JAKARTA – Persahabatan antarbangsa tidak selalu harus dibangun melalui diplomasi formal. Kebudayaan, seni, tradisi, dan ruang perjumpaan antarmasyarakat juga memiliki kekuatan besar untuk merajut persaudaraan, menumbuhkan saling pengertian, serta memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman dunia.
Semangat itulah yang tercermin dalam penyelenggaraan Moroccan Cultural Week (Pekan Budaya Maroko) yang akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 6 November 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta dan sekitarnya, untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Maroko sekaligus mempererat hubungan persahabatan kedua bangsa.
Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, mengajak masyarakat, insan pers, serta berbagai kalangan untuk hadir dan memanfaatkan momentum tersebut sebagai ruang perjumpaan lintas budaya.
Dalam imbauannya kepada rekan-rekan media, Wilson menyampaikan bahwa anjungan Pekan Budaya Maroko terbuka untuk dikunjungi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB selama pelaksanaan kegiatan.
Beragam agenda telah disiapkan, mulai dari diskusi, lokakarya (workshop), pertunjukan kesenian berupa musik, tari dan lagu, hingga sajian kuliner khas Maroko. Pengunjung juga berkesempatan menyaksikan secara langsung kekayaan tradisi dan ekspresi kebudayaan masyarakat Maroko.
Bagi Wilson Lalengke, kegiatan kebudayaan seperti ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan seni atau agenda hiburan. Kebudayaan merupakan jembatan yang mampu mempertemukan manusia dari latar belakang bangsa, bahasa, agama, dan tradisi yang berbeda.
Di tengah dunia yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan kepentingan, ruang dialog kebudayaan menjadi sarana penting untuk membangun saling menghormati. Melalui interaksi langsung, masyarakat dapat mengenal perbedaan bukan sebagai sekat pemisah, melainkan sebagai kekayaan yang memperluas wawasan dan memperkuat persaudaraan.
Peran Wilson Lalengke melalui Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko juga merepresentasikan semangat membangun hubungan antarmasyarakat melalui pendekatan persahabatan, komunikasi, dan kebudayaan. Semangat tersebut sejalan dengan nilai persatuan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman serta keterbukaan terhadap pergaulan internasional.
Kehadiran insan pers dalam kegiatan ini pun diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi dan memperkenalkan nilai-nilai positif dari hubungan persahabatan Indonesia-Maroko kepada masyarakat luas. Pers tidak hanya berperan menyampaikan peristiwa, tetapi juga dapat menjadi penghubung antarkomunitas, penyebar pesan perdamaian, dan penguat pemahaman lintas bangsa.
Ajakan Wilson Lalengke tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat persatuan tidak berhenti pada batas wilayah negara. Persaudaraan dapat tumbuh melalui perjumpaan, dialog, dan kesediaan untuk saling mengenal.
Pekan Budaya Maroko 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar perayaan kebudayaan. Momentum ini dapat menjadi ruang untuk menanamkan pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Sebuah semangat persaudaraan yang tidak hanya mempererat Indonesia dan Maroko, tetapi juga membawa pesan persatuan dan perdamaian bagi masyarakat dunia.

















