MAKASSAR, — Sorotan tajam berdengung dengan mengarah pada penggunaan dana revitalisasi di SMK Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan. Proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari APBN itu ditengarai menyisakan berbagai persoalan, sehingga didesak untuk diusut tuntas oleh aparat penegak hukum (APH).
Kritik terhadap pelaksanaan proyek tersebut mencuat, terutama terkait pengadaan mobiler dan pengerjaan bangunan. Sejumlah pihak menilai pelaksanaannya perlu ditelusuri demi memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Isu ini mengemuka saat aksi unjuk rasa yang digelar Koalisi Lintas Mahasiswa di halaman Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu, 25 Februari 2026. Dalam aksinya, para demonstran menyampaikan secara gamblang berbagai dugaan kejanggalan dalam proyek revitalisasi tersebut.
Para pengunjuk rasa menilai persoalan yang muncul bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut pengelolaan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Mereka juga menegaskan bahwa aksi tidak akan berhenti sampai di situ. Koalisi mahasiswa bahkan menyatakan akan melanjutkan demonstrasi ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Polda Sulsel.
Di sisi lain, Harapansa selaku Pelaksana Tugas Kepala sekolah sekaligus penanggung jawab dana revitalisasi, SMK Negeri 1 Makassar, saat dikonfirmasi Kamis, 26 Februari 2026, menyatakan bahwa hal yang dipersoalkan telah ditindaklanjuti.
Menurutnya, berbagai hal yang menjadi tuntutan mahasiswa sudah diperbaiki pada pekan sebelumnya. “Sudah diperbaiki itu minggu lalu,” tegasnya singkat.(Yusuf Buraerah)

















