Kemendes PDT Raih Opini WTP ke-10 dari BPK, Mendes Yandri: Satu Rupiah Harus Dipertanggungjawabkan

Sudirlam Editor

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) kembali menorehkan capaian membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Capaian tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, usai pertemuan dengan Anggota III BPK RI, Akhsanul Khaq, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Dalam keterangannya, Mendes Yandri mengapresiasi pembinaan dan pendampingan yang dilakukan BPK terhadap pengelolaan anggaran di Kemendes PDT.

“Agar anggaran tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan, karena satu rupiah pun harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegas Yandri.

Ia menekankan, tata kelola keuangan yang akuntabel merupakan wujud komitmen kementerian dalam menjaga amanah publik, terutama dalam pengelolaan belanja barang Tahun Anggaran 2023 hingga Semester I Tahun Anggaran 2025 sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih. Berkat pembinaan BPK RI, Kementerian Desa PDT telah mendapatkan opini WTP untuk ke-10 kalinya,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Siap Buka Data untuk Pemeriksaan 2025

Terkait pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2025 (unaudited) yang telah diserahkan ke BPK, Yandri memastikan jajarannya siap menyampaikan seluruh data dukung yang diperlukan dalam proses audit.

“Kami senantiasa berupaya memperbaiki tata kelola, pertanggungjawaban, dan pelaporan keuangan sesuai rekomendasi BPK RI,” tambahnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Irjen Masyhudi, Dirjen PEID Tabrani, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Sekretaris Itjen Dian Rediana, serta Plt Kepala Biro Keuangan Cece Yusuf.

Raihan WTP ke-10 ini menjadi penegasan bahwa penguatan sistem pengawasan internal dan sinergi dengan lembaga audit negara terus berjalan konsisten, demi memastikan dana desa dan program pembangunan daerah tertinggal benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Berita Terkait

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis
Presiden Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Sejumlah Tokoh Nasional Resmi Bergabung
APKOMINDO, APTIKNAS, AGKDI, dan PERATIN Perkuat Ekosistem Industri Game dan AI Indonesia
Tokoh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Kritik Wacana Jabatan Kades Seumur Hidup
Hoky Dorong Transformasi Digital: Dari Smart City hingga Gerakan Nasional Industri Game
Ketua Umum APKOMINDO: HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Momentum Memperkuat Kedaulatan Digital, Inovasi Teknologi, dan Kepastian Hukum Menuju Indonesia Emas 2045
APKOMINDO dan APTIKNAS Siap Bersinergi Sukseskan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026, Mendorong Indonesia Menjadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital Dunia
Menghidupkan Kembali Roh Kebangsaan Melalui “Holopis Kuntul Baris”
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:22 WITA

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:02 WITA

Presiden Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Sejumlah Tokoh Nasional Resmi Bergabung

Selasa, 22 September 2026 - 06:59 WITA

APKOMINDO, APTIKNAS, AGKDI, dan PERATIN Perkuat Ekosistem Industri Game dan AI Indonesia

Jumat, 11 September 2026 - 17:09 WITA

Tokoh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Kritik Wacana Jabatan Kades Seumur Hidup

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:58 WITA

Hoky Dorong Transformasi Digital: Dari Smart City hingga Gerakan Nasional Industri Game

Berita Terbaru