menjadi kota pembuka pada Februari 2026, sebanyak 206 peserta mendaftar dengan 165 peserta hadir langsung. Topik mengenai transformasi rumah sakit dan manufaktur berbasis AI menjadi sorotan utama.
Di Bali, pembahasan mengenai kedaulatan data nasional dan ancaman siber era AI mendapat perhatian besar dari peserta.
Sementara di Cikarang, kawasan industri terbesar Indonesia, peserta memadati forum pembahasan mengenai efisiensi industri berbasis digital backbone yang aman dan terintegrasi.
Di Batam, isu perlindungan infrastruktur digital strategis menjadi fokus utama. Sedangkan di Purwakarta, para peserta mendapatkan edukasi terkait risiko “black box syndrome” dalam implementasi AI.
Tangerang menjadi kota penutup untuk sektor manufaktur sebelum roadshow memasuki sektor kesehatan yang saat ini berkembang sangat cepat.
Menurut Hoky, tingginya antusiasme peserta membuktikan bahwa industri nasional mulai sadar pentingnya membangun fondasi digital yang kuat.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi. Kita harus menjadi pemain utama dan membangun kedaulatan digital nasional,” tegasnya.
Hoky Dorong Rumah Sakit Masuk Era AI dan Hospital 5.0
Memasuki Juni 2026, roadshow nasional ini akan memasuki fase penting dengan fokus khusus pada sektor kesehatan.
Jakarta dan Balikpapan dipilih menjadi dua kota utama untuk mempertemukan para direktur rumah sakit, manajemen rumah sakit, dan tim IT rumah sakit dari berbagai daerah.
Menurut Hoky, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang paling membutuhkan transformasi digital berbasis AI secara cepat namun tetap aman dan sesuai regulasi.
“Rumah sakit hari ini menghadapi tantangan besar, mulai dari keamanan data pasien, efisiensi layanan, integrasi sistem, hingga ancaman serangan siber. Karena itu sektor kesehatan harus bergerak cepat memasuki era Hospital 5.0,” ujar Hoky.
Ia menegaskan bahwa keamanan data kesehatan harus menjadi prioritas utama karena menyangkut privasi dan keselamatan masyarakat.
“Data kesehatan adalah data strategis bangsa. Jangan sampai pengelolaan teknologi kesehatan justru membuka celah kebocoran data nasional,” tegasnya.
Roadshow Jakarta dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026 di Hotel Menara Peninsula dengan target 100 peserta dari kalangan rumah sakit.
Sedangkan penutupan roadshow nasional akan digelar di Balikpapan pada 25 Juni 2026 di Hotel Platinum Balikpapan.
Dukung Ekosistem Digital IKN dan Kalimantan Timur
Tidak hanya fokus pada seminar dan edukasi, roadshow nasional ini juga akan menghadirkan Business Meetup Balikpapan yang mempertemukan sekitar 30 pelaku usaha IT dari Balikpapan dan Samarinda.
Forum tersebut akan menjadi wadah kolaborasi antara system integrator, dealer, reseller, dan pelaku industri teknologi lokal untuk memperkuat ekosistem digital Kalimantan Timur, termasuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Hoky, Kalimantan Timur memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital baru Indonesia.
“IKN harus menjadi simbol transformasi digital Indonesia. Karena itu pelaku industri teknologi lokal harus ikut tumbuh dan menjadi bagian dari pembangunan nasional,” ujarnya.
Hoky: Pelaku Industri TIK Harus Tetap Optimistis
Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil, Hoky juga mengingatkan pelaku industri TIK nasional agar tidak pesimis.
Ia menilai situasi ekonomi dunia justru harus dijadikan momentum untuk menciptakan inovasi dan membuka peluang baru.
“Di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak, kita harus tetap semangat, terus bergerak, dan aktif mencari peluang baru. Jangan hanya menunggu pasar datang,” tegas Soegiharto Santoso.
Sebagai pemimpin dua organisasi besar TIK nasional, Hoky menegaskan bahwa APTIKNAS dan APKOMINDO hadir bukan hanya sebagai organisasi formal, tetapi sebagai rumah besar pelaku industri teknologi Indonesia.
“APTIKNAS dan APKOMINDO harus menjadi jembatan bagi anggota untuk berkembang, membangun jaringan, dan membuka peluang bisnis baru secara nyata,” katanya.
Pesan Tegas Hoky: Integritas dan Kolaborasi Jadi Kunci
Dalam berbagai kesempatan, Hoky juga terus mengingatkan pentingnya integritas dalam pengembangan teknologi digital nasional.
Menurutnya, perkembangan AI dan teknologi digital harus dibangun dengan etika, transparansi, dan tanggung jawab.
“Teknologi tanpa integritas bisa menjadi ancaman. Karena itu kita harus memastikan transformasi digital berjalan dengan etika, keamanan, dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan komunitas teknologi untuk memperkuat kolaborasi nasional menghadapi era AI.
“Tidak ada satu pihak yang bisa berjalan sendiri. Masa depan digital Indonesia hanya bisa dibangun melalui kolaborasi,” pungkas Hoky.
Dengan sukses besar di enam kota dan persiapan menuju Jakarta serta Balikpapan, roadshow nasional “AI Driven Secure & Efficient” kini bukan hanya menjadi agenda seminar teknologi biasa, tetapi telah menjelma menjadi gerakan nasional transformasi digital Indonesia.
Dan di tengah derasnya arus revolusi AI global, nama Hoky kini semakin kuat disebut sebagai salah satu tokoh penting yang terus mendorong Indonesia agar tidak tertinggal dalam pertarungan ekonomi digital dunia.

















