Sosok Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, di Balik Sukses Percepatan Jembatan Merah Putih Presisi

Senin, 27 April 2026 - 02:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Indragiri Hilir –  AKBP Farouk Oktora selaku Kapolres Indragiri Hilir memimpin langsung percepatan pembangunan program Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 di berbagai wilayah hukum Polres Inhil, sejak pertengahan hingga akhir April 2026, sebagai bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan, serta memperkuat sinergi antara aparat dan warga melalui pendekatan humanis, gotong royong, dan kepemimpinan yang tegas berintegritas.

Langkah konkret yang dilakukan jajaran Polres Indragiri Hilir ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik semata, melainkan representasi nyata kehadiran negara melalui institusi Polri yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di bawah kepemimpinan AKBP Farouk Oktora, program ini menjelma menjadi gerakan sosial yang melibatkan berbagai elemen mulai dari personel kepolisian, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.

Di wilayah Polsek Enok, misalnya, pembangunan Jembatan Parit Atap Seng yang dimulai pada 15 April 2026 berhasil diselesaikan hanya dalam waktu tiga hari, tepatnya pada 18 April 2026. Kecepatan pembangunan ini menjadi bukti efektivitas koordinasi dan semangat gotong royong yang terbangun kuat. Kini, jembatan tersebut telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang mobilitas harian mereka, termasuk aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.

Tak kalah menggembirakan, di wilayah Polsek Tembilahan, pembangunan Jembatan Lorong Lestari di Kelurahan Pekan Arba juga rampung 100 persen pada 23 April 2026. Peresmian jembatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kehadiran jembatan ini disambut antusias oleh masyarakat karena selama ini akses menuju wilayah tersebut cukup terbatas, terutama saat musim hujan.

Kemajuan signifikan juga terlihat di wilayah Polsek Tempuling. Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi di Parit Kajang, Desa Mumpa, yang dimulai pada 20 April 2026, berhasil diselesaikan sepenuhnya pada 26 April 2026. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong, melibatkan personel Polri bersama masyarakat setempat. Jembatan berukuran 12 x 4 meter ini dibangun menggunakan material lokal seperti batang kelapa dan kayu meranti, yang tidak hanya efisien tetapi juga ramah lingkungan. Dengan tambahan pagar pengaman dan pengecatan, jembatan tersebut kini tampak kokoh dan representatif.

Sementara itu, di wilayah Polsek Batang Tuaka, pembangunan jembatan di Dusun Pangkalan Baru, Desa Tasik Raya, masih dalam tahap pengerjaan dengan progres mencapai 47 persen. Proyek ini dipimpin langsung oleh Kapolsek setempat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Brimob, Dit Samapta, Sat Polair, serta masyarakat. Meski belum rampung, proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Polsek Kempas. Pembangunan dan renovasi jembatan menuju SD 012 Rumbai Jaya telah mencapai progres 70 persen. Fokus pengerjaan saat ini adalah pemasangan papan kayu baru guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna, khususnya para pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Di balik seluruh capaian tersebut, sosok AKBP Farouk Oktora tampil sebagai figur pemimpin yang tidak hanya tegas dalam menjalankan tugas, tetapi juga humanis dan penuh kepedulian sosial. Ia dikenal luas sebagai Kapolres yang dekat dengan masyarakat, mampu membangun komunikasi yang hangat, serta menjadi teladan bagi jajarannya dalam mengedepankan nilai-nilai integritas dan religiusitas.

Dalam keterangannya, AKBP Farouk Oktora menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel, pemerintah daerah, serta masyarakat yang telah bersama-sama bergotong royong. Ini adalah bukti bahwa ketika kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa kita capai. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program Jembatan Merah Putih Presisi bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jembatan ini bukan sekadar penghubung antar wilayah, tetapi juga simbol penghubung antara hati Polri dan rakyat. Kami ingin terus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Sebagai pemimpin yang religius dan berintegritas, AKBP Farouk Oktora juga menyampaikan pesan moral kepada seluruh jajarannya dan masyarakat agar terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kejujuran dalam setiap langkah pembangunan.

“Mari kita jaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Bangun dengan hati, rawat dengan tanggung jawab. Jangan hanya mengejar hasil, tetapi juga proses yang bersih dan penuh keikhlasan. Karena dari situlah keberkahan akan lahir,” pesannya.

Ia juga berharap agar jembatan-jembatan yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, serta dijaga bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan ini—baik dalam hal akses transportasi, peningkatan ekonomi, maupun kemudahan pendidikan. Ini adalah investasi bersama untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan di daerah, kehadiran AKBP Farouk Oktora menjadi angin segar bagi masyarakat Indragiri Hilir. Kepemimpinannya yang humanis, tegas, dan berintegritas telah membawa perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 menjadi bukti bahwa Polri, di bawah komando sosok AKBP Farouk Oktora Kapolres yang visioner, mampu bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga tangguh dalam membangun peradaban.

Dengan semangat Presisi Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan Polres Inhil terus melangkah maju, menjawab kebutuhan masyarakat, dan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Dan di balik semua itu, berdiri tegak sosok  Kapolres yang tidak hanya memimpin dengan otoritas, tetapi juga dengan hati.

Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 02:52 WITA

Sosok Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, di Balik Sukses Percepatan Jembatan Merah Putih Presisi

Berita Terbaru