Wilson Lalengke Rajut Persaudaraan Indonesia-Maroko Lewat Pekan Budaya

Sudirlam Editor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – Persahabatan antarbangsa tidak selalu harus dibangun melalui diplomasi formal. Kebudayaan, seni, tradisi, dan ruang perjumpaan antarmasyarakat juga memiliki kekuatan besar untuk merajut persaudaraan, menumbuhkan saling pengertian, serta memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman dunia.

Semangat itulah yang tercermin dalam penyelenggaraan Moroccan Cultural Week (Pekan Budaya Maroko) yang akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 6 November 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta dan sekitarnya, untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Maroko sekaligus mempererat hubungan persahabatan kedua bangsa.

Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, mengajak masyarakat, insan pers, serta berbagai kalangan untuk hadir dan memanfaatkan momentum tersebut sebagai ruang perjumpaan lintas budaya.

Dalam imbauannya kepada rekan-rekan media, Wilson menyampaikan bahwa anjungan Pekan Budaya Maroko terbuka untuk dikunjungi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB selama pelaksanaan kegiatan.

Beragam agenda telah disiapkan, mulai dari diskusi, lokakarya (workshop), pertunjukan kesenian berupa musik, tari dan lagu, hingga sajian kuliner khas Maroko. Pengunjung juga berkesempatan menyaksikan secara langsung kekayaan tradisi dan ekspresi kebudayaan masyarakat Maroko.

Bagi Wilson Lalengke, kegiatan kebudayaan seperti ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan seni atau agenda hiburan. Kebudayaan merupakan jembatan yang mampu mempertemukan manusia dari latar belakang bangsa, bahasa, agama, dan tradisi yang berbeda.

Di tengah dunia yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan kepentingan, ruang dialog kebudayaan menjadi sarana penting untuk membangun saling menghormati. Melalui interaksi langsung, masyarakat dapat mengenal perbedaan bukan sebagai sekat pemisah, melainkan sebagai kekayaan yang memperluas wawasan dan memperkuat persaudaraan.

Peran Wilson Lalengke melalui Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko juga merepresentasikan semangat membangun hubungan antarmasyarakat melalui pendekatan persahabatan, komunikasi, dan kebudayaan. Semangat tersebut sejalan dengan nilai persatuan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman serta keterbukaan terhadap pergaulan internasional.

Kehadiran insan pers dalam kegiatan ini pun diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi dan memperkenalkan nilai-nilai positif dari hubungan persahabatan Indonesia-Maroko kepada masyarakat luas. Pers tidak hanya berperan menyampaikan peristiwa, tetapi juga dapat menjadi penghubung antarkomunitas, penyebar pesan perdamaian, dan penguat pemahaman lintas bangsa.

Ajakan Wilson Lalengke tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat persatuan tidak berhenti pada batas wilayah negara. Persaudaraan dapat tumbuh melalui perjumpaan, dialog, dan kesediaan untuk saling mengenal.

Pekan Budaya Maroko 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar perayaan kebudayaan. Momentum ini dapat menjadi ruang untuk menanamkan pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Sebuah semangat persaudaraan yang tidak hanya mempererat Indonesia dan Maroko, tetapi juga membawa pesan persatuan dan perdamaian bagi masyarakat dunia.

Berita Terkait

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program
Merajut Persahabatan Antarbangsa: Wilson Lalengke Dukung Penuh “Moroccan Cultural Week” di Jakarta
Langkah Pemerintah Kerajaan Maroko, Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional
Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat 
Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa
Dokumen Sahrawi Dipersoalkan di Spanyol, Jangan Biarkan Pengungsi Tindouf Menjadi Korban Baru
Pertemuan Bersejarah: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI
Bukan Sekadar Retorika! Raja Mohammed VI Tawarkan Solusi Nyata bagi Tantangan Global
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WITA

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:25 WITA

Wilson Lalengke Rajut Persaudaraan Indonesia-Maroko Lewat Pekan Budaya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:45 WITA

Merajut Persahabatan Antarbangsa: Wilson Lalengke Dukung Penuh “Moroccan Cultural Week” di Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:18 WITA

Langkah Pemerintah Kerajaan Maroko, Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WITA

Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat 

Berita Terbaru