Tangerang – Forum Wartawan Jaya Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergitas antara insan pers dan para pemangku kebijakan daerah. Dalam momentum peringatan Hari Pers Sedunia 2026, organisasi tersebut memberikan penghargaan khusus kepada dua tokoh penting di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang pada Jumat (8/5/2026).
Penghargaan bergengsi itu diberikan kepada Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Kapolres Metro Kota Tangerang dan Wawan Fauzi, S.E., S.Kom., M.M. sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang.
Penyerahan piagam penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang akrab disapa Opan. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi, integritas, dan kepedulian kedua pejabat tersebut terhadap dunia jurnalistik, pembangunan wilayah, dan pelayanan masyarakat.
“Hari ini organisasi kami memberikan penghargaan kepada kedua pejabat di Kota Tangerang berdasarkan hasil penilaian selama enam bulan terakhir. Penghargaan ini merupakan bentuk humanitas jurnalis sekaligus dukungan terhadap semangat kolaborasi dalam memperingati Hari Pers Sedunia 2026,” ujar Opan.
Ia menegaskan, FWJ Indonesia memandang penting hadirnya figur pemimpin yang mampu membangun komunikasi sehat dengan insan pers, menjaga keterbukaan informasi, serta menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, perhatian khusus diberikan kepada kinerja Kapolres Metro Kota Tangerang menjelang Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 serta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk motivasi sekaligus apresiasi terhadap upaya menjaga humanitas jurnalis, pengembangan potensi wilayah, serta dukungan terhadap kebebasan pers yang sehat dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Kapolres: Pers dan Kepolisian Adalah Mitra Strategis
Dalam sambutannya saat menerima penghargaan di ruang kerjanya, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa hubungan antara kepolisian dan insan pers merupakan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.
Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai penyampai informasi, kontrol sosial, sekaligus mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum masyarakat.
“Piagam ini menjadi bentuk pengakuan atas kerja nyata kami dalam menjaga sinergitas dan humanitas bersama teman-teman jurnalis. Kepolisian dan media harus terus berjalan beriringan demi menciptakan suasana yang aman, damai, dan edukatif bagi masyarakat,” tegas Jauhari.
Ia juga menyampaikan pesan bijak kepada seluruh insan pers agar terus menjaga independensi, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Pers adalah cahaya demokrasi. Ketika media bekerja dengan jujur dan berintegritas, maka masyarakat akan mendapatkan informasi yang sehat dan berkeadilan. Saya berharap hubungan komunikasi dua arah antara kepolisian dan wartawan terus dijaga dengan baik demi terciptanya keamanan wilayah dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres Metro Kota Tangerang itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menghindari penyebaran informasi yang dapat memecah belah bangsa.
“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling menjatuhkan. Mari kita bangun Kota Tangerang dengan semangat kolaborasi, ketulusan, dan tanggung jawab moral. Kepolisian hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat,” tambahnya penuh ketegasan.
Wawan Fauzi: Penghargaan Adalah Amanah dan Motivasi
Sementara itu, Wawan Fauzi, S.E., S.Kom., M.M. mengaku bersyukur sekaligus merasa tersentuh atas penghargaan yang diberikan FWJ Indonesia kepada dirinya.
Meski demikian, ia menyampaikan dengan rendah hati bahwa dirinya masih harus terus belajar dan bekerja lebih keras demi menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Kota Tangerang.
“Sejujurnya saya merasa belum layak menerima penghargaan ini. Namun saya memaknai penghargaan ini sebagai amanah, apresiasi, sekaligus teguran motivasi agar kami terus berbenah dan bekerja lebih baik lagi untuk masyarakat,” ungkap Wawan Fauzi.
Ia menilai persoalan lingkungan hidup tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk media massa.
“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan, siapa lagi? Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Kota yang bersih dan sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” katanya.
Dalam pernyataannya, Wawan juga memberikan pesan moral yang sarat makna kepada generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan tidak bersikap apatis terhadap persoalan sosial.
“Jangan pernah lelah berbuat baik untuk lingkungan. Menanam satu pohon hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya bisa menyelamatkan masa depan anak cucu kita. Integritas itu dimulai dari hal sederhana: jujur terhadap tanggung jawab dan konsisten menjaga amanah,” tuturnya bijak.
FWJ Indonesia Dorong Kolaborasi Pers dan Pemerintah
Momentum penyerahan penghargaan ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan antara insan pers dan pemerintah daerah dapat berjalan harmonis melalui semangat saling menghargai, terbuka terhadap kritik, dan membangun komunikasi yang sehat.
FWJ Indonesia menilai bahwa figur pemimpin seperti Kapolres Metro Kota Tangerang dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang merupakan contoh pejabat publik yang mampu menjaga hubungan humanis dengan wartawan tanpa mengurangi profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, keberadaan pers yang independen serta pemerintah yang responsif menjadi fondasi penting dalam menjaga demokrasi dan kepercayaan publik.
Dengan penghargaan tersebut, FWJ Indonesia berharap sinergitas antara media, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah terus diperkuat demi terciptanya pelayanan publik yang transparan, berintegritas, dan berpihak kepada masyarakat.
Report : HANDOKO

















