Perkuat Jembatan Antarbenua, Spanyol dan Maroko Bangun Kemitraan Strategis di Tengah Isu Ceuta

Sudirlam Editor

Minggu, 20 September 2026 - 17:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Rabat – Dinamika hubungan bilateral antara Spanyol dan Maroko kembali menjadi sorotan dunia pasca-lonjakan isu migrasi di Ceuta, kota otonom Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko. Di tengah maraknya rumor yang menyebutkan adanya penyusunan rencana darurat (contingency plan) oleh otoritas Spanyol untuk menghadapi Rabat, Pemerintah Spanyol secara tegas membantah spekulasi tersebut. Langkah ini menegaskan komitmen kedua negara untuk tetap menjaga kemitraan strategis yang solid di kawasan Laut Tengah.

Bantahan resmi tersebut muncul setelah laporan media Spanyol, Electomania, mengutip pemberitaan RTVE mengenai dugaan rencana kontinjensi itu. Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa tidak ada rencana semacam itu yang sedang dikerjakan. Sebaliknya, Madrid dan Rabat terus memperkokoh kerja sama erat di berbagai sektor vital, khususnya perdagangan dan stabilitas kawasan.

Secara ekonomi, Maroko merupakan mitra dagang utama Spanyol di benua Afrika. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencatatkan rekor sejarah dengan melampaui angka 22 miliar dolar AS pada tahun 2024. Ekspor Spanyol ke Maroko mencakup komoditas strategis seperti minyak olahan dan gas alam, di mana laporan La Razon mencatat Maroko sebagai salah satu tujuan utama ekspor gas Spanyol dengan volume impor melebihi 822 gigawatt-jam pada awal tahun.

Meskipun beberapa fraksi politik Spanyol, seperti Partai Popular (PP) dan partai sayap kanan Vox, melancarkan kritik tajam dan mendesak sikap keras terhadap Maroko, jajaran kementerian dan sumber resmi pemerintah Spanyol memilih untuk konsisten mendukung kerja sama dengan Rabat. Pemerintah Spanyol menekankan bahwa berkat peran aktif dan kolaborasi dengan Maroko, Madrid berhasil meredam serta mengelola krisis migrasi secara efektif.

Sikap kooperatif yang ditunjukkan Spanyol dan Maroko mendapat sambutan hangat dari kalangan internasional. Wilson Lalengke, Presiden Indonesia-Sahara-Morocco Brotherhood (Persisma), menyatakan dukungan penuh dan kesiapannya untuk berpartisipasi serta mengawal rencana kerja sama berkelanjutan antara kedua negara.

“Kami di Persisma menyambut baik ketegasan Pemerintah Spanyol yang menolak narasi konfrontatif dan memilih jalur diplomasi konstruktif bersama Maroko,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Rabu, 02 September 2026.

Menurut aktivis HAM internasional ini, isu migrasi di perbatasan seperti Ceuta memerlukan pendekatan holistik, bukan kebijakan defensif yang reaktif, apalagi konfrontantif. “Kami optimistis dan meyakini bahwa kerja sama bilateral Spanyol dan Maroko akan berjalan sesuai rencana demi terciptanya kestabilan ekonomi dan keharmonisan sosial di kawasan Gibraltar,” imbuhnya.

Wilson Lalengke menambahkan bahwa keberhasilan kemitraan ini dapat menjadi model percontohan global dalam menyelaraskan kepentingan geopolitik dan penanganan isu kemanusiaan lintas benua.

Perkembangan positif dalam hubungan Spanyol dan Maroko ini juga sejalan dengan pemikiran filosofis global mengenai pentingnya dialog antarnegara. Filsuf dan pemikir sosial kenamaan asal Jerman, Jürgen Habermas (1929-2026), melalui konsep Communicative Action (Tindakan Komunikatif), menekankan bahwa penyelesaian konflik intersubjektif maupun internasional hanya dapat dicapai melalui rasionalitas komunikatif dan dialog yang saling memahami, bukan melalui prasangka atau tindakan sepihak.

Habermas menegaskan bahwa ketika negara-negara memilih untuk duduk bersama dan membangun ruang publik yang transparan, seperti yang ditunjukkan oleh komitmen Spanyol dan Maroko, mereka sedang membangun tatanan kosmopolitan yang berlandaskan pada rasa percaya dan ketergantungan yang saling menguntungkan (interdependence). Langkah Madrid yang menepis rumor kontinjensi dan memilih jalur dialog memperkuat pandangan bahwa diplomasi komunikatif adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan krisis global modern.

Kemitraan yang kokoh antara Spanyol dan Maroko membalikkan wacana ketegangan menjadi peluang penguatan kolaborasi. Dengan komitmen yang ditunjukkan oleh kedua pemerintah serta dukungan dari lembaga internasional seperti Persisma, masa depan kerja sama di kawasan Mediterania diharapkan semakin solid, adil, dan sejahtera bagi kedua bangsa. (PERSISMA/Red)

Berita Terkait

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program
Wilson Lalengke Rajut Persaudaraan Indonesia-Maroko Lewat Pekan Budaya
Merajut Persahabatan Antarbangsa: Wilson Lalengke Dukung Penuh “Moroccan Cultural Week” di Jakarta
Langkah Pemerintah Kerajaan Maroko, Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional
Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat 
Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa
Dokumen Sahrawi Dipersoalkan di Spanyol, Jangan Biarkan Pengungsi Tindouf Menjadi Korban Baru
Pertemuan Bersejarah: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WITA

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:25 WITA

Wilson Lalengke Rajut Persaudaraan Indonesia-Maroko Lewat Pekan Budaya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:45 WITA

Merajut Persahabatan Antarbangsa: Wilson Lalengke Dukung Penuh “Moroccan Cultural Week” di Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:18 WITA

Langkah Pemerintah Kerajaan Maroko, Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WITA

Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat 

Berita Terbaru