JAKARTA – Ketua Umum APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso atau yang akrab disapa Hoky, kembali menunjukkan kepemimpinan visioner dan humanis dalam mendorong kemajuan industri teknologi nasional. Bersama Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional dan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia, serta menggandeng Bursa Efek Indonesia, Hoky memimpin langkah strategis melalui penyelenggaraan workshop bertajuk “Go Big with Go Public: From Technology Excellence to Public Markets” yang berlangsung di Main Hall BEI Jakarta, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku industri TIK nasional dengan tujuan utama mendorong perusahaan teknologi Indonesia melantai di bursa melalui skema Initial Public Offering (IPO).
Langkah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan besar transformasi industri digital nasional yang terstruktur, terukur, dan berorientasi global. Di bawah kepemimpinan Hoky yang dikenal tegas, berintegritas, religius, namun tetap humanis dan dekat dengan berbagai kalangan, APTIKNAS dan APKOMINDO terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak kemajuan ekosistem teknologi Indonesia.
Dalam sambutannya, Hoky menekankan bahwa go public bukan hanya tentang mencari pendanaan, melainkan sebuah lompatan strategis menuju tata kelola perusahaan yang lebih baik dan kredibilitas global.
“Go public adalah transformasi menyeluruh. Ini bukan hanya soal mendapatkan modal, tetapi tentang membangun kepercayaan, transparansi, dan integritas. Perusahaan yang ingin besar harus siap membuka diri, siap diaudit, dan siap bertanggung jawab kepada publik. Di situlah nilai sesungguhnya,” tegas Hoky dengan penuh wibawa.
Sosok Hoky selama ini dikenal luas sebagai pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi. Ia kerap menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok, menjadikannya figur yang disegani sekaligus dicintai oleh anggota organisasi maupun masyarakat luas. Kepemimpinannya yang tegas namun penuh empati membuat setiap arahan yang disampaikan selalu dinantikan.
Dalam forum tersebut, Hoky juga menyampaikan pesan moral yang sarat makna bagi para pelaku industri TIK.
“Jangan hanya menjadi perusahaan yang besar secara angka, tetapi jadilah perusahaan yang besar secara nilai. Integritas adalah fondasi utama. Tanpa itu, pertumbuhan hanya akan menjadi ilusi. Kita harus membangun industri teknologi Indonesia yang tidak hanya maju, tetapi juga bermartabat,” ujarnya.
Workshop ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan pelaku industri dengan regulator dan praktisi pasar modal. Listyorini Dian Pratiwi, selaku Wakil Direktur BEI, menegaskan bahwa sektor teknologi memiliki potensi besar sebagai pilar utama pertumbuhan pasar modal Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa BEI siap mendampingi perusahaan TIK dalam setiap tahapan menuju IPO, mulai dari persiapan hingga pencatatan saham, guna memastikan proses berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Yan Hendrick Simorangkir yang menyoroti pentingnya kesiapan fundamental perusahaan, serta Oskar Halianto Malikus yang menekankan pentingnya due diligence dan strategi bisnis yang matang. Sementara itu, pengalaman nyata disampaikan oleh Patrick Dannacher yang telah sukses membawa perusahaannya go public.
Di balik seluruh rangkaian kegiatan tersebut, terlihat jelas peran sentral Hoky sebagai pengarah sekaligus penggerak utama. Ia tidak hanya memimpin secara struktural, tetapi juga memberikan inspirasi moral dan visi jangka panjang bagi seluruh anggota.
Lebih jauh, Hoky mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari implementasi enam agenda strategis nasional APTIKNAS 2026 yang telah disampaikan kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Keenam agenda tersebut mencakup penguatan keamanan siber, pengembangan AI, industri gim nasional, pemberdayaan komunitas digital, edukasi transformasi teknologi, hingga pembangunan marketplace teknologi nasional.
Menurut Hoky, transformasi digital tidak boleh berjalan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Kami ingin memastikan bahwa transformasi digital Indonesia berjalan secara utuh. Tidak boleh ada kesenjangan antara teknologi, talenta, keamanan, dan akses pasar. Semua harus berjalan beriringan agar Indonesia benar-benar menjadi kekuatan digital dunia,” jelasnya.
Tak hanya berbicara soal peluang, Hoky juga mengingatkan adanya tantangan besar dalam era digital, terutama terkait keamanan siber.
“Digitalisasi tanpa keamanan adalah ancaman. Kita harus membangun kepercayaan digital. Tanpa trust, tidak akan ada pertumbuhan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Kehadiran Hoky dalam setiap forum tidak hanya membawa gagasan strategis, tetapi juga energi moral yang kuat. Ia dikenal sebagai sosok yang selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada seluruh anggota organisasi. Banyak pihak menilai, kepemimpinannya menjadi faktor kunci dalam menjaga soliditas APTIKNAS dan APKOMINDO di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah APTIKNAS serta APKOMINDO, yang menunjukkan soliditas organisasi dalam mendukung program strategis nasional. Dukungan juga datang dari Kantor Staf Presiden yang diwakili oleh Luigi Pralangga, memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri.
Dalam penutupnya, Hoky kembali menyampaikan pesan yang menggugah sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh peserta.
“Kita tidak sedang membangun perusahaan semata, tetapi sedang membangun masa depan bangsa. Jadilah pelaku industri yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak. Karena pada akhirnya, yang akan dikenang bukan hanya kesuksesan kita, tetapi juga nilai yang kita tinggalkan.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk BEI dan seluruh peserta yang hadir.
Dengan gaya kepemimpinan yang humanis, tegas, dan berintegritas, Hoky terus membuktikan bahwa transformasi digital Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar teknologi, ia membutuhkan karakter, visi, dan komitmen kebangsaan yang kuat. Sosoknya kini tidak hanya menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga simbol harapan bagi kemajuan industri TIK nasional menuju panggung global.
Melalui kolaborasi strategis antara APTIKNAS, APKOMINDO, dan BEI, langkah menuju Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital dunia semakin nyata. Dan di barisan terdepan perjuangan itu, nama Hoky berdiri sebagai figur yang tak hanya memimpin, tetapi juga menginspirasi.

















